Bisnis

Jasa Raharja Sulsel Telah Salurkan Klaim Rp118 M


SAMBUTAN -- Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulsel, Jahja Joel Lami sedang memberi sambutan di sela acara pendidikan dan pelatihan penanganan gawat darurat kepada masyarakat.

MAKASSAR, BKM — PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) selama periode Januari hingga Oktober 2019, telah membayarkan klaim sebesar Rp118.042.546.888. Klaim ini diberikan kepada 9.695 korban, terdiri dari meninggal dunia 1.127 orang, luka-luka 5.509 orang, cacat tetap 7 orang, penguburan 34 orang, ambulans 81 orang, dan P3K sebanyak 3.001 orang.
Jumlah pembayaran klaim ditahun 2019 ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Pada periode Januari sampai Oktober 2018, PT Jasa Raharja Cabang Sulsel membayarkan klaim sebesar Rp122.544.122.250 kepada 11.700 orang korban. Para korban ini terdiri dari meninggal dunia 1.248 orang, luka-luka 5.988, cacat tetap 4 orang, penguburan 37 orang, ambulans 118 orang, dan P3K 4.414 orang.
Demikian antara lain disampaikan Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulsel, Jahja Joel Lami di sela acara pendidikan dan pelatihan penanganan gawat darurat pada masyarakat di sekitar jalur rawan laka lantas (blackspot), di Hotel Claro Makassar, Rabu (27/11).
Terkait kegiatan ini sendiri, Jahja Joel Lami, mengatakan, pelatihan ini bertujuan menciptakan sinergitas antara para pihak dalam penanganan korban kecelakaan lalulintas. Juga, penyelesaian santunan secara terpadu. Termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan penanganan korban lakalantas.
”Salah satu upaya untuk menurunkan tingkat fatalitas korban lakalantas, yakni
Tercapainya kecepatan informasi kejadian kecelakaan. Sehingga memudahkan bagi pihak terkait untuk mengambil tindakan yang diperlukan,” kata Jahja Joel Lami.
Dijelaskan, Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara yang menjalankan amanah UU No 33 tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, serta UU No 34 tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Dalam hal ini juga berupaya melakukan pencegahan kecelakaan. Sehingga harus mengambil peran aktif dalam kegiatan yang bertujuan untuk menekan angka kecelakaan.
Dalam menjalankan tugasnya, Jasa Raharja menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti kepolisian (aplikasi IRSMS), rumah sakit, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, Asabri, serti kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil).
Sinergi antar instansi bertujuan memudahkan masyarakat korban kecelakaan memperoleh haknya. Diharapkan semua pihak dapat bersinergi dalam memberikan pertolongan kepada korban. Terutama masyarakat di sekitar lokasi kejadian, agar dapat turut membantu.
”Diharapkan dengan adanya pelatihan ini akan menambah pengetahuan masyarakat, khususnya yang berlokasi di wilayah-wilayah sering terjadi kecelakaan untuk dapat mengambil tindakan yang diperlukan dalam menolong korban. Juga mengetahui hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam upaya mengurangi tingkat fatalitas korban kecelakaan. Hal ini sejalan dengan Inpres No 4 tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan,” kata Jahja.
Pelatihan dan pendidikan ini menghadirkan tiga narasumber, masing-Kepala Divisi Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero), Kasubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, dan Kasi Pra RS Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan (mir)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top