Headline

Anggaran Rehab Mattoanging Membengkak Jadi Rp900 M


MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel menggelontorkan anggaran cukup besar untuk penataan Stadion Mattoanging atau Stadion Andi Mattalatta tahun depan. Nilainya berkisar Rp200 miliar.
Kendati anggarannya baru diusulkan dan akan dibahas DPRD Sulsel, namun untuk menindaklanjuti rencana besar tersebut, Pemprov Sulsel sudah membentuk Tim Koordinasi Perencana Rehab Stadion Mattoanging.
Sejumlah stakeholder terkait masuk dalam tim tersebut. Mulai dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebagai koordinator, Biro Aset, Inspektorat, Dinas Tata Ruang dan Permukiman, Inspektorat, hingga Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Tim tersebut dikoordinasi langsung oleh Kepala Dispora Sulsel Arwien Azis.
Tim Koordinasi Perencana Rehab Stadion Mattoanging pun menggelar rapat perdana, Senin (25/11) di Ruang Rapat Sekprov Sulsel. Dipimpin Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Muhammad Firdha.
Usai rapat tertutup, Sekretaris Tim Koordinasi Perencana Rehabilitasi Stadion Mattoanging Muchlis Mallajareng, menjelaskan pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan LKPP Pusat untuk mendapatkan gambaran seperti apa model rehab stadion yang akan dilaksanakan.
Dikatakan Muhlis, rombongan Dispora Sulsel sebelumnya juga telah melakukan kunjungan studi tiru ke Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Berdasarkan hal itu, Muhlis menyebut, akan meniru model konstruksi di GBK untuk rehab Stadion Mattoanging.
“Metode yang cocok adalah design-build atau rancang bangun. Sama dengan GBK dulu waktu menghadapi Asian Games juga seperti itu, rancang bangun,” sambungnya.
Dia mengklaim, penerapan metode design-build ini proyek bisa lebih cepat dirampungkan. Muhlis menargetkan, pengajuan tender rehab Stadion Mattoanging bisa dimulai Desember, diawali dengan lelang manajemen konstruksi (MK). Apalagi, sebelumnya Dispora Sulsel telah melakukan konsultasi dan berharap pendampingan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk percepatan.
“Kita berencana MK dulu dilakukan. Kita harap proses administrasi ini kita rapat. Lalu minggu pertama Desember sudah bisa kita lelang MK-nya,” jelasnya.
Muhlis menuturkan, Tim Koordinasi Perencana Rehabilitasi Stadion Mattoanging berencana melakukan paparan di hadapan anggota DPRD Sulsel.
“Nanti diputuskan perencanaan finalnya bagaimana soal rehab stadion Mattoanging, terutama metode dan rencana lelangnya hari Rabu nanti. Rencana besok (hari ini) juga kita lihat apa hasil pembahasan di Banggar DPRD,” jelas Muhlis.
Lebih jauh dikemukakan, untuk menjadikannya sebagai stadion bertaraf internasional, dibutuhkan anggaran sebesar Rp900 miliar lebih. Pembengkakan anggaran tersebut, menurut Muchlis, merupakan hasil hitungan perencanaan awal konstruksi fisik. Menyesuaikan dengan stadion bertaraf internasional lainnya yang sudah ada di Indonesia.
“Ternyata, dari perencana memberikan gambaran bangunan itu sampai lantai empat gedungnya itu, butuh dana sampai Rp900 miliar lebih. Dan memang itu seperti standar di Eropa. Itu kalau mau standar AFC dan FIFA,” tutur Muhlis yang ditemui selepas rapat.
Menurutnya, anggaran sebesar itu untuk mengakomodir rancangan konstruksi hingga pembangunan fisik. Sudah termasuk fasilitas penunjang lain di stadion semisal ruang ganti, pakaian, ruang latihan, lampu stadion, dan prasarana lain yang dipersyaratkan FIFA.
“Totalnya Rp900 miliar untuk menghadirkan stadion yang ideal sesuai standar FIFA. Semua standar AFC yang dipersyaratkan minimal harus ada, seperti ruang ganti, pakaian, ruang latihan, lampunya, semuanya lengkap,” papar dia.
Lanjut Muhlis, anggaran Rp200 M yang sebelumnya sudah dialokasikan dalam rancangan APBD tahun 2020 juga masih perlu dikaji ulang. Output dari alokasi anggaran tersebut akan dibahas lebih detail peruntukkannya.
“Ini yang belum diputuskan. Masih kita mau rapatkan lagi. Karena kita mau tetapkan outputnya Rp200 miliar,” tambahnya.
Kata Muhlis, Tim Koordinasi Perencana Rehabilitasi Stadion Mattoanging akan menggelar forum group discussion (FGD) membahas kembali perencanaannya, Rabu (27/11/) besok.
Dalam FGD tersebut, pembahasan rehab Stadion Mattoanging tidak hanya dihadiri stakeholder terkait. Namun turut diundang para pemerhati olahraga untuk meminta pandangan terkait rancangan konstruksi stadion yang merupakan kandang PSM Makassar itu.
“Oleh karena itu kita masih mau duduk sama-sama. Insyaallah hari Rabu kita bersama stakeholder, termasuk pemerhati olahraga membahasnya. Bagaimana melihat gambaran rencana Stadion Mattoanging apakah sudah sesuai standar,” tukasnya.
Sementara itu, Asisten II Muhammad Firdha mengatakan, butuh perencanaan dan persiapan yang matang untuk penataan Stadion Andi Mattalatta agar sesuai dengan yang diharapkan. Apalagi, anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit, sehingga dia berharap tim yang terbentuk bekerja maksimal untuk mewujudkan rencana besar tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel Andi Arwien Azis, mengatakan alokasi anggaran yang disiapkan Pemprov Sulsel sebesar Rp200 miliar diharapkan cukup untuk merenovasi stadion Mattoanging menjadi stadion yang bertaraf internasional. Dia pun menargetkan renovasi fisik stadion berkapasitas 15 ribu penonton itu dapat dimulai di awal Januari 2020 mendatang, dan bisa rampung pada Desember tahun yang sama.
Olehnya itu, dia berharap lelang tender bisa secepatnya tuntas untuk melakukan pembangunan. “Kami berharap rencana ini bisa bisa direalisasikan sesuai target,” tandasnya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top