Headline

Izin Tiga Perusahaan Dicabut, 12 Gudang Menyusul


MAKASSAR, BKM — Setelah sempat tertunda beberapa pekan, akhirnya Pemerintah Kota Makassar menyegel tiga perusahaan ekspedisi, Kamis (14/11). Semuanya berlokasi di Jalan AR Hakim, Kecamatan Tallo.
Langkah tegas ini sempat mendapat perlawanan. Kericuhan pun mewarnai. Tim dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar diadang oleh ratusan pengurus asosiasi ekspedisi. Namun berhasil diredam oleh aparat dari tim gabungan kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, diback up personel TNI-Polri.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Andi Muhammad Yasir, mengatakan ada tiga perusahaan yang disegel dan dicabut izinnya. Yaitu CV Meteor Trans, CV Cahaya Majang Raya, dan gudang Mahameru.
Penyegelan dilakukan karena mereka melanggar peraturan perizinan. Sebab izin dari tiga perusahaan tersebut tercatat sebagai kantor administrasi. Namun kenyataannya, dilakukan bongkar muat di lokasi itu.
“Mereka izinnya kantor administrasi, ternyata di situ dilakukan bongkar muat. Ini jelas melanggar. Mereka sudah diberi surat teguran tiga kali berturut-turut oleh pemerintah Kecamatan Tallo,” jelas Yasir, kemarin.
Penyegelan yang dilakukan ini, menurut Yasir, merupakan jawaban terhadap keluhan masyarakat terkait masih adanya gudang yang beroperasi dalam kota. Praktik tersebut mengganggu aktivitas, sehingga mendesak agar gudang itu ditutup.
“Sudah dua kali masyarakat menggelar demo di kantor camat. Mereka merasa terancam dengan kegiatan bongkar muat yang berlangsung di jalan besar ini,” beber Yasir.
Walau sudah menyegel dan mencabut tiga tempat usaha, Yasir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini. Ia menyebut, masih ada 12 gudang dalam kota dan perusahaan ekspedisi yang dibidik untuk diberi tindakan.
Hanya saja, Yasir masih enggan memmbeber kapan dan perusahaan-perusahaan apa saja yang akan ditindaknya. “Ini bukan yang terakhir. Tetap kami akan melakukan penyegelan terhadap tempat usaha yang tidak sesuai dengan aturan. Selanjutnya 12 lagi. Ada gudang, ada ekspedisi,” ungkapnya.
Yasir menjawab pertanyaan mengapa proses penyegelan ini memakan waktu yang cukup lama. Dikatakannya, surat melakukan penutupan tidak bersifat kolektif. Tetapi satu objek satu SK penutupan, supaya memenuhi legal standing.
“Kenapa juga harus ekspedisi dulu? Ya, karena SK-nya lebih dulu keluar,” tandas Yasir.
Kepala Bidang Ketertiban dan Keamanan Satpol PP Pagar Alam, menyebut pihaknya mengerahkan 110 personel untuk mengawal jalannya penyegelan. Selanjutnya, pihaknya akan intens mengawasi gudang yang telah ditutup.
“Pengawasannya ada di kecamatan. Kita juga punya personel di kecamatan. Yang jelas, gudang mereka sudah kita tutup dan tidak boleh lagi ada aktivitas di sana,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan Camat Tallo Andi Zainal A Takko. Kata dia, untuk penertiban ekspedisi selanjutnya ditentukan oleh tim terpadu.
“Yang mengeluarkan SK penyegelan adalah Tim Penindakan Terpadu. Selain tiga ekspedisi, penertiban bertahap akan dilakukan. Tim akan menerbitkan SK. Kami dari pemerintah kecamatan menyampaikan kepada tim terpadu, daftar ekspedisi yang ada di Kecamatan Tallo,” jelas Zainal, kemarin. (nug-jun/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top