Headline

Waspada, Toilet Kampus tak Aman


Rektor UIN Alauddin Janji Sanksi Mahasiswa yang Terlibat

GOWA, BKM — Seorang pria digiring dari dalam ruangan di kantor polisi, Minggu (10/11). Ia mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Kain penutup menyembunyikan kepala dan sebagian wajahnya.
Kapolsek Somba Opu, Polres Gowa Kompol Syafei Rivai lalu merilis kasus ini di halaman mapolsek. Ia didampingi Kasubag Humas Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan.
Dijelaskan bahwa lelaki berinisial AA tersebut adalah mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Samata. AA yang masih berusia 19 tahun diamankan terkait kasus pornografi. Tim Macan Reskrim Polsek Somba Opu meringkus AA, Kamis (7/11) pukul 20.00 Wita di Bundaran Samata.
Dijelaskan Kompol Syafei, pengungkapan tersangka setelah dilakukan olah data gawai. Dari situ ditemukan wajah AA.
Kapolsek kemudian menerangkan kronologisnya. Seorang diri AA memasang kamera mini di dalam toilet mahasiswa. Hasil rekaman ia pindahkan ke gawai, lalu ditonton. Setelah itu dihapusnya.
”Dari pengakuan AA, ia melakukan itu karena sering menonton film porno. Ada tujuh orang yang sudah direkamnya menggunakan kamera mini. Empat wanita dan tiga laki-laki. Semuanya mahasiswa UIN,” ungkap Kompol Syafei.
Video korban yang ada dalam gawai berdurasi 51 menit 21 detik. Kamera mini yang dipakai untuk merekam, diakui AA dibeli seharga Rp150 ribu di Mallengkeri.
Selain di depan closed toilet kampus, lanjut Kompol Syafei, AA juga memasang gawai di plafon toilet. Setiap satu jam usai dipasang, pelaku lalu datang mengambilnya. Setelah itu memeriksa hasilnya. ”Motifnya untuk kepuasan seks pelaku,” ujarnya.
Sebenarnya, aksi AA sudah berlangsung sejak Mei 2019 lalu. Kala itu, pada pukul 12.00 Wita sebanyak lima mahasiswa tengah menuju toilet untuk mengambil air wudhu dan buang air kecil.
Ketika salah seorang mahasiswi masuk ke toilet untuk buang air kecil, tanpa sengaja ia melihat benda mencurigakan. Ia lalu menyiram benda tersebut. Namun karena tidak mudah hilang terbawa air, ia pun berinisiatif memeriksanya. Ternyata ia adalah kamera mini.
Mahasiswi itu pun kemudian memperlihatkan benda temuannya kepada rekannya. Bersama-sama mereka memeriksa dan melihat apa isinya. Ada hasil rekaman di dalamnya. Selanjutnya mahasiswa tersebut melaporkan ke pihak kampus, lalu diteruskan ke Polsek Somba Opu.
Dari pengakuan AA, pada pukul 08.00 Wita ia memasang kamera mini yang dilengkapi memori 8 gigabite (GB). Diletakkan di bagian bawah pipa pembuangan air toilet yang berada di lantai 1 Fakultas Syariah dan Hukum. Kameranya dihadapkan ke closet.
”Kira-kira satu jam kemudian, AA kembali ke toilet. Ia mengambil kamera yang dipasangnya, lalu memindahkan hasil rekamannya ke HP. Setelah itu ditontonnya,” jelas Kompol Syafei lagi.
Karena tidak puas, pada pukul 11.00 Wita, AA kembali memasang memori ke dalam kamera. Lalu meletakkannya lagi di dalam toilet dengan posisi yang sama.
Sejam kemudian ia kembali lagi dan bermaksud mengambil kameranya. Ternyata kamera tersebut sudah tidak ada di tempatnya.
Namun, saat itu pelaku belum berhasil terindentifikasi.
Barulah pada kejadian terakhir, Kamis (7/11) semuanya terbongkar. Seorang mahasiswa mendapati benda yang sengaja disembunyikan di bagian plafon toilet. Setelah diperiksa, itu adalah gawai. Selanjutnya dilaporkan lagi ke pihak kampus.
Menurut AA, gawai tersebut ia pasang pukul 11.00 Wita. Ditempatkan di plafon yang bolong di atas kloset lantai 3 Fakultas Syariah dan Hukum. Namun, saat hendak mengambilnya, gawai tersebut juga sudah hilang.
Penasaran siapa yang mengambil gawainya, AA lalu berinisiatif menghubunginya. Mereka pun saling terhubung dan berkomunikasi. Keduanya lalu janjian. Lokasi yang disepakati di bundaran Samata.
Rupanya pelaku tidak sadar bila ia tengah dijebak. Karena orang yang diajaknya janjian itu adalah personel kepolisian. Tak pelak, pada Kamis malam mereka bertemu. Tapi bukannya AA mendapatkan gawainya. Melainkan langsung ditangkap lalu digiring ke Mapolsek Somba Opu guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Terkait kasus ini, polisi menyita sebuah kamera merek SQ 11 warna hitam. Barang elektronik tersebut diamankan pada bulan Oktober lalu. Ada pula gawai Samsung J1 Ace warna putih. Selembar baju motif kotak-kotak warna biru dan celana jins yang dikenakan saat memasang gawai.
Unit Reskrim Polsek Somba Opu yang mengolah data dari barang bukti gawai milik tersangka, terus melakukan koordinasi dengan pihak kampus. Khususnya untuk pemeriksaan terhadap kamera pengintai (CCTV) yang mengarah ke TKP.
Akibat perbuatan tersangka yang membuat toilet kampus tak lagi aman, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat 1 huruf d, dan atau Pasal 35 Jo Pasal 9 Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Ancaman hukumannya paling tinggi 12 tahun penjara.
Meski belum mengetahui persis kejadiannya dan hanya mengetahui lewat pemberitaan yang ramai, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis berjanji akan memberikan sanksi jika mahasiswa itu terbukti. Sebab perbuatannya telah mencoreng nama baik lembaga pendidikan.
“Belum (tahu), nanti saja. Diproses dulu. Kalau terbukti kita berikan sanksi,” tegasnya melalui gawai, Minggu (10/11).
Apa yang dilakukan AA, menurut Hamdan, tidak dibenarkan oleh pihak kampus. Apalagi sudah melecehkan korbannya yang merupakan mahasiswi. (sar-ita/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top