Sulselbar

LSM Minta Kejati Sulbar Tidak Lakukan Pelemahan


Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Dua Juta Bibit Kopi di Mamasa

BKM/DARMAN ARDI Yulianto

MAMASA, BKM — Dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dua juta bibit kopi di Kabupaten Mamasa, kini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar. Beberapa waktu sebelum terbentuknya Kejati Sulbar, oleh Kejati Sulsel yang menangani kasus ini telah menetapkan satu orang tersangka.
Lalu seperti apa penanganan kasus dua juta bibit kopi di Kabupaten Mamasa tersebut yang terbilang gagal. Wakil Kejati (Wakajati) Sulbar, Yulianto saat dimintai tanggapannya di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Mamasa, Kamis (7/11), mengatakan, prosesnya kita berkoordinasi dulu ke Kejati Sulsel.
”Penanganan kasus itu tetap jalan. Prosesnya kita berkoordinasi dulu ke Kejati Sulsel,” kata Yulianto lalu buru-buru masuk ke mobilnya.
Sementara itu, Ketua Tim Investigasi LSM Anti Korupsi Indonesia Sulbar, Andi Waris Tala, mengatakan, pihak Kejati Sulbar sepertinya ada pelemahan dalam kasus pengadaan bibit di Mamasa.
Sebab ada pernyataan Wakajati dalam sambutanya mengatakan, ada orang yang pernah ditersangkakan stafnya, namun dibebaskan oleh Yulianto yang saat ini menjabat Wakajati Sulbar.
”Pernyataan Wakajati tersebut menurut kami justru memberi ruang bagi pelaku korupsi di daerah ini. Seharusnya Wakajati memberikan warning bagi para pejabat yang ada di Mamasa untuk tidak melakukan korupsi. Tapi, pernyataannya itu justru membuat pelemahan penindakan hukum kepada para pelaku korupsi,” tegas Andi Waris Tala. (dar/mir/c)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top