Sulselbar

Listrik Masuk Desa di Sulbar Terkendala Infrastruktur Jalan dan Pemangkasan Pohon


Syamsul

MAMUJU, BKM — Proses pemasangan jaringan listrik pedesaan sebagai wujud dan komitmen pemerintah terhadap peran BUMN melalui PLN, maka program ini telah dikembangkan di wilayah Sulawesi Barat. PLN dengan komitmennya akan terus melakukan pemasangan jaringan di berbagai desa dan kecamatan di enam kabupaten di wilayah Sulawesi Barat.
Menurut Kepala Supervisor UP2K (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Wilayah Sulbar, ketika ditemui BKM di ruang kerjanya di PLN Wilayah Sulbar, Jumat (8/11), menyatakan, program listrik masuk desa di enam kabupaten di Sulbar tahun 2019, dalam penanganan pekerjaan percepatan pada setiap kontraktor masing-masing desa dan dusun dilakukan pembangunan jaringan dengan anggaran untuk proyek tersebut sebesar Rp37 miliar. Dari anggara untuk wilayah sulbar ini, maka yang akan dibagi berdasarkan tender pelelangan pada setiap rekanan yang lolos pada vendor 10 pelaksana dan 50 kontrak sudah ada SPBJ nya,” ungkap Syamsul.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, masih banyak daerah yang rendah verifikasinya. Itu lebih disebabkan akses transportasi jalan yang tidak mendukung. Salah satunya di daerah Mamasa. Karena akses infrastrukturnya yang menjadi keterlambatan pada proses pemasangan tiang beton.
”Jika ada daerah yang sulit dijangkau karena terkendala infrastruktur maka akan dilakukan pemasangan pada tiang besi,” kata Syamsul.
Selaku kepala pengendalian supervisor perencanaan, kata Syamsul, permasalahan lain yang banyak dihadapi dalam pemasangan jaringan termasuk pemasangan tiang beton adalah pemangkasan pohon. Karena biasanya masyarakat melakukan protes. Sehingga akses tersebut juga jadi hambatan.
Saat ini, tambahnya, sudah ada tujuh desa dan dusun yang sudah beroperasi aliran listriknya. Di antaranya di Labuang Rano, Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju. Juga di Leling Utara, Tommo, dan Periangan, Kabupaten Mamasa. ”Realisasi merupakan wujud dari komitmen PLN kepada masyarakat serta dapat melakukan konektivitas antara program ini dengan daerah dan pusat. Saat ini sudah terpasang jaringan ke masyarakat sekitar 1.000 unit yang akan disambungkan jaringan untuk menyala sekitar Desember 2019,” katanya.
Ditekankan, pihaknya akan terus memprogramkan pemasangan jaringan. Ditahun 2020 mendatang, telah diprogramkan pemasangan listrik desa di enam kabupaten di Sulbar. ”Kita sudah ada persiapan pemasangan pancang tiang beton di sejumlah wilayah desa dan kecamatan. Ada sekitar 1.300 unit tiang pancang beton akan dipasang di daerah yang telah bagus infrastrukturnya. Atau akses jalannya sudah bagus, yakni di Pasangkayu, Polman, Mamasa, Mamuju, dan Mamuju Tengah. Untuk tahun 2019 ini ada sekitar 1.200 unit tiang besi dan 1.000 unit tiang beton telah dipasang di daerah yang akses jalannya baik,” tutur Syamsul. (alaluddin)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top