Sulselbar

RS Regional Sulbar Diakreditasi. Miliki 23 Orang Dokter Spesialis


VERIFIKASI -- Tim akreditasi dari KARS Jakarta sedang melakukan verifikasi administrasi di RS Regional Sulbar.

MAMUJU, BKM — Tim akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Jakarta, melakukan akreditasi di Rumah Sakit (RS) Regional Provinsi Sulbar. Kepala Bidang Pelayanan RS Regional Sulbar, Nur Wardi, ketika ditemui BKM, Rabu (23/10), menyampaikan, tim KARS akan melakukan akreditasi di RS ini selama sepuluh hari atau dari 20 sampai 30 Oktober 2019.
Nurwardi mengatakan, dalam proses akreditasi tersebut, tim KARS dari Jakarta melakukan pemeriksaan berbagai segi administrasi. ”Tim akreditasi dari Jakarta melakukan verifikasi dan pemeriksaan data administrasi dan bergerak pada komite menilai dari 16 Pokja yang akan dinilai terhadap peningkatan mutu dan pelayanan kinerja terhadap petugas. Juga manajemen medis maupun non medis. Untuk akreditasi dasar dan hasil paripurna, maka perolehan penilaiannya harus di atas atau melampaui 80 persen,” katanya.
Dalam penilaian akreditasi, maka jenjang yang harus dilalui mulai dari madya, utama, dan paripurna. Soal peningkatan terhadap kapasitas pelayanan mutu terhadap pasien akan mampu diaktifkan pada ct scan yang saat ini belum difungsikan. Karena belum memiliki aturan Perda untuk memungut biaya. Sehingga walau sarana atau peralatan ct scan sudah ada.
”Kita tentu berharap proses verifikasi berjalan lancar. Sehingga RS Regional Sulbar dapat mencapai peringkat pratama,” katanya seraya menambahkan, tim verifikasi dari KARS Jakarta ini bersifat independen.
Nurwardi mengatakan, saat ini RS Regional Sulbar telah memiliki 23 orang dokter spesialis, terdiri dari dokter umum 19 orang, dokter spesialis penyakit dalam 4 orang, dan 2 orang untuk dokter anak. Hingga kini, RS Regional Sulbar belum memiliki dokter mata dan dokter jiwa.
Sementara itu, Kabid Bimas Kemenag Provinsi Sulbar, Misbar, SAg. MM saat ditemui BKM di sela bersama tim akreditasi RS Regional Sulbar, menyatakan, peran Kemenag dalam hal ini adalah memberikan bimbingan rohaniawan kepada pasien baik muslim maupun non muslim. Bimbingan rohaniawan ada masing-masing petugasnya, yakni untuk muslim dan non muslim. Juga kepada tenaga medisnya.
Misbar juga menyampaikan, pihaknya sangat mendukung terhadap pelaksanaan akreditasi karena menjadi suatu persyaratan. Ia juga berharap kepada tim akreditasi daru Jakarta memberikan penilaian yang baik terhadap item persyaratan untuk akreditasi pada RS Regional Sulbar. (alaluddin)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top