Headline

Pantas di Posisi Apapun


GUBERNUR Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mendoakan SYL masuk dalam jajaran menteri kabinet Jokowi-Ma’aruf. “Kita doakan beliau dapat amanah dari negara. Kita harus bangga,” ujarnya, Selasa (22/10).
Khusus prediksi menteri yang cocok untuk SYL, Nurdin enggan menyebutkannya. Ia memilih untuk menunggu hingga Presiden Jokowi mengumumkannya.
Elit Partai Nasdem Sulsel memberi apresiasi terhadap langkah presiden yang memanggil SYL. Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, mengaku bahwa sejak awal partai pencetus restorasi ini mendoakan SYL jadi menteri.
“Beliau memang layak jadi menteri. Pengalaman pemerintahan yang sukses selama 25 tahun jadi kepala daerah, sebagai politisi yang sukses, dan sosok yang humble. Bahasa Makassarnya sombere. Pak Syahrul profesional, birokrat, akademisi, dan politisi,” ujar Syahar, Selasa (22/10).
Soal SYL diplot untuk posisi menteri apa, wakil ketua DPRD Sulsel ini menegaskan bergantung pada presiden. “Itu kan hak prerogratif presiden. Pos menteri apapun beliau Insyaallah cocok, karena pengalaman dan keadershipnya yang mumpuni,” terangnya.
Wakil Ketua DPW Nasdem Sulsel Arum Spink juga memuji SYL sebagai tokoh yang mumpuni. “SYL tidak saja layak dan pantas masuk di kabinet Jokowi,. Tapi kehadirannya adalah kewajiban. Negeri ini butuh sentuhan seorang pamong senior, berpengelaman, dan punya integritas yang memadai,” jelas Pipink, sapaan akrab Arum Spink.
Belum lagi bicara soal keterwakilan wilayah. SYL bukan lagi refresentasi Sulsel, tapi sudah mewakili Indonesia bagian timur. “Kehadirannya mewakili rasa masyarakat elit hingga kepala suku di pedalaman Papua sekali pun. Apalagi kalau soal kapasitasnya. Status akademik bergelar doktor yang disandangnya menjadikannya pantas disebut politisi plus intelektual di atas rata-rata politisi di negeri ini,” ucapnya.
Menurut Pipink, menjadi Menteri Pertanian atau Menteri Percepatan Desa Tertinggal, bisa jadi pilihan yang tepat buat Jokowi dalam memosisikan Syahrul. “Meski di posisi apapun, saya menilai sebagai orang pernah berinteraksi dalam kemitraan di DPRD maupun dalam diskusi gagasan, di posisi apapun SYL pantas,” tukasnya.
Dosen komunikasi dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad, mengemukakan bila pengangkatan SYL sebagai menteri merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Sulsel. “Beliau sosok yang matang dan diyakini mampu melakukan akselarasi pembangunan di bawah kementerian yang dipimpinnya,” ujar Firdaus.
Dosen politik Unibos DR Arief Wicaksono juga memberi apresiasi. “Ya, kita harus bersyukur jika memang seperti itu. Kita warga Sulsel membutuhkan figur tokoh nasional untuk menggantikan keberadaan Pak JK. Dengan misalnya SYL masuk ke dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf, setidaknya satu harapan telah tercapai. Tinggal harapan lain, seperti bagaimana sosok figur SYL dapat membantu kelancaran pembangunan di Sulsel, atau bagaimana SYL dapat menjembatani kepentingan Sulsel di level nasional,” jelas Arief Wicaksono.

Kebanggaan Gowa

Pemanggilan yang menjadi sinyal SYL akan masuk jajaran kabinet, membuat jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa berbangga. Seperti disampaikan Bupati Adnan Purichta Ichsan dan Wakil Bupati Abd Rauf Malaganni.
Adnan yang juga ponakan SYL, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan dan peluang yang diberikan presiden terhadap pamannya. Tokoh politik Sulsel ini dinilai patut diperhitungkan. Kualitas dan kapabilitasnya sebagai seorang birokrat bukanlah kacangan.
“Tentu saya bangga dan bahagia. Selain sebagai keluarga, ini juga menjadi kebanggaan orang Sulsel, terkhusus Kabupaten Gowa,” kata Adnan.
Pernyataan senada disampaikan Wabup Abdul Rauf Mallagani.
“Kita bangga dengan putra Gowa yang dipanggil ke Istana oleh presiden. Beliau adalah pemimpin teladan bagi kita di Sulsel, khususnya Gowa,” ujarnya, kemarin.
Di mata wabup yang akrab disapa Karaeng Kio ini, SYL merupakan orang yang tepat untuk dipilih oleh presiden.
Kisah Karaeng Kio, sebelum menduduki kursi Gubernur Sulsel, SYL meniti karir di Kabupaten Gowa. Mulai dari lurah, camat, sekretaris kabupaten hingga bupati dua periode.
Mantan camat Manuju ini mengaku masih ingat betul, ketika dirinya dipromosikan menjadi kurah Lanna, Kecamatan Parangloe tahun 2001 silam. Ketika itu ia dilantik oleh Bupati Gowa Syahrul Yasin Limpo.
“Ketika beliau memimpin Gowa, saya dipromosikan menjadi lurah di kampung saya,” aku Rauf Malaganni. Karena itu Rauf pun sangat memiliki kenangan yang baik untuk SYL. ” Beliaulah yang mengangkat dan promosikan saya jadi lurah. Jadi beliau itu adalah suhu saya dalam kepemimpinan,” beber Rauf.
SYL menorehkan sejumlah karya di tanah kelahirannya ketika menjabat bupati Gowa. Mulai dari pembangunan Bendungan Bilibili sebagai pereduksi banjir dan mengalirkannya. SYL membangun Masjid Agung Syekh Yusuf dan Istana Tamalate yang megah untuk mendampingi museum Balla Lompoa. Juga menjembatani pembangunan IPDN Gowa di Kampili, Kecamatan Pallangga.
“Komandan adalah pemimpin yang mengajarkan kejujuran, rendah hati, serta pengabdian kepada masyarakat,” tandas Rauf.
Salah satu buktinya, kata Rauf, yakni ketika dirinya mencatatkan prestasi lurah terbaik pada tahun 2001. “Beliau ikutkan saya lomba kelurahan, dan saya keluar sebagai lurah terbaik se-Indonesia ketika itu. Penganugerahan diekspose di hadapan menteri,” kenangnya. (rif-sar/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top