Headline

Mantan Kades Menuju Kursi Menteri


Syahrul: Saya Tahu Apa yang Harus Dikerjakan untuk Rakyat

MAKASSAR, BKM — Hampir dipastikan, nama mantan gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo (SYL) akan masuk dalam jajaran Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo dan dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Salah satu unsur ketua DPP Partai Nasdem itu dipanggil presiden ke Istana Negara, Selasa (22/10).
Masuknya nama SYL dalam bursa menteri memang sudah beredar dua hari terakhir. Terutama setelah Jokowi-Ma’ruf Amin dilantik.
Syahrul ditemani sejumlah orang dekatnya, yakni Irman Yasin Limpo (None) yang merupakan adik bungsunya, besannya Luthfi Halide, dan mantan Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel di eranya Muh Hatta, melenggang ke istana memenuhi undangan presiden sekitar pukul 09.50 WIB atau 10.50 Wita.
Mengenakan baju lengan panjang putih dan celana panjang hitam, sama seperti warna busana calon menteri lain yang dipanggil, Syahrul dengan senyum semringah dan tak berhenti melambaikan tangan ke wartawan masuk ke pintu VIP yang sudah disiapkan.
Sekitar satu jam lebih mantan bupati Gowa dua periode itu berada di dalam istana sebelum keluar menemui wartawan yang sudah menunggu. Tepatnya, lelaki yang akrab disapa ‘Komandan’ itu keluar sekitar pukul 11.13 WIB atau 12.13 Wita.
Kepada wartawan, Syahrul tidak spesifik menjelaskan akan diplot menjadi menteri apa. Karena lelaki yang juga populer disapa SYL itu hanya diminta untuk membantunya di jajaran menteri.
“Tidak ada penyampaian secara spesifik menteri apa. Bapak Presiden hanya menyampaikan bagaimana membuat 267 juta jiwa penduduk terjamin kehidupannya besok yang lebih baik, damai, tenteram, teratur, dan terpenuhi kebutuhan dasarnya,” jelas SYL.
Kebutuhan dasar yang dimaksud lebih spesifik yang ada kaitannya dengan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan lain sebagainya.
SYL mengaku siap mengemban amanah yang diberikan itu. Apalagi, dirinya mengaku paham betul soal kebutuhan dasar masyarakat tersebut. Dia mengaku itu bukan hal yang baru baginya. Apalagi dia berpengalaman di birokrasi selama puluhan tahun.
“Saya pernah jadi kepala desa (kades), camat, sekda, bupati dua periode, wakil gubernur, dan gubernur Sulsel dua periode. Jadi tahulah apa yang akan saya kerjakan untuk rakyat,” ungkapnya.
SYL membeberkan, saat dirinya mendapat informasi dipanggil ke Istana Negara, dia langsung melapor ke Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Dia mengemukakan, partai menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi soal figur yang akan dipilih sebagai menteri untuk membantunya dalam lima tahun ke depan. Kata SYL, partainya akan selalu siap membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Kami diperintahkan untuk totalitas. Kan komitmen Nasdem, kami yang selalu kritis untuk bangsa dan rakyat. Dan itu kenapa kami konsisten mengawal Bapak Jokowi sebagai presiden. Dengan segala daya yang saya miliki, atas kepentingan negara, bangsa dan rakyat, saya akan bekerja untuk memenuhi harapan Bapak Presiden dan masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Irman Yasin Limpo, adik SYL yang menemani ke istana membocorkan, malam sebelum SYL ke Istana Negara, sebuah pesan singkat dari istana terkirim ke ponsel SYL.
Isinya; ”Yth Pak.Syahrul Y Limpo, Besok (Selasa tgl 22 Okt) pukul 09.50 dijadwalkan diterima Bp Presiden di Istana Merdeka. Utk koordinasi akses masuk dll, mohon berkenan koordinasi dg Deputi Protokol-Pers-Media.”
Dengan acuan tersebut, diketahuilah jika sang kakak bakal masuk ke jajaran kabinet Jokowi-Ma’ruf. Keesokan harinya, Selasa (22/10), dirinya dijemput mobil yang membawa SYL ke Istana Negara.
“Saya juga tiba-tibaji dijemput untuk temani Pak Syahrul ke Istana Negara. Sebenarnya, tepatnya dijadikan supir cadangan,” kelakar lelaki yang akrab disapa None itu.
Usai menghadap presiden, kata None, rombongan SYL langsung menuju salah satu warkop, yakni Warkop Phoenam yang memang merupakan tempat nongkrong orang-orang asal Sulsel di Jakarta. Di sana, SYL berdiskusi dengan berbagai elemen masyarakat.
Syahrul Yasin Limpo saat ini tercatat sebagai politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Saat Jokowi kampanye pada pilpres 2019, Syahrul masuk dalam daftar tim kampanye nasional Jokowi Ma’ruf Amin.
Di Sulsel, SYL terkenal sebagai tokoh dengan segudang prestasi dan gebrakan. Saat menjabat sebagai gubernur, sekitar 200 lebih penghargaan diraihnya.
Program overstok beras menjadi salah satu andalannya. Mulai dari overstok 1 juta ton di awal pemerintahannya, kemudian naik menjadi 1,5 juta ton hingga mencapai angka 2 juta ton.
Di eranya, Sulsel menjadi salah satu provinsi penyangga pangan. Beras Sulsel dikirim ke berbagai daerah di tanah air.
Tingkat pertumbuhan ekonomi Sulsel antara 2008-2017 sebesar 7,2 persen, jauh di atas rerata nasional yang hanya sebesar 5,79 persen.
Indeks pembangunan manusia (IPM) selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan cukup menggembirakan. Pada tahun 2013 nilai IPM 67,92 menjadi 69,76 thn 2016. Pencapaian itu menunjukkan bahwa kualitas kesehatan pendidikan dan kemampuan daya beli masyarakat membaik. Akselerasi IPM Sulsel dalam 10 tahun terakhir mengalami percepatan pertumbuhan sebesar 0,93 persen jauh di atas rerata nasional 0,89 persen.
Khusus infrastruktur berbagai sarana telah dibangun mulai dari jalan ruas Perintis Kemerdekaan-Ir Soetami, pembangunan Bypass Mamminasata dengan panjang 48,25 km. Pembangunan Midlle Ring Road (MRR) sepanjang 7,08 km. Pembangunan jalan ruas Maros-Watampone sepanjang 143,81 km. Pelebaran jalan poros Sungguminasa-Malino, pembangunan tol Mamminasata, menghadirkan empat dam besar, dan masih banyak lagi.
Di dunis politik, SYL adalah mantan gubernur Sulsel yang pertama kali dipilih secara langsung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai bupati di Kabupaten Gowa selama dua periode. Kemudian menjabat wakil gubernur selama satu periode mendampingi Amin Syam. Sebelum akhirnya memenangkan pertarungan dengan Amin Syam dalam pilkada Sulsel pada tahun 2007, setelah keduanya sama-sama maju bertarung sebagai calon petahana.
Pada pilkada Sulsel tahun 2007, SYL berpasangan dengan Agus Arifin Nu’mang yang saat itu sebagai ketua DPRD Sulsel dari Golkar Sulsel. Pasangan tersebut diusung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Sementara rival terberat Syahrul yaitu Amin Syam yang juga ketua DPD Golkar Sulsel diusung oleh koalisi Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Partai Demokrat, ditambah sejumlah partai kecil lainnya. Setelah menjalani persaingan yang ketat, Syahrul akhirnya memenangi pemilihan.
Pasangan ’Sayang’ ini akhirnya menjadi duet pemimpin baru di Sulsel lima tahun, setelah memenangi pilkada langsung pada 5 November 2007 dengan meraih 39,53 persen suara. Menang tipis atas pasangan HM Amin Syam/Mansyur Ramli (Asmara) yang meraih 38,76 persen dan Azis Qahhar Mudzakkar/Mubyl Handaling 21,71 persen. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top