Headline

NA Ajak Dewan Jaga Aib Bersama


MAKASSAR, BKM — Lima orang legislator kini resmi menjadi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka diambil sumpahnya oleh ketua Pengadilan Tinggi Sulselbar dalam rapat paripruna istimewa, Senin (21/10).
Kelimanya adalah Andi Ina Kartika sebagai ketua, serta empat wakil ketua masing masing Syaharuddin Alrif, Darmawangsyah Muin, Ni’matullah Erbe, dan Muzayyin Arif.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Sulsel M Jabir membacakan salinan surat keputusan Menteri Dalam Megeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Dalam sumpah dan janjinya, kelima pimpinan dewan menyatakan akan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Rapat paripurna istimewa dihadiri Forkopimda Sulsel, pimpinan partai politik Sulsel, sejumlah wali kota, wakil wali kota, bupati dan wakil bupati. Termasuk pimpinan DPRD kabupaten/kota se-Sulsel.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam sambutannya, berharap agar pimpinan dewan dapat menjalan amanah dengan sebaik-baiknya. “Selaku gubernur, saya berharap setelah ada pimpinan definitif, bagaimana kita melengkapi AKD (alat kelengkapan dewan). Kedua, menyusun RAPBD tahun 2020. Saya kira kita bisa membangun pencitraan yang baik. Insyaallah APBD kita bisa selesaikan tepat waktu. Saya juga minta OPD untuk tidak jalan sendiri sendiri. Tapi membuat program dengan membangun sinergi dengan parlemen,” ujar NA.
Mantan bupati Bantaeng dua periode itu menegaskan, pelantikan ini adalah momen yang tepat agar dapat membangun program yang bersinergi. Tidak lagi lamban, utamanya serapan anggaran.
“Saya menyakini APBD tak akan sulit jika kita duduk bersama. Pengalaman saya selama 10 tahun menjabat bupati, dua ketua DPRD-nya perempuan. Karena keibuan, maka rasa sayang kepada bupati sangat bagus,” ucapnya.
NA juga mengaku pernah bersaing dengan ketua DPRD Bataeng Andi Sugiarti pada pilbup dan dirinya yang menang. “Setelah itu kami kembali berangkulan. Apalagi Andi Ina ini bukan saingan saya di pilgub,” imbuh NA.
Nurdin juga berharap agar nantinya banyak anggota dewan belajar ke Sulsel terkait bagaimana resepnya membangun sebuah kemitraan.
“Mimpi saya agar banyak orang datang, khususnya anggota dewan ke Sulsel untuk mengetahui bagaimana resepnya membangun sebuah kemitraan. Mesra dengan eksekutif. Mari kita menjaga aib kita bersama,” ujar NA yang juga menitip ucapan selamat atas pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin.
Dalam rapat paripurn istimewa kemarin, empat wakil rakyat tidak hadir. Masing-masing Taqwa Muller, Sofyan Syam, Zulkifli Zain dan Syahrir.
Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika yang dimintai tangapannnya terkait permintaan NA untuk menjaga aib bersama, mengatakan pernyataan gubernur tersebut jangan diartikan secara negatif. Melainkan bagaimana saling menjaga dan menghargai.
“Tentunya kita ingin penyelenggara pemerintah untuk kepentingan Sulsel agar dapat terwujud,” ujarnya.
Soal nasib rekomendasi dari pansus hak angket, politisi Partai Golkar Sulsel ini menegaskan tetap berlanjut. “Jadi rekomendasi itu sudah dikirim ke Kemendagri. Hal itu sebagai salah satu bentuk pengawasan kami kepada pemerintah. Jadi tentu akan dikawal,” tegasnya.

Diantar Ojek Daring

Ratusan mitra ojek daring mengantar Syaharuddin Alrif menuju kantor DPRD Sulawesi Selatan dalam rangka pengambilan sumpah sebagai salah satu pimpinan DPRD Sulawesi Selatan, Senin pagi.
Pengemudi ojek bernama Rahmat mengatakan, dirinya bersama ratusan ojek daring lainnya sepakat untuk menjemput Syaharuddin Alrif di kediamanan pribadinya, perumahan Bukit Baruga Antang untuk diantar ke kantor DPRD Sulsel.
“Kita sepakat untuk menjemput dan mengantar langsung Pak Syahar. Karena bagi kami Syaharuddin Alrif ini wakil ojek online yang menjadi wakil ketua DPRD Sulsel,” jelas Rahmat.
Syaharuddin Alrif mengakui, ojek daring Makassar yang menjemput dan mengantar dirinya ke gedung DPRD Sulsel, merupakan bentuk kebersamaan. Hal itu sudah terjalin sejak dulu.
“Mereka mendengar informasi bahwa hari ini (kemarin) saya dilantik kembali menjadi wakil ketua DPRD Sulsel. Mereka semua datang ke rumah dan mengantar langsung ke kantor. Ini wujud persaudaraan kami, dan tidak hanya sekali ini saja,” tegas Syahar.
Usai dilantik, Syahar ngopi bersama awak media di DPRD Sulsel. Kata dia, hubungan silaturahmi dengan insan pers sangat penting, karena darinya berbagai informasi diperoleh. Dalam beberapa hal, peran pers sama dengan DPRD.
Peran yang selaras dari keduanya yang dimaksud dalam fungsi pengawalan kebijakan ataupun menyerap aspirasi dari masyarakat.
“Pers dan dewan sama-sama berupaya menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena itu dibutuhkan sinergitas untuk mewujudkan apa yang diperjuangkan itu,” harap Syahar
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel ini berharap hubungan yang sudah terjalin baik dengan media selama ini terus berlanjut.
“Politik itu persepsi, kita terus bersama bergerak untuk terus bermanfaat untuk masyarakat. Doakan saya terus amanah di jabatan ini,” pungkas mantan ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel ini. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top