Headline

YOSS Lawan Pemprov, Daftar Gugatan Hari Ini


MAKASSAR, BKM — Pengurus Yayasan Olahraga Sulsel Selatan (YOSS) membuktikan janjinya. Lembaga ini memerkarakanPemprov Sulsel terkait rencana pengambilan secara paksa terhadap sarana Kompleks Olahraga Mattoanging.
Ketua Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Mattalatta kepada BKM di GOR Mattoanging, Kamis (17/10) menjelaskan sikap yang ditunjukan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dinilainya sudah melampaui batas. Untuk itu, Jumat (18/10) hari ini pihaknya segera mendaftarkan gugatan ke pengadilan negeri.
”Besok (hari ini-red) tim kuasa akan mendaftarkan gugatan ke PN. Hal ini sebagai bentuk perlawanan secara terbuka kepada pemprov yang begitu sewenang-wenang atas kami,” tegas Ilhamsyah.
Menurut dia, tindakan pengambilalihan secara paksa hanya akan menimbulkan korban, baik dari pihak pemprov maupun YOSS. Dia memastikan jika rencana pengambilalihan secara paksa diwujudkan, pihaknya siap melakukan perlawanan apapun risikonya. ”Jika itu terjadi, sudah pasti ada korban dari kedua belah pihak. Jadi jangan memaksakan kehendak dengan cara memaksa,” tandasnya.
Negara ini adalah negara hukum, kata Ilhamsyah. Sehingga segala sesuatu yang dipersoalkan, jika tidak bisa ditemukan kata sepakat maka harus diselesaikan melalui jalur hukum. Tidak boleh dengan main paksa.
Karena kalau tindakan pemaksaan itu dilakukan, maka bisa dikategorikan masuk dalam wilayah penyerobotan. Hal itu sudah masuk ranah tindak pidana.
”Saya lihat Pak Gubernur ini sudah kehilangan daya nalar ilmiah sampai harus melakukan tindakan paksa tanpa melalui proses hukum,” cetusnya.
Ilhamsyah juga menyesalkan sikap pemprov yang dinilainya plin plan terkait dengan persoalan yang terjadi. Sebelumnya, pemprov telah menyerahkan masalah ini kepada Kejaksaan Tinggi Sulsel selaku pengacara negara, tapi belakangan mereka bekerja sendiri tanpa melibatkan kejaksaan.
”Datang ke GOR dengan menurunkan Satpol PP untuk memasang papan bicara. Padahal kami awalnya berjalan sesuai prosedur berkoordinasi dengan kejaksaan terkait masalah ini. Ada apa? Sepertinya pemprov telah melecehkan kejaksaan,” tandasnya.
Ilhamsyah mengaku tidak habis pikir dengan kedatangan tim Inspektorat Sulsel untuk mengaudit pengurus YOSS. Padahal YOSS tidak pernah menggunakan dana negara selama masa pemeliharaan fasilitas di bawah naungan YOSS.
”Apa maksudnya Pak Gubernur kirim tim Inspektorat untuk mengaudit kami. Memangnya kami ini pakai uang negara selama ini,” katanya dengan nada tanya.
Sejak sarana olahraga dibangun pada tahun 1957, sekaligus digunakan sebagai tuan rumah PON ke-IV pada 27 September-6 Oktober 1957, tak satu rupiah pun menggunakan uang Pemprov Sulsel. Seluruh biaya pembangunan ditangani oleh Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta kala itu.
”Almarhum semua yang carikan dana pembangunan. Kok sekarang pemprov mau datang audit dengan mengirim Inspektorat. Ini aneh,” ketusnya.
Sehari sebelum mendafarkan gugatan ke pengadilan, pengurus YOSS menemui Wakapolda Sulsel pada Kamis sore kemarin untuk membahas masalah ini. ”Harapan kami, wakapolda bisa menengahi dan memfasilitasi agar tidak menimbulkan konflik. Karena bagi kami jelas, kalau pemprov memaksakan diri, kami akan melawan sambil mengikuti proses hukum di pengadilan. Titik,” tukasnya. (ila)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top