Headline

Terima Kasih JK


MINGGU, 20 Oktober 2019 menjadi hari terakhir bagi Dr (HC) HM Jusuf Kalla menjadi wakil presiden Republik Indonesia. Ia digantikan oleh KH Ma’ruf Amin untuk mendampingi Presiden Joko Widodo di periode kedua pemerintahannya.
Ini merupakan yang kedua kalinya JK mengakhiri jabatannya sebagai wapres. Sebelumnya, tokoh nasional kelahiran Bone, 15 Mei 1942 ini juga pernah menjadi wapres kala Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden.
Lima tahun mendampingi Jokowi untuk periode 2014-2019, ada banyak yang telah dilakukan oleh JK. Berbagai penilaian dilontarkan oleh mereka yang mengenal ayah dari lima putra putri ini.
Anggota DPR RI H Ashabul Kahfi, menyebut sosok JK merupakan profil tokoh bangsa yang kiprahnya merentang dalam banyak dimensi. “Beliau politisi hebat. Wapres dua kali. Pernah jadi Ketua Umum Golkar. Pengusaha sukses sejak muda hingga sekarang. Aktivis organisasi sejak mahasiswa hingga kini. Organisasi yang dipimpinnya pun beragam, mulai organisasi kemanusiaan (PMI), hingga organisasi Islam (Dewan Masjid Indonesia),” ujar Kahfi, Kamis (17/10).
Kahfi yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pantai Amanat Nasional (PAN) Sulsel ini menilai, pada setiap peran yang JK lakoni, selalu maksimal memberikan kontribusi. Baik pikiran, waktu, hingga dana.
”Di zaman SBY, kehadiran beliau bisa menghasilkan dinamisasi kepemimpinan nasional yang progresif. Di era Jokowi, bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi mitra yang dapat memberikan masukan, maupun mengeksekusi berbagai kebijakan strategis. Bahkan di forum PBB, beliaulah yang selalu mewakili Indonesia,” ungkap mantan ketua DPRS Sulsel tersebut.
Dikatakannya, akan sangat susah mencari tokoh bangsa sekaliber JK. Oleh karena itu, meski sebentar lagi jabatan wapres akan ditanggalkannya, namun bangsa ini masih membutuhkan pikiran, dan tenaganya. ”Beliau bisa diberi peran formal, seperti wantimpres ataupun peran-peran informal, seperti yang diakoninya di PMI dan DMI. Bangsa ini harus mengapresiasi peran dan kiprahnya. Terima kasih, Pak JK,” ujarnya.
Hal sama disampaikan anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) HM Aras. Kata dia, pada dasarnya sosok JK adalah tokoh yang hadir ketika sangat dibutuhkan. JK merupakan negarawan sejati. “Beliau punya kelebihan, cepat dan tepat. Bukan sekadar lebih cepat lebih baik. Pak JK juga merupakan tokoh yang humanis, bersahabat dengan siapa saja, serta banyak menginspirasi. Dan yang lebih penting mengayomi seluruh umat,” ucap Aras yang juga ketua DPW PPP Sulsel.
Anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andi Ridwan Wittiri juga memuji sosok JK. “Beliau sangat bagus dan baik,” ujar ARW yang juga ketua DPD PDIP Sulsel.
Politisi Partai Gerindra Andi Idris Manggabarani (IMB) menilai jika sosok JK lahir dan tumbuh dari berbagai proses. “Pak Jusuf Kalla itu sosok kader yang yang menjadi tokoh melalui berbagai proses. Lahir dari sejumlah terpaan-terpaan hingga meniti karir yang sangat baik, baik di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, anggota MPR RI, Menko Kesra hingga dua kali menjabat wakil presiden,” terang IMB, kemarin.
Olenya itu, IMB yang juga pengusaha ini mengaku bangga atas prestasi JK. “Kami bangga memiliki sosok seorang JK. Menurut saya, apapun yang disentuh oleh Pak JK selalu berhasil. Utamanya terkait perdamaian nasional hingga perdamaian dunia. Semoga akan hadir JK yang baru dari Sulawesi Selatan” ucap ketua DPD Gerindra Sulsel ini.

Tugas Sosial

Sosok Wapres JK memiliki kepribadian yang baik. Yang lekat dari JK adalah sederhana, cerdas, santun, tegas dan juga bawaan damai.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Islami Center Al Markaz Al Islami Prof DR H Basri Hasanuddin mengatakan, JK begitu sangat dibanggakan dan dihormati rakyat. Selama mendedikasikan diri sebagai wapres, ia telah banyak membuktikan jasa-jasa memajukan bangsa dan negara. Pengabdiannya sangat maksimal.
“Beliau adalah tokoh yang sangat dihormati dan kami banggakan. Luar biasa pengabdian dan jasa-jasa beliau. Kami tentu sangat terharu karena beliau akan mengakhiri jabatan dan pengabdiannya untuk bangsa dan negara ini sebagai wakil presiden,” ujarnya.
Namun dengan melihat kepribadian JK yang merakyat dan sosial, maka diyakini JK masih tetap aktif memberi kontribusi dan dedikasinya. Apalagi ia masih aktif di berbagai organisasi, seperti PMI hingga Dewan Masjid Indonesia.
“Saya kira beliau itu orang yang hebat. Jadi masih tetap memberikan pengabdiannya di mana pun. Beliau banyak terlibat dalam organisasi, khususnya PMI dan Dewan Masjid,” tambahnya.
Dia pun berharap, dengan pengalaman JK yang sangat banyak serta sukses dengan program-program, sumbangan pikirannya dapat dimanfaatkan untuk bangsa dan negara.
“Saya kira masih tetap sibuk dengan tugas-tugas sosial. Bahkan ada hikmahnya juga, karena mungkin beliau bisa fokus dan berkonsentrasi dengan tugas-tugas sosial,” tutupnya.
Di mata Asni Tayeb selaku bendahara Pengurus Yayasan Islami Center Al Markaz, JK adalah sosok yang tegas, sederhana dan pemimpin yang cerdas. Ia begitu mengenal sang wapres.
“Kami berharap Pak JK tetap membimbing pengurus yayasan. Apalagi beliau pendiri Masjid Al-Markaz,” imbuhnya.

Tentang JK

Dr (HC) Drs H Muhammad Jusuf Kalla lahir di Watampone, Kabupaten Bone, 15 Mei 1942. Ia adalah wapres Indonesia ke-10 dan 12 yang menjabat sejak 20 Oktober 2014. JK merupakan wakil presiden Indonesia pertama yang menjabat dua kali secara tidak berturut-turut.
Dalam masa jabatannya yang pertama, periode 2004-2009, ia merangkap sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya. JK menjadi calon presiden bersama Wiranto dalam pilpres 2009 yang diusung Golkar dan Hanura.
Pada 19 Mei 2014, JK secara resmi dicalonkan sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo. Pasangan ini diusung oleh lima partai yaitu PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura, dan PKPI.
JK merupakan anak ke-2 dari 17 bersaudara pasangan suami istri Haji Kalla dan Athirah, pengusaha keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group. Bisnis keluarga Kalla meliputi beberapa kelompok perusahaan di berbagai bidang industri. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.
Tahun 1968, Jusuf Kalla menjadi CEO dari NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang dari sekadar bisnis ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, dan telekomunikasi.
JK menikah dengan Hj Mufidah Miad Saad, dan dikaruniai seorang putra dan empat putri, serta sepuluh orang cucu. Kelima putra putri JK adalah Muchlisa Jusuf, Muswirah Jusuf, Imelda Jusuf, Solichin Jusuf, dan Chaerani Jusuf. (arf-rif/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top