Headline

Plt Kadishub Jadi Korban Pak Ogah


NA: Capek Kita Menegur, Ganti Saja

MAKASSAR, BKM — Kehadiran orang-orang yang membantu membelokkan kendaraan di bukaan jalan atau yang biasa disebut pak ogah, banyak dikeluhkan pengguna jalan. Hal itu terjadi karena keberadaan mereka kerap memicu terjadinya kemacetan.
Instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan Sulsel sudah melakukan beberapa penertiban. Namun, ibarat rumput liar, hari ini ditertibkan, besok muncul lagi.
Sejauh ini, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menilai Dinas Perhubungan (Dishub) belum maksimal dalam melakukan penanganan.Malah, dia mengatakan jika persoalan tersebut tidak mampu diatasi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Sulsel Fahlevi.
Nurdin mengatakan, sudah berulangkali memperingatkan hal ini ke Fahlevi. Ia diminta untuk berkoordinasi dengan Dishub Kota Makassar soal penanganannya. Namun tak kunjung dilakukan.
“Saya tidak paham ini Plt Kadishub. Sudah seringkali saya ingatkan,” ujar Nurdin Abdullah.
Masalah Pak Ogah, kata Nurdin, tak bisa ditolerir. Pemprov dan Pemkot Makassar harus bersinergi untuk mengatasinya. “Harusnya kita malu sama warga Makassar. Hal seperti ini saja tidak mampu dituntaskan,” tuturnya.
Kata Nurdin, ia ingin segera mengganti Fahlevi menjadi plt kadishub. Dalam waktu dekat posisi itu akan dilelang. Fahlevi menjadi korban dari masih maraknya Pak Ogah.
Memang, selepas ditinggal Ilyas Iskandar karena dicopot pada bulan Juli lalu, hingga saat ini posisi kepala Dishub masih dijabat plt.
“Capek kita menegur terus hal yang sama. Diganti sajalah,” cetus mantan bupati Bantaeng itu.
Dari data Dinas Perhubungan Kota Makassar, setidaknya ada 17 titik yang dihuni oleh Pak Ogah setiap harinya. Terbanyak ada di kawasan Panakukang.
Menurut Humas Dishub Makassar Abdul Asis, yang jadi masalah adalah dominan dari mereka dilakoni oleh anak-anak di bawah umur. “Masalahnya juga anak-anak di bawah umur banyak yang lakukan. Padahal selain mengganggu ketertiban umum, ini juga berbahaya,” ujarnya.
Meski meresahkan dan berbahaya, belum ada langkah tegas dari pemprov ataupun pemkot untuk mengatasi hal ini. “Karena selalu muncul dan muncul lagi. Padahal segala macam cara sudah dilakukan untuk penertiban,” tandasnya.
Sebenarnya, penertiban Pak Ogah sudah beberapa kali dilaksanakan. Seperti operasi terpadu yang terdiri dari Dishub Sulsel, Dishub Makassar, Satpol PP, TNI dan Polri pada pertengahan September lalu.
Pada penertiban waktu itu, terjaring 17 Pak Ogah yang kerap beroperasi di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo hingga ke Jalan Printis Kemerdekaan Makassar.
Para Pak Ogah tersebut dibawa ke kantor gubernur untuk didata. Selanjutnya mereka dicukur plontos oleh petugas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Pahlevi Yusuf mengatakan, para Pak Ogah tersebut menjadi permasalahan sosial yang meresahkan pengendara di jalan raya. Mereka pun berpotensi melakukan tindakan kriminal saat penegendara tidak memberikan sejumlah uang.
Permasalahan sosial lain, kata Pahlevi, para Pak Ogah berpotensi terus bertambah karena mereka memanggil teman-temannya bekerja menekuni profesi ini. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top