Headline

Dilempari Batu, Dipanah, dan Dibom Molotov


Tempat Usaha Tiga Kali Mendapat Teror

MAKASSAR, BKM — Hari baru saja berganti, dari Selasa (15/10) ke Rabu (16/10). Jarum jam menunjuk pukul 00.45 Wita.
Di tengah malam itu, warga Jalan Alauddin 2, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate mendadak gaduh. Mereka yang masih terjaga bersama pengendara yang lewat, ramai-ramai berkerumun di depan sebuah tempat usaha foto copi.
Baru saja terdengar sebuah ledakan yang diduga bersumber dari bom molotov. Tempat yang jadi sasaran teror itu milik Hamsir. Beruntung, tak ada korban jiwa dari aksi yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut.
Aparat Polsek Tamalate yang dipimpin Panit II Opsnal Ipda Sugiman langsung datang ke lokasi sesaat setelah kejadian. Mereka langsung mengamankan lokasi serta mengambil keterangan saksi-saksi.
Menurut penuturan Hamsir, saat kejadian dirinya masih berada di dalam tempat usahanya yang diberi nama HR-Komputer. ”Saya sementara di dalam melakukan penjilidan skripsi. Ttiba-tiba dua orang datang lalu membuang bom molotov. Seketika itu api membesar dan membakar kursi plastik warna merah yang ada di ruangan,” ujar Hamsir.
Dia mengaku bahwa tempat usahanya telah tiga kali mendapat teror. Peristiwa itu berlangsung dalam rentang waktu lima bulan lalu.
“Lima bulan lalu saya juga pernah mendapat teror. Pelaku juga melempar tempat usaha kami dengan menggunakan batu. Tidak lama setelah itu, ada lagi yang memanah. Kali ini dengan melempari tempat usaha kami dengan bom molotov,” terang Hamsir.
Meski sudah berulang lagi, Hamsir mengaku tidak mengetahui apa sebabnya pelaku melakukan teror. Sebab dirinya tidak pernah bermasalah dengan orang lain.
“Saya tidak pernah bermasalah dengan orang. Tidak tahu juga sampai saya diteror. Kejadian ini bukan pertama kalinya. Tapi sudah yang ketiga,” ujarnya.
Usaha milik Hamsir dirintis sejak tahun 2010 silam. Selama sembilan tahun menggelutinya, ia mengaku tidak pernah memiliki musuh atau semacamnya. Tidak ada pula anak-anak remaja yang berkumpul di tempatnya.
Seorang saksi bernama Wahyu (18) menyebutkan ciri-ciri pelaku. Kata dia, OTK tersebut berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor jenis metik warna hitam-merah.
Panit II Opsnal Polsek Tamalate Ipda Sugiman mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas pelemparan bom molotov di Jalan Alauddin 2. ”Kita sudah mengambil keterangan pemilik tempat usaha dan saksi. Kasusnya masih kami lidik. Pelaku dalam pengejaran,” pungkasnya. (ish/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top