Headline

Ratusan Kilo Botol Plastik Terkumpul di F8


MAKASSAR, BKM — Dua event besar dihelat di Makassar pada akhir pekan kemarin. Yakni Makassar International Eight Ferstival and Forum atau F8, dan Festival Pesona Lokal di CCC Makassar. F8 berlangsung 11-13 Oktober, sementara Festival Personal Lokal dilaksanakan sehari, yakni Sabtu (12/10).
Konsep berbeda dengan menggunakan botol plastik sebagai tiket masuk, membuat pelaksanaan F8 menjadi event ramah lingkungan. Ratusan kilogram botol plastik berhasil dikumpulkan selama kegiatan berlangsung. Ajang ini membuktikan keseriusannya dalam mendukung pemerintah terkait meminimalisir penggunan plastik di Indonesia.
Pada hari pertama event Top 10 Wonderful Indonesia ini, berhasil mengumpulkan sekitar 100 kilogram botol plastik bekas dari masyarakat yang berkunjung. Mereka masuk ke lokasi festival setelah menyerahkan botol bekas yang dibawanya.
Direktur PT Festival 8 Indonesia Sofyan Setiawan mengungkapkan, hasil pengumpulan botol plastik tersebut merupakan hasil kerja sama antara F8 Makassar dan Octopus Indonesia.
“Octopus merupakan flatform digital yang bergerak dalam penanggulangan sampah di Indonesia atau dikenal sebagai Mall Sampah,” kata Wawan, sapaan Sofyan.
Sekadar diketahui, selain masuk dengan membawa botol plastik bekas, masyarakat juga bisa mendownload aplikasi Octopus di android dan IOS. Kemudian memperlihatkannya kepada panitia.
Jika tidak membawa botol dan tidak mendownload, masyarakat akan dikenakan denda senilai Rp20.000.
“Denda tersebut kami berlakukan agar masyarakat paham bahwa sampah plastik bisa kembali jadi uang dan betapa pentingnya meminimalisir penggunaan plastik demi keberlangsungan bumi lebih baik,” jelasnya.
Selain pemggunaan botol plastik sebagai tiket masuk, yang menarik dari F8 tahun ini adalah pelibatan ratusan penari cilik. Bukan hanya dari Makassar, namun juga dari berbagai daerah.
Wawan menyampaikan, pembukaan F8 Makassar tidak hanya diramaikan penari dari Sulawesi Selatan, tapi juga Sleman dan Yogyakarta.
Founder PT Festival 8 Indonesia Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, F8 2019 kali ini terlaksana karena adanya dukungan penuh oleh Kementerian Pariwisata.
“Terima kasih kepada semua yang telah membantu, khususnya Kementerian Pariwisata yang betul betul memberikan dukungan penuh F8 2019,” kata Danny, sapaannya.
Menurut Danny, F8 kali ini merupakan yang terbaik dari sebelumnya. Karena dilaksanakan di tempat yang sama sekali belum pernah dikunjungi oleh masyarakat. Apalagi, di tempat kegiatan tersebut mampu menyatukan dua konsep, yakni lokasi masa depan dan delapan kebanggaan masyarakat.
“Kalau dikasih lagi selama tiga tahun, maka kita akan buat F8 jauh lebih baik dari hari ini. Bahkan jauh lebih meriah,” tandasnya.
Staf Ahli CoE Kemenpar RI Tazbir mengagumi pelaksanaan F8 2019 yang begitu spektakuler dari tahun sebelumnya.Ia mengatakan, begitu banyak event yang ada di Indonesia, namun F8 tahun ini memiliki view terbaik. Ia pun meminta pelaksanaan tahun depan 2020 agar lebih spektekuler lagi.
“Banyak event di Indonesia tapi F8 view terbaik. Tahun depan kalau diadakan, bagusnya backdropnya dihilangkan. Biar tamu menghadap laut, terus kapalnya dikasih lampu biar kelihatan. Ini ini tempatnya bagus dan sangat cocok untuk dilaksanakan tahun depan,” ujarnya.
Olehnya itu, Tazbir meminta founder dan seluruh tim kreatif F8 untuk mempertahankan F8. Karena event ini bukan hanya saja menjadi kebanggaan Makassar dan Sulawesi Selatan, tetapi sudah menjadi kebanggaan Indonesia.

Festival Pesona Lokal

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah hadir pada Festival Pesona Lokal di CCC, Sabtu, (11/10). Kegiatan bertema ‘Rasakan Sensasi Pesona Lokal’ ini digelar di enam kota lainnya di Indonesia yaitu Medan, Bali, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.
Ada beberapa kegiatan yang mewarnai event tersebut. Salah satunya adalah Parade Karnaval Budaya. Di mana para peserta hadir dengan berbagai kostum dengan kearifan lokal. Ada yang mengenakan kostum model kapal pinisi, kupu-kupu dan rusa. Bukan hanya dari Sulsel, tetapi peserta dari provinsi lain di kawasan timur Indonesia.
Selain itu, festival juga diisi lomba tari lokal kontemporer, lomba desain motif khas lokal kontemporer, kompetisi ala selebgram lokal, festival kuliner dan foodtruck, dan permainan lokal serta bazaar aneka produk lokal.
Gubernur menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara dan peserta terhadap kearifan lokal yang dihadirkan. Hal ini juga mendukung pariwisata yang ada.
“Insyaallah, dua hingga tiga tahun ke depan, beberapa kawasan wisata strategis kita akan hadir. Karena tahun ini dan tahun depan kita akan perbaiki konektivitas,” kata Nurdin Abdullah.
Infrastruktur objek pariwisata di Sulsel juga diperbaiki. Nurdin menyebutkan, Sulsel memiliki Danau Towuti dan Danau Matano yang tidak kalah dengan danau-danau di Eropa.
“Tidak kalah dengan danau-danau yang ada di Eropa. Kita punya lebih bagus. Cuma memang akses, infrastruktur dan fasilitas yang masih kurang,” sebut Nurdin Abdullah.
Selain itu, Nurdin juga menyebutkan keunggulan lain yang dimiliki Sulsel, yakni Pantai Bira di Bulukumba yang begitu cantik. Demikian pula dengan gugusan terumbu karang di kawasan Takabonerate, Kabupaten Selayar.
“Di Pulau Selayar kita bisa bermain-main dengan hiu. Sesuatu pesona yang luar biasa,” jelasnya.
Demikian juga dengan Toraja dan Makassar. Di Toraja, hadir bandara Buntu Kunik. Pada Desember tahun ini sudah dapat didaratu oleh pesawat jenis ATR 72. Di Makassar, unggul dengan kuliner seafoodnya. (nug-rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top