Headline

Kekuatan SYL-NH Bisa Menyatu


Pengamat Sebut Tiga atau Empat Pasangan di Pilwali Makassar

MAKASSAR, BKM — Pemilihan wali kota Makassar tinggal menghitung bulan. Partai politik kini memasuki tahapan penjaringan bakal calon yang akan diusung pada perhelatan politik 23 September tahun depan.
Ada banyak kandidat yang bermunculan. Mereka juga sudah mendaftar di sejumlah parpol, dengan harapan kelak bisa diusung.
Siapa yang akan menjadi calon wali kota dan wakil wali kota pun mulai ramai dibicarakan. Tak terkecuali pasangan masing-masing kandidat.
Dua tokoh penting dalam percaturan politik Sulsel disebut-sebut akan menyatukan kekuatan dalam pilwali. Yakni mantan gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid.
Adik kandung SYL, yakni Irman Yasin Limpo dikabarkan bakal dipaketkan dengan salah satu saudara atau putra dari NH, sapaan karib Nurdin Halid. Hanya saja, siapa kerabat NH itu, belum diketahui secara pasti. Sebab belum ada di antara keluarga NH yang melakukan sosialisasi.
Sebuah sumber menyebutkan, nama Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Andi Nurhaldin Nurdin cukup pas mendampingi mantan kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulsel itu di pilwali mendatang.
Ponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), yakni Munafri Arifuddin alias Appi juga mulai bersosialisasi. Mantan calon wali kota ini tentunya tak ingin gagal lagi di pilwali tahun depan. Menantu HM Aksa Mahmud ini disebut-sebut akan maju bersama Syamsu Rizal alias Deng Ical, atau Dr Alimuddin dari PDIP.
Paket lainnya yakni Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto. Danny juga disebut punya peluang untuk menggandeng Dr Sukriansyah S Latif, Dr Alimuddin maupun Dr Andi Yusran Paris dari PAN.
Poros lain masih ada nama Syarifuddin Daeng Punna, Dr Iriyanto Baso Ence, Muhammad Ismak, dr Fadli Ananda hingga Onasis.
Hingga kini, pendaftaran, penjaringan serta seleksi bakal calon (balon) Wali Kota Makassar di partai politik masih terus berlangsung. Satu demi satu parpol telah membuka pendaftaran dan penjaringan. Dimulai dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Perindo, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Namun, masih ada partai yang belum membuka penjaringan. Yakni Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Partai Hanura. Begitu pula dengan Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Garuda, dan PSI.
Suwadi Idris dari Indeks Politik Indonesia (IPI), menyebut dari hasil kajian lembaganya paling sedikit ada tiga pasangan yang bakal diusung oleh koalisi parpol.
”Kajian lembaga saya, untuk jalur parpol maksimal tiga pasangan. Yang berpeluang maju lewat jalur parpol, paling besar kans nya adalah Munafri Arifuddin, Ramdhan Pomanto, Irman Yasin Limpo, Syamsu Rizal, dan Sukriansyah S. Latief. Namun dari lima nama tersebut, hanya tiga yang berpotensi lewat parpol. Tinggal mereka berlima bersaing maju lewat parpol,” ujar Suwadi, Minggu (13/10).
Suwadi menjelaskan bahwa Appi diprediksinya mampu menggandeng empat sampai lima parpol sebagai pengusung. ”Selebihnya diperebutkan keempat kandidat lainnya,” tambahnya.
Nurmal Indrus dari Nurani Strategic, mengungkapkan bahwa jika melihat komposisi fraksi dan kursi di DPRD Makassar, maka memungkinkan terulang pilwali 2013, yakni hingga 10 pasangan calon (paslon). Itu ditambah dengan perseorangan.
“Tapi, kemungkinan terjadinya koalisi besar bisa saja terjadi, mengingat beberapa figur saya lihat fight dengan mendaftar di beberapa parpol. Kalau untuk pendaftaran parpol, tak bisa dijadikan dasar. Karena kecenderungan selama ini ada banyak calon yang tiba-tiba muncul walau tak melakukan pendaftaran di parpol itu,” ujar Nurman, kemarin.
Peluang mendapatkan parpol bagi figur, menurut Nurmal, akan sangat dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, tingkat popularitas dan elektabilitas mereka tinggi. Kedua, kemampuan finansial.
“Saya pikir faktor kader bukan lagi hal utama. Meski dia kader parpol, tapi jika keterpilihan dianggap rendah maka harus minggir. Maka figur-figur seperti Danny Pomato, Syamsu Rizal, Munafri, Irman YL, sangat berpeluang mendapatkan parpol,” ucapnya.
Deddy Alamsyah Mannaroi dari Duta Politika Indonesia (DPI) juag mengungkapkan prediksinya. “Kalau saya melihat ada tiga sampai empat pasang yang maju. Adapun parpol yang menjadi rebutan ialah Golkar, Nasdem, PDIP, dan Gerindra. Parpol harus tetap mengedepankan survei politik sebagai pertimbangan untuk mengusung calon. Jangan lagi mengedepankan kader, tapi realitas politik lapangan masih relatif minim,” jelas Deddy Alamsyah.
Dosen politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono juga memberi analisa yang nyaris sama. “Saya melihat ada kecenderungan tiga atau empat pasangan yang maju,” ujar Arief.
Dia lalu menyebut empat pasangan tersebut. Yakni Danny, Deng Ical, Appi, dan None masing-masing dengan wakilnya. “Partai yang dilirik sangat bergantung dari komposisi calon wakil. Terutama kalau calon wakil berasal dari partai politik. Danny adalah kader Nasdem, jadi ada kemungkinan ia diusung Nasdem. Itu jika RMS tidak memberikan rekomendasi Nasdem kepada Pak None, karibnya,” beber Arief.
Kemudian, Deng Ical adalah kader Golkar. Jadi ada kemungkinan Deng Ical diusung Golkar. Itu jika Golkar tidak kembali mengusung Appi.
“Intinya, partai politik masih cair dan dinamis. Tetapi figur sudah akan mulai mengkerucut,” pungkasnya. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top