Metro

Rela Korbankan Waktu Sekolah untuk Kegiatan Anak


Muhammad Hajirin Nur, Forum Pemerhati Anak Indonesia (2-Habis)

ist DEKAT--Muh Hajirin Nur sangat dekat dengan anak-anak termasuk anak sebayanya. Ia terus berjuang untuk menjadikan anak-anak Indonesia bisa lebih baik kehidupannya dan bisa menikmati pendidikan yang layak.

MELAKUKAN kerja-kerja sosial dalam wadah Forum Pemerhati Anak sudah pasti cukup menyita waktu. Apalagi, saat ini, Hajirin masih duduk di bangku sekolah.

Laporan: RAHMA AMRI

Jika lagi ada program yang harus dilaksanakan, putera pasangan Usman Musa dan Nurlaila harus pintar-pintar membagi waktu.
Itu menjadi tantangan baginya, bagaimana bisa melaksanakan kewajiban bersekolah, namun tugas-tugas di forum juga bisa terakomodir.
“Kalau ada kegiatan yang sangat penting dan itu tanggung jawab yang besar, saya harus mengorbankan waktu sekolah. Begitu juga sebaliknya. Namun jika pekerjaan tidak terlalu urgen dan masih bisa dihandle yang lain, tentu saya lebih mementingkan sekolah,” tambahnya.
Dia mengatakan, salah satu hal positif yang didapat dari ambil bagian dalam Forum Pemerhati Anak tersebut adalah bagaimana belajar manajemen waktu.
Beruntung karena kedua orang tuanya mendukung aktifitas yang dijalaninya tersebut.
Selama satu tahun lebih terlibat dalam organisasi sosial tersebut, banyak pengalaman dan pelajaran yang diambil.
“Dengan berkegiatan di Forum Pemerhati Anak ini, aaya bisa belajar bagaimana berkomunikasi efektif dengan anak-anak, orang tua, dan pemegang kebijakan alias pemerintah,” ungkapnya.
Dari pengalamannya selama ini berinteraksi dengan anak-anak, remaja ini mengatakan, butuh strategi atau pendekatan berbeda-beda saat melaksanakan tugas di lapangan.
Apalagi, tidak selamanya, kehadiran mereka langsung diterima dengan tangan terbuka. Baik dari sang anak sendiri, maupun orang tuanya.
“Terkadang ada anak yang tidak suka kedatangan kami. Namun ada juga yang suka. Ada yang masih tertutup dengan kehadiran kami karena kondisi lingkungan ekonomi yang membuat mereka tertutup. Tapi kami terus berupaya untuk melakukan pendekatan pada anak tersebut agar bisa bersama kami dan kami bisa perjuangkan mereka,” ungkapnya.
Selanjutnya, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana meyakinkan orang tua bahwa mereka hadir membawa program yang bermanfaat bagi anak-anak mereka.
“Terkadang ketika kami membuat kegiatan bersama anak-anak, ada orang tua yang marah atau tidak senang dengan kedatangan kami,” ungkap Hajirin.
Alasannya, tambah dia, karena sang anak harus pergi bekerja. Kedatangan Hajirin dan tim lain dianggap mengganggu aktifitas ekonomi sehingga anak-anaknya ditutupkan akses untuk ikut kegiatan yang diusung.
Tantangan lain yang dihadap adalah
lingkungan terkadang tidak mensupport mereka. Programnya masih dipandang sebelah mata.
“Padahal kami datang untuk mensupport dan memperjuangkan hak anak,” tambahnya.
Dia mengaku masih prihatin dengan kondisi sebagian besar anak-anak, khususnya yang ada di Makassar saat ini.
Yang seharusnya belajar dan bermain, bergembira tanpa beban, tapi kondisi keluarga mereka memaksa untuk memikul tanggung jawab mencari nafkah. Belum lagi anak-anak yang bersentuhan dengan kriminalitas. Ada yang nge-lem, dan sebagainya.
Harapannya, melalui wadah Forum Pemerhati Anak tersebut, minimal ada yang bisa dilakukannya untuk berbagi.
“Ketika anak-anak bisa bahagia dan dapatkan haknya, kami sangat senang. Itu menyentuh hati kami dan menjadi motivasi untuk terus berjuang melihat anak-anak bahagia,” tandasnya.
Dia mengaku, banyak suka dan duka yang dirasakan selama bersentuhan dengan anak-anak. Khususnya anak-anak yang berada dalam garis kemiskinan.
Terkadang, kata dia, jika dirinya terjun ke lapangan untuk melakukan pendataan, apalagi jika ada program yang harus melibatkan anak-anak, orang tua mereka memandang curiga. Bahkan ada yang menutup akses bagi anak-anak mereka. Akibatnya, dia bersama tim tidak bisa bekerja maksimal.
Sementara sukanya, jika bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak. Program yang mereka laksanakan membuat perubahan dan kebahagiaan kepada anak-anak.
“Bersentuhan dengan dunia anak banyak suka dukanya. Tapi semua dinikmati karena menjadi bagian dari resiko kerja-kerja yang saya lakukan,” tandasnya. (*)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top