Sulselbar

Perlu Ada Sinergi Dalam Penanganan Permasalahan Ibu dan Anak


WORKSHOP -- Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulbar, Darma Ansar, Deputi Perlindungan Anak pada kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Indra Gunawan, pemateri Misran Lubis, dan Ketua Forum PUSPA Sulbar, Muh Jayadi saat pelaksanaan workshop yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempua dan Perlindungan Anak Provinsi Sulbar yang berlangsung di Hotel d'Maleo Mamuju.

MAMUJU, BKM — Masyarakat harus terus didorong partisipasi dan pelibatan terhadap lembaga masyarakat. Utamanya di Provinsi Sulawesi Barat. Demikian disampaikan Deputi Perlindungan Anak pada kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Indra Gunawan, di hadapan para peserta workshop tentang kemitraan strategis berkelanjutan yang berlangsung di Hotel d,Maleo mamuju, Rabu (9/10).
Workshop ini turut dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulbar, Dra Darma Ansar dan Ketua PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Sulbar, Muh Jayadi, SAg. Workshop ini sendiri dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulbar.
Diungkapkan, dalam melihat daripada isu perempuan dan anak, perlu dilaksanakan secara baik. Juga dilakukan penanganan sinergi dengan pemerintah. Ke depan, peran pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sulbar harus pula ada peran serta dari Puspa Sulbar yang dilakukan secara bersama-sama.
”Program yang ada dan dan program Puspa kiranya mampu memperkuat terhadap perannya kepada masyarakat. Juga, agar dilakukan kolaborasi. Sehingga forum Puspa di Sulbar akan lebih maju,” ujar Indra Gunawan.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulbar l, Darma Ansar, mengatakan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memang banyak permasalahan yang muncul. Sehingga permasalahan itu harus diselesaikan.
Darma mengatakan, Sulawesi Barat berada pada peringkat ketiga dari Papua terhadap peran pemberdayaan perempuan. Juga pada tingkat kematian ibu dan anak di Sulbar, diakui tertinggi. Jadi akan dilakukan perbaikan pada sistem. Sehingga akan bisa memberikan dampak positif dan sebuah perubahan.
‘”Sulbar malaqbi ini, telah memiliki visi dan misi terhadap pembangunan. Gubernur Sulbar akan mencanangkan enam kabupaten di Sulbar sebagai kabupaten ramah anak,” terang Darma.
Darma juga mengharapkan kepada forum Puspa untuk berperan dalam menangani permasalahan ibu dan anak dengan cepat dan tepat. Sehingga pada setiap masalah perempuan dan anak di Sulbar akan tertangani dengan baik.
Sementara itu, Halima salah seorang peserta dari Puspa Mamuju, mengatakan, dalam kaitan perlindungan anak di Sulbar, salah satunya untuk menekan angka kekerasan terhadap anak di Sulbar. Untuk itu, peran terhadap Puspa Sulbar akan melakukan pergerakan dalam penanganan terhadap komisi perlindungan anak di Sulbar. Utamanya ditahun 2020 mendatang. Juga, adanya peran dan perhatian tingkat kabupaten dalam penanganan masalah ditingkat desa. Yakni dengan adanya melahirkan ditingkat desa di Kabupaten Mamuju.
Halima juga menyoal peraturan desa. Di antaranya penanganan masalah stanting. Juga pada penanganan masalah perlindungan anak. Termasuk sudah ada di Kabupaten Mamuju, yakni di Desa Bambu dan Desa Pattidi terhadap peran desa dalam membentuk peraturan desa tersebut.
Pemateri lainnya, Misran Lubis, SA, mengemukakan tentang peran forum Puspa Ini harus mampu mengedepankan pada kesejahteraan masyarakat. Maka langkah yang dilakukan harus mampu mendorong terhadap tingkat potensi di tengah masyarakat, baik yang ada pada tingkat pedesaan dan kecamatan. Sehingga pada permasalahan UMKM di masyarakat itu akan mampu bergerak dengan mengarah pada tingkat perubahan dalam merespon ekonomi di masyarakat. Baik pada program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Sementara itu, Ketua Forum Puspa Sulbar, Muh Jayadi, SAg, SH, MH dalam penjelasannya mengatakan, langkah yang dilakukan pihak Puspa Sulbar, pihaknya tetap mengedepankan program peningkatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Untuk itu, pihaknya tetap melakukan koordinasi dan seluruh stakeholder baik pada tingkat kabupaten dan Provinsi Sulbar. Sehingga pada peran terhadap forum Puspa di Sulbar yang juga berperan dalam menumbuhkan pada setiap peran forum Puspa yang ada ditingkat kabupaten, dapatlah memberikan kontribusi dalam memajukan ekonomi masyarakat menuju pada tingkat kesejahteraan masyarakat. (alaluddin)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top