Headline

Penembakan di Lapas Maros, Polisi Diserang Napi


MAROS, BKM — Oknum aparat dari Polres Majene melakukan penembakan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Maros. Saat itu tengah dilakukan penyelidikan kasus penipuan yang mencatut nama Kapolres Majene AKBP Asri  Efendi.
Saat peristiwa tersebut berlangsung, Selasa sore (8/10), tiga orang personel Satuan Reskrim Polres Majene sedang melaksanakan penyidikan terkait tindak pidana penipuan dengan modus menggunakan media sosial. Terungkap bahwa aksi penipuan tersebut dikendalikan dari dalam Lapas Klas IIA Maros.
Ketika tengah melakukan penyelidikan terhadap napi atas nama Saiful, Nur, dan Ibrahim, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan melepaskan tembakan di area Lapas Maros. Tindakan tersebut dilakukan, diduga karena AKP Pandu mendapat telepon dari penyidik yang sementara melakukan penyelidikan bahwa mereka terjebak di antara kerumunan napi. Napi tersebut bahkan berteriak-teriak untuk berbuat anarkis.
“Kejadiannya sudah sore, saat kami sedang antre untuk mandi dan sebagian salat. Tapi tiba-tiba ada yang melepaskan tembakan ke udara. Saya sempat menegur, karena dia menembak pas di samping telinga kiri saya. Tapi dia malah memukul dadaku dengan pistol,” ujar saksi mata Rudi alias Kuda sambil memperlihatkan luka di dadanya. 
Dia menambahkan, suara tembakan yang  terdengar saat itu ada sekitar enam kali. Saat mendengar tembakan tersebut, warga binaan lapas kemudian melempari aparat kepolisian dengan batu.
“Sebelum muncul suara tembakan, kami tidak melempari polisi dengan batu. Tapi setelah ada suara tembakan, beberapa napi mulai melempari mereka. Jadi salah besar kalau dikatakan kami duluan yang melempari batu. Kalau teriak-teriak memang kami teriak, tapi kami tidak menyerang polisi,” jelasnya.
Kepala Lapas Maros Indra S Mokoagaw menjelaskan, awalnya semuanya berjalan kondusif. Penyelidikan itu berjalan aman dan lancar.
“Namun karena kasat reskrim menyerobot pintu dan masuk ke area lapas sambil menembak, hal itu akhirnya memicu keributan dari anak binaan kami. Mereka akhirnya balik menyerang. Aparat kepolisian akhirnya kami amankan, baru warga binaan ditenangkan. Bila tidak begitu, bisa hancur lapas kita ini. Apalagi jumlah mereka cukup banyak,” terangnya.
Indra membantah jika ada aparat kepolisian yang menjadi penyidik mengalami luka parah hingga patah lengan. Namun dia tidak menampik jika ada polisi yang mengalami luka-luka.
“Semuanya selamat, tidak ada yang sampai patah tulang. Memang ada aparat yang lecet di lengan, karena terjatuh. Kepalanya juga luka karena terjatuh bukan karena lemparan batu. Mereka kami bawa ke rumah sakit, dan akhirnya dipulangkan setelah mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.
Indra menjelaskan, salah satu Standar Operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan di Lapas Klas IIA Maros adalah, baik pengunjung, maupun napi dilarang membawa senjata ke dalam lapas. Karenanya, ia menyayangkan tindakan Kasat Reskrim Polres Majene yang membawa senjata jenis pistol saat memasuk area lapas.
“Kalau berdasarkan SOP yang berlaku di tempat ini, memang tidak dibenarkan untuk membawa senjata. Jangankan tamu, petugas sipir saja tidak dibolehkan membawa senjata. Karena itu dianggap membahayakan,” kuncinya.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulsel Taufiqurrakhman, mengaku sudah mendapat laporan terkait kejadian tersebut dari Kalapas Maros Indra SB Mokoagaw.
”Sebenarnya pemeriksaan di dalam lapas sudah dijadwalkan hari Senin. Tapi karena hubungan pertemanan dan katanya sudah tiga hari di Makassar mau pulang ke Majene, diizinkan sama kepala KPLP pada hari Minggu dan dilanjutkan hari Selasa. Di situlah ada penembakan di dalam lapas. Tapi semuanya sudah aman dan kondusif,” ujar Taufiqurrakhman. (ari-jun/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top