Headline

Gantung Diri di Ventilasi Kamar Mandi


Napi Kasus Pembunuhan Tewas di Lapas Makassar

IST GANTUNG DIRI-Mayat Aryanto Jaya alias Mustakim hendak dievakuasi dari Lapas Klas IA Makassar ke RS Bhayangkara untuk diotopsi, Rabu (9/10).

MAKASSAR, BKM — Rabu (9/10) pukul 08.00 Wita di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1A Makassar, Jalan Sultan Alauddin. Sesosok tubuh terkulai lemas tergantung pada seutas tali. Pemandangan ini tersaji di Blok A.
Belakangan diketahui, lelaki yang nekat mengakhiri hidup dengan cara tragis itu adalah Aryanto Jaya alias Mustakim. Usianya 31 tahun. Beralamat di Grand Sudiang Blok D nomor 7, Makassar. Aryanto merupakan terpidana kasus pembunuhan.
Seorang sipir bernama Rusdin (52) menuturkan kronologis penemuan mayat Aryanto. Pegawai Lapas Makassar itu menerangkan, pada pukul 07.10 Wita ia membawa makanan untuk sarapan pagi para warga binaan.
Sesampainya di depan ruangan mapenaling (masa pengenalan lingkungan) di blok A, ia kemudian membuka pintu ruangan yang ditempati Aryanto. Alangkah kagetnya, karena mendapati napi yang ada di dalam ruangan ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Tergantung di ventilasi kamar mandi menggunakan seutas tali.
Rusdin lalu melaporkan kejadian tersebut. Tak lama berselang, sekitar pukul 09.35 Wita, tim Inafis dan Dokpol Polda Sulsel tiba. Dipimpin oleh Ipda Baharuddin.
Pukul 09.45 Wita kemudian dilakukan identifikasi terhadap mayat Aryanto. Disaksikan Kompol H Supriadi Idris dari Polsek Rappocini, serta Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Klas 1 Makassar Mutzaini Zein.
Proses identifikasi selesai pukul 10.10 Wita. Selanjutnya, tim Inafis dan Dokpol mengevakuasi mayat Aryanto ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.
Kepala Lapas Klas I Makassar, Robianto, mengungkapkan Aryanto diduga mengalami beban pikiran sedang stress. “Aryanto itu baru satu minggu di sini, pindahan dari Rutan Makassar. Dia memang agak terbebani pikirannya,” jelas Robianto, kemarin.
Menurut Rabianto, Aryanto ditahan di ruang mapenaling karena baru seminggu pindah. Dia masih menjalani pengenalan lingkungan, sehingga ditempatkan terpisah dengan napi lain. Aryanto hanya seorang diri di ruangan tempatnya ditahan.
Dihubungi terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulsel Taufiqurrakhman, membenarkan bahwa dirinya telah mendapat laporan kejadian tersebut dari kalapas.
”Di lapas itu menguji keimanan. Warga binaan yang tidak kuat iman dan tidak kuat menghadapi masalah, biasanya berakhir dengan keputusasaan. Itu konsekwensi dari perbuatannya,” tutur Taufiqurrakhman. (jun/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top