Bisnis

BSN Dukung Program Langit Biru


IST PEMBICARA -- Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama dan Layanan Informasi BSN, Iryana Margahayu saat menjadi pembicara dalam suatu pertemuan.

MAKASSAR, BKM — Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendukung program Langit Biru yang bertujuan mengendalikan dan mencegah pencemaran udara. Selain itu, juga mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor.
Apalagi, kini Indonesia tengah serius untuk mengurangi emisi gas buang yang dibuktikan salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik. Salah satunya dengan menggelar ‘E-Bike Ride: Konvoi Kendaraan Listrik dan Sepeda Ber-SNI’ pada 6 Oktober 2019 di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah.
Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama dan Layanan Informasi BSN, Iryana Margahayu, mengatakan, BSN menggandeng Jawa Tengah menjadi tempat pelaksanaan E-Bike Ride karena provinsi ini berkomitmen tinggi dalam mendukung Program Langit Biru.
”Komitmen tersebut dibuktikan dengan diterimanya penghargaan Efisiensi Energi Nasional dari Menteri ESDM 5 kali berturut-turut sejak tahun 2014. Jateng dinobatkan sebagai juara 1 untuk kategori Penghematan Energi di lingkungan pemerintah daerah,” ungkap Iryana dalam rilisnya yang disampaikan ke Redaksi Berita Kota Makassar, beberapa hari lalu.
Selain itu, Jawa Tengah merupakan daerah yang berkomitmen tinggi mengembangkan dan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini ditandai dengan penghargaan tokoh standardisasi 2018 kategori kepala daerah kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Untuk diketahui, BSN telah menetapkan 21 SNI terkait kendaraan listrik demi mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Hingga saat ini, ke-21 SNI tersebut penerapannya masih sukarela.
Namun untuk beberapa produk komponen kendaraan bermotor, baik berbasis listrik maupun tidak, sudah diwajibkan memenuhi persyaratan SNI. Terdapat 9 SNI wajib terkait produk komponen kendaraan bermotor. Misal ban sepeda motor (SNI 101:2012), ban dalam kendaraan bermotor (SNI 6700:2012), ban mobil penumpang (SNI 0098:2012), ban truk dan bus (SNI 0099:2012), ban truk ringan (SNI 0100:2012), kaca pengaman berlapis (laminated glass) untuk kendaraan bermotor (SNI 15-1326-2005), kaca pengaman diperkeras untuk kendaraan bermotor AMANDEMEN 1 (SNI 15-0048-2005/ Amd 1:2014), pelek kendaraan bermotor kategori L (SNI 4658:2008), dan pelek kendaraan bermotor kategori M, N dan O (SNI 1896:2008).
”Adapun terkait sepeda (bukan berbasis listrik), BSN telah menetapkan 22 SNI. Dari jumlah tersebut, yang diwajibkan penerapannya ialah SNI 8224:2016 Persyaratan keselamatan dan metode uji untuk sepeda anak dan SNI 1049:2008 Sepeda-Syarat keselamatan,” tambah Iryana. (mir)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top