Gojentakmapan

Warga Terdampak Bendungan Pammukkulu Datangi BRI Takalar


TAKALAR, BKM — Usai menggelar aksi unjukrasa di sejumlah titik di jantung kota Takalar, puluhan warga Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara bersama sejumlah mahasiswa mendatangi kantor BRI Cabang Takalar.
Kedatangan mahasiswa di kantor cabang BRI tersebut menuntut pihak BPN Takalar memutuskan kontrak pembayaran lahan Bendungan Pammukkulu. Karena dinilai administrasi dan birokrasi pembayaran berbelit-belit.
”Kami menuntut BPN Takalar memutuskan kontrak kerjasama pembayaran lahan warga terdampak Bendungan Pammukkulu dengan BRI. Selain karena administrasi yang berbelit-belit dan sangat prosedural, sehingga mengakibatkan warga kesulitan melakukan proses pencairan,” kata Asman Syah Putra, koordinator aksi, Selasa (8/10).
Di tempat yang sama, perwakilan masyarakat Desa Kale Ko’mara yang merupakan warga terdampak Bendungan Pammukkulu, juga meminta agar belit-belitnya administrasi pembayaran lahan pembangunan Bendungan Pammukkulu, dapat lebih dipermudah. Juga, harga pembelian lahan ditingkatkan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan.
”Ke depannya kami tidak mau lagi dipersulit terkait pencairan uang pembayaran lahan. Kami selaku warga korban Pammukulu sangat kesal. Karena harga lahan hanya Rp3.500 per meter. Olehnya itu, kami minta harga lahan dinaikkan,” kata Parawansa.
Setelah sempat berorasi beberapa saat lamanya, pihak BRI mengajak para pendemo untuk audiens dan berjanji untuk memberikan uang untuk masyarakat yang masih tertahan di BRI tanpa administrasi yang berbelit-belit. (ira/mir/c)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top