Headline

Sekilo Sabu Dibungkus Kemasan Teh Cina


SIDRAP, BKM — Kantung kresek berwarna hitam tersimpan di atas meja dalam ruangan Satuan Reserse Narkoba Polres Sidrap. Isinya kemudian diperlihatkan. Pembungkus kemasan plastik ada di dalamnya. Di bagian luarnya tertulis nama teh asal Cina.
Setelah diperiksa lebih dalam lagi, hasilnya cukup mengagetkan. Wow… kristal bening putih. Tapi itu bukan berlian atau batu mulia lain yang semacamnya. Melainan narkotika jenis sabu.
Sabu kualitas tinggi tersebut dikemas dengan sangat rapi. Tujuannya sebagai kedok untuk mengelabui petugas. Ketika ditimbang, beratnya mencapai 1 kg.
Barang bukti tersebut disita dari seorang terduga bandar narkoba berinisial Lkr. Pria berusia 37 tahun itu diamankan personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sidrap di Kelurahan Lalebbata, Rappang, Kecamatan Pancar Rijang.
Lkr yang diburu petugas, diciduk pada hari Senin (7/10) pukul 17.55 Wita. Polisi menduga, sabu yang pengirimannya bersamaan dengan barang bukti, masih banyak di luar.
Pengungkapan kasus ini dibenarkan Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono. Ia ditemui di sela-sela penyerahan hasil proyek-proyek Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) dari UPC Sidrap kepada Pemkab, Rabu (9/10).
”Iya, anggota kami telah menangkap terduga bandar narkoba bersama barang bukti diduga sabu seberat 1 kg. Saat ini masih dilakukan pengembangan di lapangan. Sabar ya, nanti kami rilis,” ujarnya. Rencananya, Polda Sulsel akan merilis kasus ini pada Jumat (11/10) besok di mapolda.
Kasatres Narkoba Polres Sidrap AKP Andi Sofyan, juga membenarkan. Namun sejauh ini anggotanya masih terus melakukan pengembangan, karena diduga masih ada beberapa kilo lainnya yang masih disembunyikan.
“Masih dilakukan pengembangan. Ada beberapa rekan Lkr masih dikejar, karena lebih dulu kabur sebelum kami tangkap,” ungkap Andi Sofyan di ruang kerjanya, kemarin.
Diakuinya, tim Resmob Satresnarkoba berhasil mengungkap kasus ini dengan cara undercover buy. Berdasarkan informasi dari masyarakat, Lkr kerap melakukan transaksi di lokasi ia ditangkap. Hal itu langsung direspons aparat. Dipimpin AKP Andi Sofyan, Lkr berhasil ditangkap seorang diri. Sementara rekannya berhasil melarikan diri.
Hanya saja, hingga saat ini Lkr belum bersedia buka mulut. Ia lebih memilih untuk tak mengakui sabu sekilo itu sebagai miliknya.
“Lkr masih menyangkali kalau barang bukti itu miliknya. Tapi tidak masalah, kita sudah kantongi identitas rekannya yang kabur bersama istrinya,” ucap Andi Sofyan.
Mantan kasatres narkoba Polres Pinrang ini menambahkan, Lkr diduga kuat komplotan jaringan internasional. Indikasi itu ditunjukkan dari kondisi sabu berkualitas tinggi yang berhasil diamankan.
”Dugaan kita, barangnya asli sabu-sabu kualitas nomor 1. Tapi semuanya masih kita dalami dan selidiki,” tandas Andi Sofyan. (ady/rus/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top