Metro

Sangat Miris Melihat Anak tak Bisa Nikmati Masa Kecil


Muhammad Hajirin Nur, Forum Pemerhati Anak Indonesia (1)

ist DEKAT--Muh Hajirin Nur sangat dekat dengan anak-anak termasuk anak sebayanya. Ia terus berjuang untuk menjadikan anak-anak Indonesia bisa lebih baik kehidupannya dan bisa menikmati pendidikan yang layak.

MENEBAR kebaikan bisa datang dari mana saja. Dari berbagai lapisan masyarakat. Tidak ada batasan umur. Selama ada niat tulus, banyak hal yang bisa dilakukan. Seperti yang dilakukan Muhammad Hajirin Nur.

Laporan: RAHMA AMRI

Pemuda kelahiran 3 Februari 2003 yang saat ini masih menimba ilmu di MAN 2 Makassar, sejak Mei 2018 lalu bergabung dalam Forum Pemerhati Anak Indonesia.
Bukan tanpa alasan, anak muda satu ini ikut bergabung di forum tersebut. Dia mengaku cukup miris melihat kondisi cukup banyak anak-anak yang tidak bisa menikmati masa kecilnya karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Bukan itu saja, banyak anak yang tidak menikmati pendidikan layak untuk mereka. Mereka lebih banyak berkutat dengan aktifitas mencari uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Ada yang menjadi pemulung, pengamen, jualan koran, bahkan jadi pengemis di jalan.
“Saya cukup sedih karena melihat kondisi anak-anak sekarang yang sudah jauh dari kodratnya. Saya tergerak bagaimana bisa berbagi untuk mereka,” jelasnya kepada penulis, kemarin.
Diapun memutuskan gabung dengan Forum Pemerhati Anak karena forum itu bisa menjadi wadah baginya menebar kebaikan. Karena menurutnya, sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat bagi sesama.
“Forum Pemerhati Anak kan selama ini punya banyak agenda atau kegiatan menyasar anak-anak. Membuat anak-anak jadi bahagia,” kata Hajirin.
Di forum tersebut, banyak aktifitas yang dilakukan. Mulai melakukan pendataan terhadap anak-anak yang jadi sasaran program, turun langsung melihat kondisi lapangan, merencanakan program yang akan dijalankan. Khususnya terkait pemenuhan hak-hak anak.
Dengan latar belakang pengalaman bersentuhan dengan program anak, secara gamblang dia menjelaskan, secara garis besar ada 10 hak dasar anak yang harus mereka dapatkan.
“Dari 10 hak dasar itu, kami melakukan pemantauan di daerah A misalnya, mana hak anak yang belum terpenuhi. Kira rancanglah sebuah program untuk memfasilitasi pemenuhannya,” tambah Hajirin.
Dia mengaku, banyak suka dan duka yang dirasakan selama bersentuhan dengan anak-anak. Khususnya anak-anak yang berada dalam garis kemiskinan.
Terkadang, kata dia, jika dirinya terjun ke lapangan untuk melakukan pendataan, apalagi jika ada program yang harus melibatkan anak-anak, orang tua mereka memandang curiga. Bahkan ada yang menutup akses bagi anak-anak mereka. Akibatnya, dia bersama tim tidak bisa bekerja maksimal.
Sementara sukanya, jika bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak. Program yang mereka laksanakan membuat perubahan dan kebahagiaan kepada anak-anak.
“Bersentuhan dengan dunia anak banyak suka dukanya. Tapi semua dinikmati karena menjadi bagian dari resiko kerja-kerja yang saya lakukan,” tandasnya. (*)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top