Bisnis

Sawit Potensi Ekspor Terbesar Indonesia


BKM/CHAIRIL INDRA PENJELASAN -- Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Tofan Mahdi (kanan), menjelaskan tentang bagaimana perkembangan ekspor sawit dan kontribusinya terhadap pendapatan negara.

MAKASSAR, BKM — Potensi ekspor kelapa sawit masih menjadi yang terbesar di Indonesia. Juga menjadi penyumbang pendapatan terbesar dari sektor non-Migas (minyak dan gas bumi).
Ketua Bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Tofan Mahdi, mengatakan, saat ini, dari ekspor sawit mampu menghasilkan devisa hingga Rp360 triliun. Jumlah ini melampaui pendapatan devisa dari sektor Migas.
Selain itu pendapatan dari ekspor sawit telah berkontribusi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 15 persen. Bahkan, dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri sawit menyerap 16,2 juta tenaga pekerja dari hulu hingga hilir.
”Melihat besarnya kontribusi yang dihasilkan dari kelapa sawit, baik dari sisi pendapatan devisa maupun penyerapan tenaga kerja dan jumlah keluarga yang menggantungkan kehidupannya dari sawit, maka sudah seharusnya sejak dini kita harus menjadikan sawit berkelanjutan,” kata Tofan Mahdi, pada acara Makassar Amazing Race Sawit Hunt 2019 di Pantai Akkarena Makassar, Sabtu (5/10).
Makassar Amazing Race Sawit Hunt 2019 diikuti sekitar 100-an orang mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di daerah ini. Beberapa rangkaian acara digelar dalam kegiatan ini, di antaranya talkshow yang menghadirkan pembicara, masing-masing Kepala Divisi Perusahaan BPDP KS, Achmad Maulizal Sutawijaya, Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Tofan Mahdi, Head of Corporate Communications Sinar Mas Agribusiness and Food, Wulan Suling, dan owner PT Affor Neo Jaya, Nurlinda Dwi Sukti.

Selain talkshow, para peserta juga mengikuti kegiatan menarik, seperti fun games dan lomba foto instagram. Amazing Race Sawit Hunt 2019 merupakan rangkaian kegiatan komunikasi dengan generasi milenial di Indonesia.
Kegiatan sebelumnya sudah dilakukan di Jakarta, Bogor, Yogyakarta, dan Surabaya. Makassar adalah kota selanjutnya yang disinggahi Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) dengan beberapa pelaku industri perkelapa-sawitan di Indonesia.
”Kami berharap, dari kegiatan ini kaum milenial dapat secara bersama-sama ikut menjaga kelapa sawit ini jadi berkelanjutan. Tidak seperti komoditi lain yang pernah pula diunggulkan tapi sekarang sudah mulai ditinggalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Perusahaan BPDP KS, Achmad Maulizal Sutawijaya, mengatakan, kelapa sawit dan produk turunannya sudah menjadi bagian keseharian masyarakat.Manfaat dari produk-produk sawit dan turunannya sudah diterima dengan baik oleh masyarakat.
Seperti produk kecantikan tidak lepas dari bahan sawit, juga produk makanan dan bahan makanan yang berkualitas, serta energi terbarukan. Sebagai contoh untuk makanan berupa minyak goreng, margarin, mentega, hingga mie instan. Untuk produk kecantikan dan kosmetik berupa lipstik, sampo, lalu sabun.
Adapun, energi terbarukan yang dihasilkan dari sawit berupa biodiesel.Semakin inovatif pengolahan sawit dalam mencetak produk-produk turunannya semakin membuka peluang-peluang baru untuk membuka bisnis baru, pasar baru, dan peluang kerja baru. Milenial adalah pasar sekaligus sumber daya yang memiliki potensi besar untuk memajukan Indonesia saat ini dan masa depan. (mir)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top