Headline

Disiapkan Rekayasa Lalin untuk Penutupan Flyover


PT Wika Rugi Rp10 Miliar Akibat Demo

MAKASSAR, BKM — Pembangunan tol layang terus digenjot. Selain masih mengerjakan tiang pancang atau penyangga di sepanjang AP Petta Rani, PT Wijaya Karya (Wika) Beton juga mulai melakukan pemasangan box girder.
Saat ini, sementara dilakukan persiapan untuk pemasangan box girder di atas flyover, tepatnya dari pier 8 ke pier 9. Menurut rencana, jika pemasangan box girder dilakukan di atas flyover, maka untuk sementara jalan tersebut akan ditutup.
“Ini kita sudah lakukan persiapan. Tapi sebelum flyover ditutup, kami akan mengundang seluruh stakeholder terkait untuk membicarakan rekayasa lalulintas yang akan dilakukan,” ungkap Manajer Proyek PT Wika Beton Didi Rustadi, kemarin.
Rencananya, rapat dengan sejumlah stakeholder akan dilaksanakan, Selasa (8/10). Melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel dan Kota Makassar, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional, Ditlantas Polda Sulsel, Bosowa Marga Nusantara, Polrestabes Makassar, dan beberapa polsek terkait.
“Jika sudah ada kesepakatan dan rekayasa lalulintasnya, kami akan tutup flyover dan mulai memasang box girder,” ungkap Didi.
Dia menargetkan, pengerjaan box girder di atas flyover sudah bisa rampung pertengahan hingga akhir Oktober ini. Setelah itu, seluruh aktifitas yang berada di area Tol Reformasi selesai. Selanjutnya dilakukan pembenahan jalan tersebut sudah bisa berfungsi seperti sediakala.
PT Wika Beton kemudian melanjutkan pemasangan box girder ke kawasan AP Petta Rani. Kemungkinan aktifitas tersebut juga cukup mengganggu arus kendaraan, sehingga akan dibuatkan rekayasa lalulintas.
Diakui Didi, aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi pekan lalu berdampak serius pada pengerjaan tol layang. Selain aktifitas terhenti, pihaknya juga menderita kerugian cukup besar.
Didit menjelaskan, jika dikalkulasi, total kerugian yang diderita mencapai Rp10 miliar. Itu berdasarkan hasil hitung-hitungan, di mana pagar pembatas proyek hancur semua. Kabel listrik dengan diameter cukup besar sepanjang 4 km rusak sehingga tidak bisa dipakai lagi. Kolom pier yang sudah selesai, sekitar 50 persen di antaranya dicoret-coret dengan kata-kata yang tidak elok sehingga harus dicat. Belum lagi biaya sewa alat dan tenaga sekitar 400 pekerja.
“Kalau dihitung sekitar Rp10 miliar kerugiannya. Alat kami di situ ada 13 unit tidak bisa bekerja. Satu unit harga per jamnya disewa Rp750.000. Ada yang Rp1.000.000 per jam. Itu kerugian dari stand by alat. Orang kami di situ ada 400 stand by tetap dibayar,” beber Didi.
Akibat aksi demonstrasi itu pula, pihaknya terpaksa mulai lagi persiapan dari awal. Belum lagi komplain dari Bosowa Marga Nusantara dan waktu yang terbuang.
Sebelumnya, PT Nusantara Infrastruktur (NI) melaporkan perkembangan proyek pembangunan jalan tol Ujung Pandang Seksi 3 yang populer disebut tol layang AP Petta Rani sudah sekitar 33 persen.
Direktur Teknik dan Operasional PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Ismail Malliungan, menjelaskan pemasangan box girder di tahap selanjutnya diperkirakan akan mengganggu arus lalulintas karena sudah memasuki kawasan AP Petta Rani.
Dia menjelaskan, pemasangan satu box girder sepanjang 50 meter bisa memakan waktu hingga empat hari.
Khusus untuk pemasangan box girder diatas flyover dipastikan akan mengganggu arus lalulintas. “Sehingga diputuskan, jika flyover ditutup sementara waktu hingga rampung pemasangan box girder,” jelasnya.
Begitu juga dengan pengangkutan materi box girder ke lokasi pemasangannya, akan mengganggu arus lalulintas. Solusinya, selain pengangkutan material dan pemasangannya lebih banyak dilakukan malam hari, menurut Ismail, pihaknya akan duduk bersama stakeholder terkait untuk membicarakan model rekayasa yang akan dilakukan. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top