Headline

Mahasiswa yang Rusak Mobil Polisi Minta Maaf


Ajak Rekannya untuk Menyerahkan Diri

GOWA, BKM — Seorang mahasiswa Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM) ditangkap polisi. FW (22) diamankan karena terlibat kasus pengrusakan mobil patroli Sabhara Polres Gowa.
Dihadirkan di depan wartawan, Kamis (3/10), FW menyampaikan permintaan maafnya kepada jajaran Polres Gowa melalui Kapolres AKBP Shinto Silitonga. Mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba ini menyerahkan diri pada Selasa (2/10) lalu di Polsek Rilau Ale, Polres Bulukumba. Selanjutnya diserahkan ke Polda Sulsel.
FW menyerahkan diri setelah keluarganya menyaksikan gambarnya terekam kamera. Ia ikut dalam pengrusakan mobil patroli Polres Gowa pada Jumat (26/9) pukul 23.50 Wita di depan kantor ATR/BPN Jalan AP Petta Rani, Makassar.
Terlihat jelas melakukan pengruskan, akhirnya pihak keluarga menyarankan agar FW segera menyerahkan diri daripada terus dikejar pihak kepolisian. Dia diminta untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukannya.
Usai FW diserahkan Polda Sulsel ke Polres Gowa, langsung digelar rilis. Menurut FW, dirinya tidak ada niat untuk melakukan pengrusakan ketika mengikuti aksi demo pada Jumat malam itu.
Namun, karena terus diprovokasi teman-temannya sesama almamater UNM, akhirnya FW pun menjadi beringas.
“Saya meminta maaf kepada pihak kepolisian atas tindakan saya melakukan pengrusakan. Saya juga meminta kepada teman-teman lain yang ikut merusak agar menyerahkan diri untuk bersama-sama mempertanggungjawabkan perbuatan merusak mobil patroli milik Polres Gowa,” kata FW di hadapan media.
FW tampak menyesal. Dia sengaja menyerahkan diri karena sadar perbuatannya telah merugikan institusi kepolisian.
Saat kejadian pengrusakan, pihak Polres Gowa melalui berbagai media, termasuk medsos menginformasikan peristiwa tersebut. Bahkan memajang sejumlah foto pemuda yang diketahui sebagai terduga pelaku pengrusakan.
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, motif utama melakukan pengrusakan mobil patroli ini adalah ketidakpuasan mahasiswa atas penanganan demonstrasi yang dilakukan polri. Juga ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah terkait revisi UU KPK, Rancangan KUHP, serta desakan pembubaran BPJS kesehatan.
”Yang sangat disayangkan adalah pengrusakan mobil patroli polisi. Saat itu, pelaku bersama kelompok mahasiswa lainnya melakukan pengadangan kemudian merusak kendaraan menggunakan batu, balok, kayu, dan besi. Juga mengambil barang dinas milik polri, berupa HT Motorola yang ada dalam mobil tersebut,” jelas Shinto.
Dari FW, polisi menyita barang bukti yakni satu lembar jaket berwarna abu-abu yang digunakannya saat melakukan aksi pelemparan. Ada pula selembar celana jeans warna biru yang digunakan saat melakukan aksi pelemparan. Sepasang sandal jepit warna hitam milik pelaku. Satu tas punggung warna hijau, serta satu unit gawai merek Vivo warna gold.
”Kami juga menyimpan barang bukti satu unit mobil patroli yang sudah rusak,” tambah kapolres.
Dibeberkan Shinto, selama pelariannya, FW bersembunyi di kampungnya di Rilau Ale. Ia sempat mencukur rambutnya yang sebelumnya gondrong agar jejaknya tidak terendus polisi.
FW mengetahui dirinya sedang dicari polisi pada Sabtu (28/9), setelah Humas Polres Gowa menyebarkan gambar diri pelaku bersama dua pemuda lainnya. FW diketahui sebagai mahasiswa aktif UNM dan sudah semester sembilan.
Atas perbuatannya, FW bakal dijerat pasal 365 dan atau pasal 170 KUHP tentang Pencurian dan atau di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang, dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. (sar/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top