Headline

Enam Laporan Polisi, Predator Anak Ditembak


MAKASSAR, BKM — Sukorno Firdaus alias Mile (40) tak henti-hentinya meringis kesakitan. Sebutir timah panas bersarang di kakinya. Dia mendapat tindakan tegas lantaran mencoba melarikan diri setelah membenturkan kepalanya di wajah seorang petugas yang menjaganya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengungkapkan, tersangka predator anak ini dilumpuhkan setelah tiga kali tembakan udara dilakukan. Namun diabaikan.
Ketika dibawa dalam pengembangan pencarian barang bukti kejahatannya, setibanya di lokasi tersangka langsung diturunkan dari mobil. Saat itu juga dia membenturkan kepalanya ke wajah petugas. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mencoba melarikan diri.
Upaya persuasif dilakukan dengan melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali. Namun, tersangka mengabaikannya. Terpaksa polisi menembak betisnya. Seketika itu juga ia rubuh. Petugas kemudian mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.
Dijelaskan Indratmoko, Mile yang beralamat di Jalan Emmy Sailan memiliki enam catatan kepolisian. Di wilayah Kecamatan Tamalate ia melakukan kasus penculikan anak. Satu laporannya di Polrestabes Makassar terkait kasus rudapaksa.
Ia juga melakukan penculikan anak di Jalan Tamalate IX, Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini. Korban AR dipreteli perhiasan anting emas yang dikenakannya. Kejadiannya pada 9 Agustus 2019
Mile juga terlibat percobaan pencurian di wilayah hukum Polsek Rappocini. Termasuk penculikan anak di wilayah Polsek Manggala.
“Pengaduan itu ditindaklanjut melalui Operasi Sikat Lipu 2019. Tim Jatanras Polrestabes Makassar turun menyelidiki pelaku,” ujar Indratmoko, kemarin. Dari hasil penyelidikan, diperoleh informasi keberadaan Mile. Ia terlihat di Jalan Syekh Yusuf, Katangka.
Tak butuh waktu lama, tim Jatanras Polrestabes Makassar langsung mendatangi lokasi tersebut. Dari sebuah rumah tersangka dibekuk. Selanjutnya digelandang ke posko Jatanras Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan.
Kepada polisi, Mile mengaku melakukan penculikan anak pada 2 Juli 2019 di Jalan Sultan Alauddin III. Ia juga mengambil jam tangan dan dua buah anting emas seberat dua gram milik korban.
“Ada empat perkara yang disebutkan tersangka. Pertama, setelah menculik seorang bocah perempuan dan mengambil anting emasnya, tersangka kemudian menjual emas tersebut di Jalan Sombaopu,” terangnya.
Tersangka juga mengakui dalam melancarkan aksinya ia merudapaksa korbannya. Aksi bejatnya itu ia lakukan di sebuah pondok pada 3 Juli 2019.
“Aksi selanjutnya melakukan penculikan anak di Jalan Manggala Raya. Korban kemudian diturunkan di Jalan Cokonuri. Terakhir, tersangka melakukan pencurian di Jalan Syekh Yusuf Katangka pada bulan September 2019,” jelas Indratmoko. (ish/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top