Headline

Waspada, Marak Peredaran Obat dan Kosmetik Ilegal


MAKASSAR, BKM — Peredaran obat dan kosmetik ilegal kian marak terjadi. Aparat dari Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Makassar membongkar praktik ilegal dan berbahaya tersebut.
Tiga orang perempuan diamankan polisi. Mereka dijerat tindak pidana kejahatan dalam kesehatan, karena terlibat dalam penjualan kosmetik yang diduga ilegal.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menyebut ketiga wanita itu. Masing-masing Khalisa Sinta, Fatmawati Saide, dan Fika Andriani. Mereka diamankan Unit Reskrim Polrestabes Makassar, saat dilakukan penggerebekan pada Jumat sore (20/9).
Sebelumnya, polisi menerima aduan adanya penjualan produk kosmetik yang diduga tanpa izin. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan turun melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan, kata dia, didapati lokasi keberadaan terduga pelaku dan menjadi tempat peredaran kosmetik dan obat ilegal. Rumah tersebut dikepung dan dilakukan penggeledahan.
Tim Unit 3 Reskrim mendapati ketiganya tengah melakukan praktik di sebuah ruangan dalam rumah. Mereka memasukkan infus pemutih. Ditemukan pula handbody serta obat pelangsing. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata obat dan kosmetik tersebut tidak dilengkapi izin edar, sehingga dapat membahayakan konsumen.
Usai merampungkan barang bukti di lokasi penggerebekan, polisi kemudian menggiring ketiga wanita tersebut ke mapolrestabes guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.
Dari hasil interogasi terhadap ketiganya, kata Indratmoko, terungkap bahwa mereka meracik infus pemutih, handbody, serta obat pelangsing merek Alya Whitening tanpa dilengkapi izin.
”Obat dan kosmetik yeng mereka racik tidak punya izin. Dari bisnis ini, mereka mendapatkan omzet Rp5 juta perbulan,” terang Indratmoko.
”Untuk sekali infus pemutih, tarifnya Rp300 ribu hingga Rp800 ribu. Itu kalau mereka promo. Sedang harga normal mencapai Rp1 juta sampai Rp1,2 juta,” lanjut Indratmoko menirukan pengakuan terduga pelaku.
Perwira dua bunga melati di pundaknya itu merinci barang bukti yang disita. Yakni 11 handbody Alya Whitening ukuran 250 gram. Sebanyak 47 skin care facial wash ukuran 100 ml. 13 skin care facial wash ukuran 150 ml. 24 skin care facial wash ukuran 100 ml. 34 kapsul pelangsing Alya Slimming berwarna pink. 32 kapsul pelangsing Alya Slimming berwarna putih. 79 spoit ukuran 10 cc. 83 wing needle. Satu alat tensi darah 7 dos vitamin c + collagen.
Selanjutnya, 4 dos Elutax 20.000 gram isi masing- masing berisi 10 vitamin C, cairan NHCL, serbuk vitamin C, 30 set infus, 1 botol sodium, dua botol dermowhite ampoule, enam lembar label day cream, empat lembar label slimming capsul, enam lembar label night cream, tiga lembar label bleaching body, satu karton isi limbah medis, dua buku admistrasi, dan satu gawai Iphone 7.
“Kasusnya masih kami dalami, untuk mengetahui di mana saja barang ilegal itu dipasarkan,” jelasnya.
Atas perbuatannya, ketiganya dijerat pasal 196 dan atau pasal 197, junco Pasal 106 Ayat (1) UU RI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dan/atau pasal 78 juncto pasal 73 ayat (2) UU RI nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran dan/atau pasal 55 ayat (1) ke-e1 KUHPidana dan/atau pasal 56 ke-1e KUHPidana. (ish/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top