Headline

Ketua Sementara Jadi Ujian Andi Ina


Sekwan Belum Terima SK Pelantikan 85 Anggota DPRD Sulsel

IST GLADI BERSIH--Sejumlah anggota DPRD Sulsel terpilih mengikuti gladi bersih pelantikan dan pengambilan sumpah di ruang rapat paripurna DPRD Sulsel, Minggu (22/9).

MAKASSAR, BKM — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menunjuk Andi Ina Kartika sebagai ketua sementara DPRD Sulsel. Dalam posisinya itu, pada Minggu (22/9), Ina terlihat turun langsung membantu jalannya gladi bersih pelantikan dan pengambilan sumpah 85 anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024. Pelantikan akan dilaksanakan, Selasa (24/9).
Tak hanya Andi Ina, namun Wakil Ketua DPRD Sulsel yang definitif Syaharuddin Alrif dari Partai Nasdem juga ikut mengatur jalannya gladi bersih. Hingga kini baru dua nama itu yang sudah mendapat persetujuan dari DPP partainya soal pimpinan dewan.
Lalu seperti apa peluang Andi Ina Kartika untuk ditetapkan sebagai ketua DPRD Sulel yang definitif? Ternyata masih dinamis. Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel HA Kadir Halid yang dimintai tanggapannya, mengaku belum bisa diprediksi apakah Andi Ina lantas menjadi ketua yang definitif atau tidak.
“Jadi belum bisa diprediksi. Itu menjadi kewenangan dari DPP,” ujar Kadir Halid,” kemarin
Dosen politik Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto, mengemukakan penentuan pimpinan DPRD sekarang ini murni wewenang partai politik, terutama pimpinannya.
“Tidak ada rumus rasional selain kedekatan. Bukan hanya kedekatan biologis, tapi juga kedekatan politis. Dengan demikian, jumlah suara pemilih dan pengalaman tidak selalu linier. Kriteria prestasi, dedikasi, loyalitas serta tidak tercela (PDLT) yang pernah menjadi budaya organisasi di Golkar juga semakin terkikis,” terang Luhur, Minggu (22/9).
Dijelaskan, Andi Ina Kartika dan Fachruddin Rangga sebenarnya punya modal pengalaman dan kedekatan dengan pengambil keputusan di Partai Golkar. Namun, sebagai pimpinan sementara, peluang Andi Ina tentu lebih besar. Jabatan ketua sementara yang saat ini diembannya, juga menjadi ujian performa kepemimpinan untuk Andi Ina.
“Kalau tanpa resistensi dan bisa meyakinkan pimpinan, tentu relatif lebih mudah untuk mendefenitifkannya,” ucapnya.
Di luar itu, ada nama Rahman Pina dan Andi Hatta Marakarma. Meskipun baru di DPRD Sulsel, tetapi keduanya adalah politisi dengan akses politik lintas partai yang luas. Kemampuan komunikasi politik mereka sebenarnya justru dibutuhkan Partai Golkar dalam mendinamisasi dan mengendalikan hubungan dengan Pemprov Sulsel. Tanpa menafikan nama lain.
“Saya kira empat nama itu punya kans yang kuat.Semua opsi-opsi itu kembali ke pimpinan Partai Golkar. Dengan trend penurunan kursi parlemen yang terjadi dari pemilu ke pemilu, Partai Golkar harusnya mengatur formasi pimpinan DPRD dengan baik,” terangnya.
Firdaus Muhammad dari UIN Alauddin Makassar, mengatakan Ina Kartika dapat melanjutkan amanah secara definitif sekiranya Partai Golkar memberi kepercayaan. ”Nilai plusnya, karena ia sosok politisi perempuan yang dapat mewarnai DPRD Sulsel ke depan. Diharapkan imbangi kepemimpinan eksekutif yang bukan kader Golkar,” tandasnya.

Belum Terima SK

Pelantikan 85 anggota DPRD Sulsel tinggal satu hari. Hanya saja, hingga kini sekretariat dewan (sekwan) belum menerima surat keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sekwan DPRD Sulsel M Jabir membenarkan hal itu. “Iya, belum ada SK dari Kemendagri,” ujarnya usai memantau jalannya gladi bersih pelantikan dan pengambilan sumpah, Minggu (22/9).
Meski demikian, segala persiapan terkait persiapan pelantikan dan pengambilan sumpah bagi anggota dewan periode 2019-2024 telah rampung. “Semua persiapan telah rampung, tinggal menunggu SK,” ucap M Jabir.
Gladi bersih kemarin hanya dihadiri belasan calon wakil rakyat. Separuh anggota dewan terpilih tidak hadir. Ada pula yang hanya datang, namun duduk di ruang fraksi. Utamanya bagi anggota dewan petahana.
Terkait adanya anggota DPRD Sulsel terpilih yang telah dipecat oleh partainya, M Jabir mengaku tidak bisa memberikan penjelasan secara rinci. Alasannya, karena SK juga belum diterimanya. “Saya tidak bisa memberikan penjelasan secara rinci. Itu tadi, karena SK juga belum tiba,” jelasnya.
Meski demikian, caleg terpilih tersebut tetap diundang untuk hadir Selasa besok.
Seperti diketahui, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Mahkamah Partai (MP) telah memecat Novianus YL Patanduk sebagai pengurus dan kader partai berlambang banteng gemuk ini. PDIP Sulsel lalu mengajukan nama Risfayanti Muin sebagai calon pengganti Novianus YL Patanduk sebagai wakil rakyat dari dapil Sulsel II atau Makassar B. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top