Sulselbar

Terlapor Ijazah Palsu tak Gentar


Karama

ENREKANG, BKM — Legislator PPP Enrekang Karama tak gentar meski dirinya dilaporkan ke polisi karena diduga menggunakan ijazah palsu sebagai syarat pencalonan di Pemilu lalu mengaku tak gentar menghadapi proses hukum.

Sebagai terlapor Karama menggunkan ijazah paket C untuk mendaftar sebagai caleg PPP Kabupaten Enrekang Dapil II meliputi Kecamatan Anggeraja, Baraka, Malua, Buntu Batu dan Kecamatan Bungin tidak terima dengan tuduhan tersebut.
“Saya keberatan ada yang menuding saya menggunakan ijazah palsu saat pencalegan. Karena tidak pernah memalsukan,”tegas Karama kepada BKM, Selasa (17/9).
Menurutnya, biarkan kasus ini berposes ke rana hukum untuk membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Dia juga mengaku ijazah yang digunakan dia lalui sesuai dengan prosedur.
“Kalau itu ijazah palsu coba buktikan dimana kepalsuanya,”pinta Karama.
Olehnya itu Karama tak mau ambil pusing karena ijazah miliknya itu sudah sesuai prosedur,”Lepaskan saja mereka apa maunya karena saya tidak bersalah,”singkat Karama di Warkop M Sudar depan Gedung DPRD Enrekang.
Mantan Caleg PPP Dapil Enrekang II Basman membantah dirinya melaporkan Karama ke Mapolres Enrekang terkait dugaan penggunaan ijazah palsu. Menurut Basman, kasus ini sementara dalam proses penyelidikan oleh polisi atas laporan KPU Enrekang.
“Itu Bukan laporan saya tapi KPU Enrekang. Detailnya bicaraki dengan pegacaraku Pak Yusuf Gunco karena dia yang lebih tau persolan itu,” ujar Basman.
Ketua KPU Enrekang, Haslifa membantah tudingan Basman
bahwa KPU melaporkan kasus tersebut. KPU hanya sebatas berkoordinasi sesuai perintah UU No 7.
” KPU tidak pernah melapor tapi hanya sebatas koordinasi sesuai UU No 7 sebagai tindak lanjut adanya pelaporan tersebut,”bantah Haslifa.
Kuasa Hukum Basman, Yusuf Gunco membenarkan Basman selaku pemenang kedua dari Dapil II ikut melapor ke Mapolres beberapa hari lalu karena kepentingan.
”Laporan ke polisi tertanggal 21 Agustus adalah pemberitahuan dari KPU setempat sehubungan ditemukanya ijazah palsu oleh KPU. Beberapa hari lalu Basman melaporkan karena punya kepentingan,”jelas Yugo.
Laporan penggunaan ijazah palsu sudah dalam tahap penyelidikan. Para pihak sudah dipanggil dimintai kerangannya setelah itu penyidik Polres akan ke Makassar mengklarifikasi kepada pihak SMP 8 atas keaslian ijazah tersebut.
”Prosesnya dalam tahap penyelidikan Polres Enrekang,”tandas Yusuf Gonco. (her/C)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top