Headline

Darurat Asap Sampah


MAKASSAR, BKM — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tamangapa, Antang, menimbulkan dampak yang cukup parah. Asap dengan bau menyengat menyebar.
Tidak hanya di wilayah sekitar TPA yang merasakannya. Tapi hingga ke kabupaten tetangga, Gowa. Darurat asap sampah tengah berlangsung.
Kebakaran pada Minggu (15/9) hingga Senin pagi (16/9), merupakan yang terbesar dalam kurun beberapa tahun terakhir. Hal itu diakui Syawaluddin, Kepala Tata Usaha (KTU) Unit Pelayanan Teknis TPA Tamangapa, Antang, saat dikonfirmasi kemarin.
Kata dia, pertamanya api hanya muncul pada satu blok. Namun karena cuaca panas dan tiupan angin yang cukup kencang, si jago merah menyebar ke blok lainnya.
“Pada Minggu malam seluruh armada pemadam kebakaran Pemkot Makassar dikerahkan, sehingga api berangsur mulai padam,” ujar Syawal, kemarin.
Meski begitu, menurutnya, bara yang ada di dasar tumpukan sampah baru bisa padam paling lambat dalam rentang waktu lima bulan ke depan.
“Kalau padam secara total itu tidak serta merta. Paling lima bulanke depan baru bisa (padam total). Karena kebakaran ini hingga ke dasar tumpukan sampah,” tandasnya.
Perlahan, kondisi di TPA Tamangapa mulai kondusif. Aktifitas pembuangan sampah oleh angkutan mobil sampah mulai terlihat di siang hari kemarin.
Sebelumnya, armada pengangkut sampah dilarang melakukan aktivitas di dalam kawasan TPA, kecuali pemadam kebakaran. Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar M Ansar, didampingi Camat Manggala Ansar Umar, dan Kadis Kesehatan Makassar dr Naisyah T Azikin, turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan kondisi terakhir. Termasuk yang terkait keamanan warga. Kepada warga dibagikan masker.
Menurut Syawal, kebakaran di lahan TPA Tamangapa kali ini mencapai luasan 10 hektare. Atau 80 persen dari 16,8 hektare luas keseluruhan.
Untuk penyebabnya, dikatakan Syawal tidak ada unsur kesengajaan. ”Kebakaran terjadi karena ada pertemuan arus panas dari bawah,” katanya.
Selain mengerahkan seluruh armada damkar pemkot guna mengatasi persebaran api, juga dikerahkan pompa air.
”Proses pembuangan sampah tetap berlangsung. Untuk sementara diarahkan ke TPA Bintang Lima yang ada di samping TPA sampah utama. TPA Bintang Lima juga dari TPA umum,” jelas Syawal.
Dampak asap kebakaran, menurut Syawal, dirasakan langsung warga Tamangapa yang berdomisili di sekitar TPA. Untuk mengurangi risiko penyakit yang bisa timbul, Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan bergerak membagi-bagikan masker.
“Pak Sekda dan Bu Dinas Kesehatan Kota Makassar sudah datang tadi pagi (kemarin),” imbuhnya.
Ditanya tentang Penjabat Wali Kota Iqbal Suhaeb, ternyata belum datang ke TPA. Informasi yang diperoleh Syawal, Iqbal tengah berada di luar kota.
Menurut Syawal, TPA Tamangapa sudah menjadi langganan kebakaran setiap tahun. Karenanya, ia berharap kepada pemkot melalui Dinas Pemadaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPM-PTSP) tidak lagi memberikan izin kepada developer untuk membangun perumahan yang ada di sekitar TPA. Hal tersebut dimaksudkan agar warga terhindar dari asap ketika kebakaran terjadi.

Titik Api Susulan

Kepala Bidang Operasional Dinas Damkar Kota Makassar Muhammad Hasanuddin mengatakan, meski api berhasil dipadamkan, namun tetap berpotensi munculnya titik api susulan. Sebab, dasar dari tumpukan sampah di lokasi TPA mengandung gas metan. Kondisi ini diperparah dengan suhu yang cukup panas.
“Munculnya titik api susulan di lokasi TPA memungkinkan terjadi. Dikarenakan dasar dari tumpukan sampah mengandung gas metan. Dipicu lagi dengan suhu panas di atas 37°c hingga 39°c,” terang Hasanuddin.
Dijelaskan Hasanuddin, pembakaran sampah di TPA Tamangapa juga menimbulkan pembakaran monoksida yang dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Sepertinya suhu panas akibat terik matahari saat ini, menimbulkan pembakaran monoksida yang dapat mengakibatkan ISPA,” jelasnya.
Diakui Hasanuddin, peristiwa kebakaran saat ini tak jauh beda dengan kejadian seperti tahun lalu. Kala itu, selama enam hari berturut petugas damkar turun melakukan pemadaman.
Anggota DPRD Kota Makassar meminta kepada pemkot untuk terus aktif memantau kondisi di TPA Tamangapa, serta menyelesaikan masalah kabut asap yang ditimbulkannya. Termasuk melakukan langkah antisipasi penyakit yang bisa muncul.
“Saya sudah pantau kondisi di sana (TPA). Saya juga sudah tanyakan ke Kadis Kesehatan. Katanya sudah dibagikan masker kepada penduduk sekitar,” kata anggota DPRD Kota Makassar Abdi Asmara.
Menyusul peristiwa ini, lanjut Abdi, pemkot sudah seharusnya memperkuat manajemen sistem yang ada TPA Tamangapa. “Antisipasi terkait kebakaran itu harus ada. Karena akses di belakang itu terbuka. Jangan sampai ada semacam sabotase. Itu yang perlu dihindari. Kalau perlu Dinkes dan Dinsos Makassar turun langsung memberikan edukasi ke masyarakat di wilayah sekitar itu terkait bahaya kebakaran,” sarannya.
Anggota DPRD Makassar dari Dapil IV Nasir Rurung menegaskan,seharusnya pemkot lebih memperhatikan sistem pengamanan guna penanggulangan terjadinya kebakaran. Mencari cara bagaimana kebakaran tidak terus terulang.
“Pemerintahan sebelumnya, setiap tahun timbunan sampah selalu dibongkar. Sehingga percikan api yang ada di sekitar situ tidak berpotensi memicu kebakaran. Jadi saya berharap, nantinya pemkot intens melakukan langkah pencegahan seperti itu,” ujarnya.
Dia juga berharap, Dinkes Makassar menyebar sebanyak mungkin masker kepada pengguna jalan. Lebih khusus kepada masyarakat setempat.

Posko Bantuan Medis

Dinas Kesehatan Kota Makassar telah membuka posko bantuan medis yang berpusat di Puskesmas Pembantu (Pustu) Tamangapa sejak Minggu (15/9). Tenaga medis dikerahkan dan disiagakan selama 24 jam di tempat ini.
Sejak Minggu, Dinkes Makassar telah melakukan aktivasi terhadap dampak dari bahaya kebakaran, yang salah satunya adalah asap yang bisa mengganggu saluran pernapasan.
Tim Dinas Kesehatan menurunkan Tim Gerak Cepat (TGC) Bencana. Mereka melakukan mitigasi, dan penyisiran area yang memiliki risiko terkena dampak terbesar di sekitar lokasi kebakaran.
Model penanganannya ada dua. Yakni saat terjadi bencana (kebakaran), dengan menginformasikan kepada warga yang berdomisili sekitar TPA Tamangapa. Terutama mengimbau ibu-ibu yang memiliki balita dan batita agar menjauh dari lokasi. Sekaligus membagikan masker atau penutup wajah.
Penanganan pascabencana dilakukan dengan menyisir, dan membuat pemetaan data lokasi dan pemberian masker pada lokasi yg telah terdampak. Datanya bersumber dari hasil mitigasi lalu.
“Masker yang dibagikan melalui Posko Bantuan Medis dan TGC Tamangapa, Bangkala, dan Antang Perumnas sejak kemarin (Minggu) hingga hari ini (Senin) kurang lebih 7.074 lembar. Diserahkan kepada warga yang terdampak asap. Termasuk pelajar dan petugas,” kata Naisyah.
Dinas Kesehatan memiliki TGC sebanyak 47 yang tersebar di 15 kecamatan. Khusus penanganan tanggap darurat bencana di TPA Tamangapa, TGC yang dikerahkan adalah TGC Antang Perumnas, Tamangapa, Bangkala, dan Antang. Posko bantuan medis juga menyiapkan bantuan oksigenasi untuk pasien sesak, vitamin dan obat-obatan pendukung lainnya.
“Hari kedua, TGC kembali menyisir sekolah dan pemukiman warga. Khusus di sekolah-sekolah kita serahkan sesuai jumlah siswa yang hadir,” ujar Naisyah.

Pangdam Kunjungi Lokasi

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi meninjau lokasi kebakaran di TPA Tamangapa, Senin (16/9). a disambut Kepala TPA Sampah Antang Rahim, Camat Manggala Ansar Umar dan Lurah Tanggamapa Rasyid Razak.
Kedatangan Pangdam untuk memastikan kebakaran yang melanda areal TPA sudah diatasi secara tuntas, dengan melibatkan berbagai institusi, khususnya Dinas Pemadam Kebakaran. Termasuk aparat Kodim yang membantu.
Partisipasi warga sekitar lokasi TPA, yang bergotong royong ikut memadamkan api yang membakar enam blok TPA. Kebakaran di blok A1, A2, A3, A4, dan B serta C sudah berhasil dipadamkan. Sementara blok 2 dan 4 masih menyisakan titik api.
”Proses pemadaman sudah dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. Kalaupun apinya sudah mulai mengecil, kita berharap nantinya bisa dipadamkan secara keseluruhan,” ujarnya.
Mayjen Surawahadi yang didampingi Asintel Kolonel Inf Andi Asmara Dewa, dampak asap kebakaran ini relatif panjang. Untuk itu ia berharap kepada semua pihak yang terkait agar bisa segera mengatasinya. ”Kita berusaha mencegah, jangan sampai mempengaruhi penerbangan. Karena ini merupakan perlintasan pesawat ke arah Maros,” terangnya. (nug-arf-jun/rus)

Bagi-bagi Masker,
Sekolah Diliburkan

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi terjadinya musibah kebakaran di TPA Tamangapa, Senin (16/9). Di sana, orang nomor dua Sulsel itu membagikan masker untuk para warga.
“Kami ingin mengetahui langsung kondisi di lapangan. Alhamdulillah, tadi warga yang bermukim di lokasi sudah dibagikan masker. Termasuk juga ke tim medis. Pemadam sudah standby untuk pendinginan titik api,” terangnya usai meninjau.
Andi Sudriman mengatakan, diperlukan solusi permanen dan teknologi ramah lingkungan untuk menangani persoalan sampah di wilayah tersebut.
“TPA ini butuh solusi yang permanen. Kita dorong kota untuk bersinergi bersama Pemprov Sulsel. Juga teknologi penanganan sampah yang ramah terhadap lingkungan,” jelasnya.
Wagub mengarahkan, tanah dan sampah di wilayah yang dulunya adalah lembah ini dapat dipilah, sehingga sampah yang mencapai 800 kg setiap hari dapat terpisah dari tanah.
Laporan pemerintah setempat ke wagub, ada lima SD, satu SMA, satu SMP, serta satu panti asuhan merasakan dampak asap. “Tim gerak cepat sudah dibuat untuk menangani dampak akibat asap. Tiga SD diliburkan karena dekat dari lokasi TPA dan merasakan dampak asap yang hebat,” sambungnya.
Wagub menyarankan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) dan pengelola TPA agar mempertegas larangan merokok di area TPA.
“Pengalaman dengan apa yang terjadi saat ini, rokok bisa jadi penyebab kebakaran. Kalau bekerja jangan sambil merokok,” kata Sudirman.
Selain larangan merokok, wagub menyarankan pekerja di lokasi TPA menggunakan masker, serta peralatan keamanan saat bekerja.
“Diharapkan jangan masuk ke area TPA tanpa menggunakan masker. Keamanan dalam bekerja sangat dibutuhkan. Mungkin setahun ini sosialisasi dulu. Kaos tangan dan sepatu juga contohnya, harus dijadikan pola kebiasaan bagi pekerja. Terutama untuk kesehatan masyarakat yang bekerja di wilayah TPA Tamangapa,” tandasnya.
Dalam kunjungan ini, wagub berkesempatan mendengar aspirasi masyarakat sekitat TPA. Dalam dialog, masyarakat berharap TPA Tamangapa dikelola dengan baik. Salah satunya dengan normalisasi kanal.
Masker juga dibagi-bagikan kepada pelajar sekolah dasar (SD) di sekitar TPA Tamangapa. Yakni SD Inpres Borong Jambu I, II, dan III. Sekolah ini persis berada di depan TPA.
Usai mendapatkan masker, mereka kemudian diperbolehkan untuk pulang. Libur dadakan ini bertujuan agar murid bisa terhindari dari dampak asap yang ditimbulkan pascakebakaran.
“Siswa kami suruh pulang, setelah dibagikan masker. Ini sekolah terdekat persis di sebelah jalan TPA ” kata Kadis Kesehatan Makassar Naisyah Tun Azikin usai membagikan masker dan melakukan pemeriksaan kesehatan di SD Inpres Borong Jambu.
Total masker yang dibagikan selama dua hari, yakni 7.074 lembar. Disebar pada tiga TGC.

Kabut Asap di Sungguminasa

Warga yang bermukim di Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa, juga terdampak kabut asap kebakaran dari TPA Tamangapa. Dari pagi hingga sore kemarin, asap masih tampak terlihat di udara kota.
Menyikapi hal itu, jajaran Polres Gowa langsung bereaksi. Mereka turun membagikan masker kepada para pengguna jalan.
Ratusan lembar masker disebarkan petugas Satsabhara Polres Gowa di beberapa titik jalan. Proses pembagian dikomando Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan didampingi Kanit Turjawali Ipda Anwar.
Langkah awal ini dilakukan pihak Polres untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pernapasan. ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan yang bisa menimbulkan gejala batuk, pilek disertai demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.
Polres Gowa juga memberikan imbauan melalui mobil penerangan, agar seluruh warga yang melintas atau beraktivitas menggunakan masker.
“Kami bagikan sekitar 200 lembar masker kepada warga yang melintas dan langsung dipasangkan oleh anggota Sabhara Polres Gowa. Kita lakukan ini, mengingat kondisi udara di Kabupaten Gowa tidak bersahabat akibat kabut asap,” kata AKP Mangatas Tambunan. (rhm-sar/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top