Headline

Dishub Tolak Permohonan Warga Minasa Upa


MAKASSAR, BKM — Dinas Perhubungan Sulsel beberapa bulan terakhir menutup u-turn atau putaran yang posisinya berada di Jalan Aroepala. Tepatnya di belokan menuju Minasa Upa.
Penutupan itu dikeluhkan warga sekitar, khususnya yang bermukim di Minasa Upa. Pasalnya, untuk menuju ke perumahan tersebut dari arah Aroepala, pengendara harus berputar cukup jauh ke Jalan Tun Abdul Razak depan perumahan Pao-pao. Sementara di ruas jalan tersebut masih kerap terjadi kemacetan parah.
Karena persoalan itu, warga melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Minasa Upa bersurat ke Dinas Perhubungan Sulsel agar u-turn yang ditutup bisa dibuka. Surat LPM dengan nomor: 51/LPM-MU/VII/2019 dilayangkan pada tanggal 16 Agustus 2019 lalu.
Namun sayang, permohonan warga Minasa Upa tersebut tidak bisa dikabulkan Dinas Perhubungan Sulsel. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Pahlevi Yusuf, meminta maaf belum bisa merealisasikan permohonan warga Minasa Upa tersebut.
Alasannya, berdasarkan hasil pemantauan dan survei analisis volume lalu lintas jalan yang dimaksud, bukaan itu memang harus ditutup. Alasannya, volume lalulintas di jalan tersebut sangat padat. Jika u-turn dibuka, akan banyak kendaraan yang melakukan crossing (memotong) dan divergen (memisah) arah sehingga menimbulkan tundaan kendaraan yang panjang alias kemacetan.
“Putaran yang ada belum dapat dibuka sampai dilakukan kembali pengkajian ulang,” ungkap Pahlevi, Kamis (12/9).
Dia melanjutkan, belum lama ini, ada sejumlah warga yang membuka paksa u-turn di sana. Akibatnya, terjadi kemacetan cukup panjang.
“Pernah ada masyarakat yang buka paksa, tapi sekarang ditutup kembali,” ujarnya.
Dia menjelaskan, akses yang merupakan jalan provinsi tersebut sangat padat setiap hari dilalui kendaraan. Karena menjadi salah satu jalan arteri yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa. Bukan jalan perumahan. Jika dibuka, akan mengganggu arus lalulintas di sana. Apalagi saat jam-jam sibuk, di mana warga pergi dan pulang kerja.
Dia pun mengimbau warga untuk menaati aturan yang diberlakukan saat ini untuk kepentingan bersama.
“Jadi sebaiknya warga tertib ikuti alur yang sudah ditetapkan. Karena berdasarkan kajian dan analisa, harus ditutup di sana,” pungkasnya.
Pada Rabu malam (11/9), sejumlah warga dari wilayah Minasa Upa berkumpul di dekat lokasi bukaan yang dipersoalkan. Mereka melakukan pembongkaran secara paksa. Mereka memprotes penutupan tersebut.
Sejumlah aparat kepolisian berpakaian preman langsung turun ke lokasi. Rencana pembongkaran itupun batal dilakukan. Mereka hanya memasang spanduk berukuran besar tak jauh dari titik bukaan yang dipermasalahkan.
Wali kota Makassar diminta untuk segera mencari solusi untuk warga yang bermukim di sekitar Jalan Aroepala agar tidak jauh memutar hingga masuk wilayah Kabupaten Gowa.
Salah seorang warga bernama Irwan, mengaku sangat dirugikan dengan kebijakan Dishub Sulsel. Rumahnya yang terletak di pinggir jalan poros kerap dipakai untuk melanggar oleh pengendara sepeda motor. Karena mereka menghindari jalur resmi yang sangat jauh. (rhm-jun/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top