Metro

Pendapatan Pajak Hotel dan Restoran Naik


MAKASSAR, BKM–Penghasilan dari pajak hotel dan restoran naik hampir dua kali lipat. Hal ini karena penambahan alat perekam transaksi pajak di beberapa restoran di Makassar.
Kepala Bada Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Irwan Adnan, mengatakan, sejak periode Juli hingga Agustus 2019 lalu, Bapenda telah menambah 370 alat perekam transaksi pajak baru di beberapa restoran di Makassar. Hasilnya, pendapatan dari pajak tersebut perbulannya bisa mencapai Rp110 miliar.
Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dari penghasilan sebelumnya yang hanya mencapai sekitar Rp60 miliar perbulan sebelum penambahan alat baru.
“Ada 370 alat baru. Yang lama tetap jalan. Dengan penambahan alat ini kelihatan, dari Juli ke Agustus ini kita sudah ada penambahan Rp110 miliar lah. Yang sebelumnya hanya sekitar Rp60 miliar. Ada kenaikan bahkan hampir dua kali lipat,” terangnya.
Irwan menambahkan, secara bertahap pihaknya akan terus melakukan pemasangan alat ini ke beberapa restauran dan hotel yang belum menggunakan. Tujuannya jelas, untuk merekam transaksi pelanggan yang pajaknya sudah disertakan dalam nota pembelian barang maupun jasa.
Bapenda sendiri telah menyiapkan penambahan sekitar 600 alat lagi yang akan disebar. Irwan menargetkan, bisa melakukan pemasangan alat hingga 1500 di hotel maupun restoran yang ada di Makassar sampai akhir tahun ini.
“Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa kita lakukan pemasangan sesuai target kita 1500 alat. Tapi sekarang ini karena banyak persoalan kepatuhan dan kepatutan oleh wajib pajak, sehingga kita masih dalam tahap pembinaan dan sosialisasi kepada mereka,” jelasnya.
Irwan saat ini juga tengah meyakinkan para pengusaha restoran dan hotel supaya alat ini bisa dipasang di usaha mereka. Pasalnya, alat ini mendeteksi pajak dari para pelanggan yang dititipkan ke restoran dan hotel tersebut.
Jadi artinya, pajak yang direkam ini bukanlah pajak yang dikenakan oleh para pengusaha wajib pajak. Melainkan adalah uang yang dititipkan oleh masyarakat kepada pemerintah melalui restoran maupun hotel.
“Alat ini harus kita pakai. Karena pajak yang kita sasar adalah pajak yg dititipkan oleh masyarakat. Bukan pajak yang kita kenakan oleh wajib pajak. Jadi pajaknya masyarakat yang kita cari ini, itu harus dikembalikan ke negara,” tutupnya.(nug)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top