Metro

Pemprov Pakai Unhas Audit Stadion Barombong


MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini, pembangunan Stadion Barombong belum dilanjutkan. Begitu juga dengan Masjid 99 Kubah di kawasan Centre Point of Indonesia (CoI).
Dua proyek tersebut merupakan peninggalan gubernur sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo.

Untuk melanjutkan pembangunannya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah tampaknya cukup hati-hati. Dia tidak ingin jika ada persoalan yang terjadi di era sebelumnya, menjadi tanggung jawabnya. Karena itu, sebelum dilanjutkan, Nurdin meminta lembaga terkait melakukan audit. Baik penganggaran maupun fisiknya.
Khusus untuk fisik, melalui Inspektorat Sulsel, pemprov menggandeng tim auditor dari Universitas Hasanuddin (Unhas).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Inspektorat Sulsel, Salim AR menjelaskan, pihaknya sudah mengkomunikasi ini dengan pihak Unhas atas rencana audit fisik. Anggarannya kata dia, sudah diusulkan di APBD-Perubahan 2019.
“Kita sudah komunikasikan. Termasuk Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Prof Rudy, kita minta juga membantu selesaikan bersama. Anggarannya sudah kita usulkan di anggaran perubahan,” tutur Salim, Rabu (11/9).
Awalnya, Nurdin menginginkan proses ini dilakukan oleh auditor dari Politeknik Bandung. Namun rencana ini berubah. Penyebab kata Salim, biaya permintaan audit dari Politeknik Bandung tergolong besar sementara anggaran inspektorat diakuinya sangat terbatas.
“Dari Politeknik Bandung tidak jadi, karena biayanya terlalu besar. Jadi saya akan pakai orang Unhas terbaik. Kita kan cuma punya anggaran Rp400 juta. Kita usahakan juga masuk audit Masjid 99 kubah itu. Dengan auditor yang sama,” paparnya.
Dia menargetkan, audit fisik ini sudah bisa berjalan, sembari menunggu anggaran yang diusulkan di APBD-P disetujui oleh DPRD Sulsel. “Setelah disetujui anggaran oleh DPRD, kita jalan juga,” lanjut Salim.
Untuk total tim audit yang bakal dilibatkan, Salim menambahkan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Unhas. Diapun belum bisa menargetkan kapan audit fisik ini selesai, namun Inspektorat Sulsel juga akan ikut membantu dalam proses pemeriksaan fisik tersebut.
“Tergantung Unhas berapa yang mau dilibatkan. Tapi nanti kita bantu juga dari auditor inspektorat. Kita harapkan tahun ini sudah bisa jalan, makin cepat makin bagus. Supaya stadion Barombong dan masjid itu bisa jalan pembangunannya,” pungkas Salim.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah sebelumnya sudah meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit keuangan terhadap proyek-proyek tersebut.
“Jadi di audit dulu BPKP. Bersama korsub KPK, kita jalan sama-sama menyelesaikan ini,” ungkapnya.
Audit BPKP sudah rampunh dan menyusul audit fisik.
“Jadi, pada prinsipnya tetap akan kita lanjutkan. Namun karena ada proses transisi dari Syahrul ke Nurdin, tetap dibutuhkan audit untuk melihat sejauh mana tanggung jawab gubernur yang dulu dan sekarang. (rhm)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top