Sulselbar

BPBD Adopsi Sistem Penanganan Bencana Bogor


TUKAR -- Kepala BPBD Bogor Juniarti Estiningsih dan Kepala BPBD Enrekang, Abdullah Sanneng bertukar cendramata usai melakukan pertemuan di Bogor baru-baru ini.

ENREKANG, BKM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang mengadopsi sistem penanganan bencana yang dilaksanakan BPBD Kota Bogor selama ini.
Kepala BPBD Kabupaten Enrekang, Abdullah Sanneng kepada BKM usai melalukan studi tentang penyusunan regulasi penanggulangan bencana di Kota Bogor (4-7/9) baru-baru ini menjelaskan kunjungan kali ini diterima Kepala BPBD Kota Bogor, Rr Juniarti Estiningsih. Pertemuan keduanya membahas tentang regulasi sistem penanganan pascabencana.
Kasi Rehabilitasi BPBD Enrekang Usman mengatakan pihaknya akan mengadopsi regulasi sistem penanganan pascabencana untuk direpakan di Enrekang.
“Banyak hal yang dibahas pada kunjungan ini, khususnya regulasi terkait sistem penanganan pascabencana. Kita akan adopsi itu untuk diterapkan di Enrekang,” ujar Usman, Rabu (11/9).
Selain membahas regulasi sistem penanganan pascabencana, Usman menambahkan kunjungan juga dimanfaatkan membahas regulasi tentang pembentukan sekolah tanggap bencana, rencana pembuatan aplikasi koordinasi dengan kelurahan dan desa serta penawaran kerjasama untuk pelatihan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Kota BPBD Bogor dengan TRC Kabupaten Enrekang.
“Kita juga sepakat berkerjasama latihan bersama TRC BPBD Bogor dan TRC BPBD Enrekang. Wwaktu dan tempatnya akan ditentukan kemudian,” tambah Usman.
Dari hasil studi tersebut, BPBD Enrekang langsung membentuk sekolah siaga bencana (SSB) di tiga sekolah menengah atas (SMA). Ketiga sekolah tersebut yakni SMK PGRI, SMAN 7 dan SMAN 4. Kegiatan berlangsung 10 – 12 September 2019, di setiap sekolah.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Shafruddin Rahman menambahkan pembentukan SSB oleh BPBD Enrekang sudah memasuki tahun ketiga. (her/C)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top