Kriminal

Aktivis Antikorupsi Desak Polda Selidiki Proyek Jalan Beton Rp10,7 di Makassar 


DISOROT--Proyek Jalan Beton di Jalan Muh Tahir menuai sorotan. Alasannya, kualitas pekerjaan pasca dikerja ada yang retak retak.

MAKASSAR, BKM–Aktivis Lembaga Anti Korupsi (Laksus) mendesek Polda Sulawesi Selatan menyelidiki proyek jalan beton yang menggunakan dana DAK tahun 2019 senilai Rp10,7 miliar di Jalan Muh Tahir, Kelurahan Jongaya Kecamatan Tamalate.
Ketua Laksus, Muh Ansar mengatakan, desakan dia layangkan menyusul kondisi proyek jalan beton ada yang retak-retak. Proyek ini dikerjakan PT Mulia Trans Marga.
“Memang proyek itu sudah rampung tapi hasilnya ada yangbretak. Ini mengindikasikan ada yang tidak sesuai volumenya. Aparat hukum jangan diam,”tegas Muhammad Ansar, Rabu (11/9). Apalagi, kata dia, para warga setempat mempertanyakan mengapa jalan beton yang retak-retak ditempel aspal. Proyek DAK tahun 2019 milik Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar menghabiskan 10,7 miliar dengan kegiatan sarana dan prasarana jalan.
“Kontraktor juga mengerjakan drainase di lokasi yang sama. Kami minta kontraktor proyek tersebut harus bertanggungjawab apalagi masih dalam pemeliharaan,”ujarnya.
Uppi, warga Muh Tahir menuturkan saat pekerjaan jalan beton terlihat buru-buru. Pekerjaan digenjot berlangsung pada malam hari. Setelah dibeton, banyak terlihat retak-retak. 
“Masyarakat disini sempat bertanya kenapa hasil beton banyak retak. Jalan yang sudah dibeton ditempel aspal menutupi yang retak-retak,”kata Uppi, warga setempat. (ish/cha/c)


Comments
To Top