Metro

Penonton Selalu Tembus Angka 1000 Lebih


BKM/RAHMA VIRAL--Beberapa pekan ini nama Bunda Elah mulai terkenal karena menawarkan produk endorse yang dipasarkannya melalui online.

MASUKKI…. Bantu up bantu dishare… Kalimat itu sangat familiar terdengar saat kita membuka facebook. Yah, media sosial besutan Mark Zuckeberg saat ini memang banyak dimanfaatkan untuk menawarkan produk atau dagangan secara online. Peluang itu juga ditangkap Ela Rahmah atau yang populer disapa Bunda Ela menawarkan produk endorse yang dipasarkannya.

Laporan: RAHMA AMRI

Di jagad maya, nama Bunda Ela saat ini cukup fenomenal. Setiap kali live memasarkan produk, penonton yang merupakan facebooker selalu melampaui angka diatas 1000 orang dan dibagikan diatas 500 orang. Bahkan, momen live Bunda Ela selalu ditunggu-tunggu.
Dia menawarkan metode pemasaran produk yang tidak biasa. Menggunakan bahasa sehari-hari yang kadang dicampur dengan bahasa Makassar. Ditambah celutukan menggelikan yang apa adanya, membuat Bunda Ela diterima dengan baik.
Apa yang disajikan sangat natural dan tidak dibuat-buat. Termasuk dalam mengucapkan kata-kata asing yang rumit dieja dan diucapkan. Kadang, pelafalan kalimatnya yang ‘okkot’ membuat para penontonnya tertawa.
Dalam menawarkan produk, Bunda Ela sangat semangat. Suaranya lantang. Kadang ikut berjoget sesuai momen.
Celutukan-celutukannya sangat segar dan lucu.
Bunda Ela kadang menggunakan Bahasa Indonesia yang seadanya dan jauh dari pakem, namun cukup manjur masuk ke hati.
Misalnya, saat wanita kelahiran 20 Desember 1982 itu menawarkan produk untuk organ intim wanita.
Dia menyebutnya sebagai produk ‘menjepit menjerit’. Tak ayal, istilah tersebut langsung viral di kalangan netizen.
“Itu kata-kata langsungji keluar dari mulutki. Tidak dibikin-bikin,” ungkap Bunda Ela saat berbincang santai dengan Berita Kota Makassar.
Selain itu, ada beberapa kata lain yang saat ini menjadi ciri khasnya. Walaupun pelafalannya salah, namun sepertinya netizen memahami dan memaklumi.
Misalnya, jika Bunda Ela menyebut kata whatssup, maka pelafalannya menjadi ‘waspat’. Atau untuk istilah ‘COD’, Bunda Ela menyebutnya ‘cedodet’. Serta masih banyak istilah-istilah lain yang membuat netizen terbahak saat nonton live sang bunda.
Ikhwal sehingga ibu tujuh anak ini menjadi ‘penjual online’ adalah untuk membantu perekonomian keluarga. Suaminya hanyalah seorang pengangkut barang.
“Kalau ada kontainer yang isinya mau dipindahkan, barupi kodong suamiku kerja,” tutur Bunda Ela.
Untuk membantu sang suami, Bunda Ela awalnya berjualan pakaian seken alias ‘cakar’. Namun, usaha itu merugi.
“Pertama jualan cakar, tapi rugika. Banyak utangku. Cakar kan ambil bal, tidak dilihat dalamnya. Biasa banyak yang tidak bisa dijual kembali,” tuturnya.
Setelah itu, dia banting setir menjual kosmetika. Nah, dari jualan itu, ada yang menawarkannya untuk jualan kosmetik RK. Seiring dengan maraknya jualan online, Bunda Ela pun memanfaatkan facebook untuk mempromosikan jualannya. (*)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top