Metro

Kontribusi Perusda Masih Minim


MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini, kontribusi Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel masih nihil. Padahal, bantuan modal yang digelontorkan setiap tahunnya tidaklah sedikit.

Kinerja Perusda Sulsel memang perlu dievaluasi. Meski sudah berganti direksi, namun dividen untuk menunjang pendapatan daerah hingga kini belum ada.
Penyertaan modal yang terus digelontorkan ke Perusda bahkan jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tahunnya.
BPK mencatat, Perusda Sulsel bahkan mengalami kerugian pada tahun 2018 sebesar Rp2,8 miliar.
Sampai dengan 31 Desember 2018 lalu, nilai penyertaan modal yang digelontorkan Pemprov khusus untuk Perusda Sulsel mencapai Rp19,1 miliar.
Padahal, banyak aktivitas usaha berupa kerjasama usaha yang sedang dijalankan Perusda. Mulai dari Plaza Maricaya dan kerjasama konsultan dengan Hotel Imperial Arya Duta, unit usaha berupa perbengkelan, klinik, apotik, bus Rajawali Trans, Hotel Batupapan di Toraja dan Hotel Grand Sayang Park. Namun, tak ada yang maksimal.
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bahkan berani memasang iparnya, Taufik Fahruddin sebagai Direktur Utama (Dirut). Pengalaman Taufik di Bantaeng
sebagai bos Perusda, diakui Nurdin jadi alasannya. Sayang, sudah hampir setahun menjabat sebagai Dirut, kinerja Taufik masih jalan di tempat. Alih-alih dividen, Perusda bahkan diketahui akan meminta lagi suntikan dana ke Pemprov tahun depan.
Hal tersebut dikatakan Dirut Perusda Sulsel Taufik Fahruddin, Senin (9/9) kemarin. Ia bilang, Perusda sebenarnya masih butuh sokongan dana hingga Rp50 miliar dari Pemprov Sulsel.
“Saya sudah bilang ke Sekda dan pak Gubernur. Tapi, saya bilang cukup Rp1 miliar saja dulu karena Perusda ini mau kita ubah jadi Persero (PT).
Tahun ini kan tidak ada APBD untuk kami,” kata Taufik.
Dengan dana tersebut, lanjutnya ada 10 program yang akan dimasifkan untuk menunjang pendapatan Perusda ke depan. Di antaranya, kata Taufik, sewa mobil kendaraan dinas untuk pejabat Pemprov, bisnis multimedia, pasir laut, bank ikan, hingga properti. “Termasuk kerjasama dengan Latanete Plaza akan kami maksimalkan. Sudah ada taksasi harga yang kami audit secara independen yakni Rp75 juta hingga Rp90 juta per tahunnya per ruko. Cukup besar,” tambahnya.
Ia menjamin, Pemprov tahun depan akan menikmati dividen yang lebih besar dari Perusda Sulsel. Apalagi, ada rencana untuk mengakuisisi Perusda Agribisnis yang jauh lebih bobrok dari Perusda Sulsel. “Mungkin tahun ini ada dividen, tapi kecil jumlahnya. Untuk tahun depan, kami jamin sudah mulai maksimal,” tambahnya. (rhm/)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top