Headline

Ilhamsyah Sebut Gubernur Otoriter


MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel berusaha mengamankan aset Stadion Mattoanging yang selama ini dikuasai Yayasan Olah Raga Sulawesi Selatan (YOSS). Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel, Selasa (10/9) melakukan pemasangan papan bicara.
Plang berwarna putih kini terpampang di depan stadion. Tulisan berwarna hitam tertera di atasnya; Tanah Milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Berdasarkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 40 Tanggal 1 Oktober Tahun 1987.
Proses pemasangan papan bicara tersebut sempat dihalangi pihak YOSS. Tidak tanggung-tanggung, Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Mattalatta pasang badan di depan Satpol PP yang dikomandoi langsung Mudjiono selaku kasat.
Ilhamsyah menilai, penertiban yang dilakukan Pemprov Sulsel adalah tindakan semana-mena dan tidak memperlihatkan sikap demokratis. Bahkan, dia sempat menyebut Gubernur HM Nurdin Abdullah otoriter lantaran tidak melibatkan YOSS dalam proses mediasi selama ini.
Menurutnya, apa yang dilakukan gubernur yang memerintahkan staf-stafnya memaksakan menguasai stadion adalah tindakan kesewenang-wenangan.
Dia mengemukakan bahwa hingga saat ini, status kepemilikan Stadion Mattoanging belum jelas. Seharusnya, kata Ilhamsyah, Pemprov Sulsel baru bisa mengklaim kepemilikan Stadion Mattoanging jika sudah ada keputusan inkrah dari pengadilan.
“Biarkan persoalan ini bergulir dulu ke pengadilan. Tunggu keputusannya,” cetus Ilhamsyah.
Diapun membeberkan kontribusi YOSS selama ini yang kerap dipertanyakan oleh Gubernur Sulsel. Menurutnya, kontribusi YOSS yang paling konkrit adalah hingga kini masyarakat dapat menonton pertandingan sepak bola berskala nasional. Sumbagsih lain, yakni memberikan pelayanan dalam rangka pembinaan atlet.
Sebaliknya, pihak YOSS justru menuding Pemprov Sulsel selama ini tidak pernah membantu dalam pemeliharaan Stadion Mattoanging, sehingga pihaknya harus turun tangan secara mandiri.
Ilhamsyah menganggap Pemprov Sulsel tidak memiliki komitmen dalam perkembangan infastruktur olahraga. Terbukti, dua GOR yang menjadi kebanggaan Pemprov Sulsel, yakni GOR Sudiang dan Barombong terbengkalai.
Kepala Satpol PP Sulsel Mujiono menekankan, kehadiran mereka memasang papan bicara di Stadion Mattoanging bukan untuk melakukan penertiban, melainkan hanya pengamanan aset.
Mujiono menegaskan, Pemprov Sulsel memiliki legal standing berupa sertifikat hak pakai sejak zaman pemerintahan Gubernur Sulsel terdahulu, yakni A Rifai. Atas alas hak tersebut ditambah rekomendasi KPK, pihak Pemprov Sulsel lantas mengambil langkah tegas.
Mujiono pun memastikan pengamanan aset yang dilakukan pihaknya tidak akan memengaruhi kegiatan di dalam dan luar stadion. Bahkan, menjamin tidak akan mengganggu warga yang bermukim di area sekitar Stadion Mattoanging.
“Niat Pemprov Sulsel sangat baik dan tulus untuk memperbaiki Stadion Mattoanging sehingga bertaraf internasional,” tandasnya.
Hasan selaku tim kuasa hukum YOSS mengungkapkan, Pemprov Sulsel seharusnya menggugat ke pengadilan terlebih dahulu untuk menguji keabsahan sertifikatnya.
Apabila sertifikat tersebut dinyatakan sah sebagai aset pemprov secara hukum, pihaknya akan legowo menyerahkannya.
“Sayangnya, Pemprov Sulsel hanya sebatas mengklaim kepemilikan berdasarkan sertifikat yang diperoleh tidak sesuai aturan hukum,” tandasnya.
Dia menegaskan, pihaknya tak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah hukum terkait tindakan Pemprov Sulsel yang dinilai telah mempermalukan YOSS.
Sementara itu, Kepala Biro Aset Sulsel Nurlina mengatakan Pemprov Sulsel melalui Satpol PP tetap harus memasang papan bicara di kawasan Stadion Mattoanging itu. Sebab pemprov memiliki sertifikat hak pakai.
“Itu jelas, ada di Undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang Agraria,” ujarnya, kemarin.
Kata Nurlina, proses ini sudah berjalan sangat panjang. Hingga pada akhirnya digelar rapat dengan Polda, JPN. Bahkan rapat dengan JPN itu juga, dihadiri oleh YOSS.
Apalagi ditegaskan Nurlina, KONI sudah mencabut izin pengelolaan stadion Mattoanging dari YOSS. Selain itu, KONI juga sudah menyerahkan sertifikat tersebut kepada Pemprov Sulsel.
“KONI juga sudah kembalikan ke pemprov. Sudah ada SK-nya itu. Jadi SK penarikan dari YOSS, dan KONI serahkan ke pemprov. Jadi ada dua SK yang diserahkan,” jelasnya.
Pemprov Sulsel juga, lanjut Nurlina, tidak ingin ambil pusing atas sikap YOSS yang masih bersikeras ingin mengelola stadion tersebut.
“Silakan saja (YOSS kalau mau menggugat). Biro Hukum sudah bilang, silakan saja,” pungkasnya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top