Headline

Tidak Ada Hak Gubernur Copot Dirut Bank Sulselbar


MAKASSAR, BKM — Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar Andi Muhammad Rahmat dicopot dari jabatannya, Rabu (4/9). Rahmat dinonaktifkan sesaat setelah para pemegang saham bank pelat merah tersebut menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulselbar di Hotel Four Point by Sheraton.
Pencopotan tersebut disampaikan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mewakili para pemegang saham. Seperti diketahui, Pemprov Sulsel merupakan pemegang saham mayoritas di bank tersebut dengan persentase kepemilikan sekitar 32 persen.
Kepada wartawan, Kamis (5/9), Nurdin menekankan, kapasitasnya dalam menyampaikan pencopotan Rahmat selaku dirut Bank BPD Sulselbar bukan sebagai gubernur, melainkan sebagai pemegang saham.
“Tidak ada haknya gubernur mencopot direktur Bank Sulselbar. Itu keliru. Yang benar adalah, berdasarkan hasil RUPS. Kebetulan di dalamnya itu, Pemprov Sulsel yang memegang saham pengendali. Jadi saya mewakili para pemegang saham,” kata Nurdin.
Dia menuturkan, keputusan untuk menonaktifkan Andi Muhammad Rahmat dilakukan secara demokratis. Menjadi keinginan mayoritas pemegang saham. “Hampir 80 persen menghendaki penyegaran,” tuturnya.
Orang nomor satu Sulsel itu menyampaikan, dalam RUPS, para pemegang saham menyampaikan sejumlah pandangan dan evaluasi.
Salah satunya, mereka menargetkan deviden yang diberikan kepada para pemegang saham bisa lebih besar. Namun sayangnya, selama ini, Bank Sulselbar dinilai belum mampu memberi keuntungan yang diharapkan tersebut.
“Pemegang saham ingin deviden lebih besar. Bahkan ada beberapa pemegang saham dari kabupaten mengatakan kita ini lagi mencari lembaga-lembaga yang bisa memberikan keuntungan lebih besar daripada BPD,” imbuhnya.
Alasan lain mencuatnya usulan penonaktifan Rahmat, yakni tingginya kredit macet atau non performing loan (NPL), serta belum mampunya Bank Sulselbar menjadi bank devisa hingga kini.
Tak hanya itu, di tengah gencarnya bank lain menawarkan promo besar-besaran, Bank Sulselbar dinilai justru menunjukkan performa kurang baik.
“Itu dikeluhkan seluruh pemegang saham. NPL naik hampir 100 persen. Padahal kan kalau kita komposisikan, kredit lebih dominan konsumsi dibanding produktif,” tambah mantan bupati Bantaeng dua periode itu.
Lebih lanjut Nurdin menambahkan, dalam waktu dekat pelaksana tugas sementara (plt) akan ditunjuk melalui kesepakatan seluruh pemegang saham. Dia mengatakan, plt yang akan ditunjuk tidak jauh dari jajaran direksi yang ada di bank tersebut.
Soal pengisian jabatan dirut definitif yang saat ini kosong, dia mengatakan akan segera dibuka bidding atau seleksi terbuka.
“Pokoknya tidak lama. Dalam waktu dekat, sudah akan dibuka bidding,” pungkasnya.
Pengamat Tata Kelola Keuangan Negara Bastian Lubis, menilai pencopotan dirut BPD Sulselbar dinilai terlalu terburu-buru.
“Ternyata kemarin (Rabu) diberhentikan yah? Itu menilainya dari mana?” cetusnya saat dihubungi, Kamis (5/9).
Dia membeberkan, untuk memberi penilaian terhadap kinerja, seharusnya dilakukan pada akhir tahun anggaran. Ia juga menyinggung soal adanya kredit macet yang menjadi salah satu alasan pencopotan.
“Berdasarkan pengalaman saya selama 26 tahun mengelola keuangan negara, penilaian kinerja terkait kredit macet nanti dilakukan pada 31 Desember. Kok penilaiannya sudah dilakukan sekarang,” ujarnya heran.
Dengan fakta yang didapatnya itu, Bastian berkesimpulan jika kesalahan tidak terletak pada operasional bisnis Bank Sulselbar. Namun kesalahan justru terletak pada pemegang saham yang seolah tak mengerti aturan.
Langkah pencopotan dirut Bank Sulselbar yang disampaikan
oleh Gubernur Nurdin Abdullah, dinilai hal yang wajar oleh anggota DPRD Sulsel. Menurut legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel Rudi Pieter Goni (RPG), pemberhentian tersebut sudah punya pertimbangan sebelumnya.
“Pak NA pasti sudah memikirkan yang terbaik untuk Bank Sulselbar. Semua sudah melalui pertimbangan yang mendalam,” ujar anggota komisi C DPRD Sulsel ini, kemarin.
Mantan anggota DPRD Makassar ini tak lupa menyampaikan terima kasih kepada AM Rahmat, karena telah memperlihatkan kinerjanya selama menjabat sebagai dirut Bank Sulselbar. (rhm-rif/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top