Headline

NA Copot Dirut Bank Sulselbar


MAKASSAR, BKM — Direktur Utama Bank Sulselbar Andi Muh Rahmat secara mendadak diberhentikan dari jabatannya. Pencopotan tersebut dilakukan usai dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Rabu (4/9). RUPS dihadiri 32 kepala daerah di Sulsel dan Sulbar.
Pencopotan Rahmat sebagai orang nomor satu di bank pelat merah itu disampaikan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah usai mengikuti RUPS. NA beralasan, pemberhentian Rahmatberdasarkan keinginan dari para pemegang saham Bank Sulsel.
“Pemegang saham menginginkan dirut diberhentikan,” ungkap Nurdin singkat, tanpa menjelaskan lebih lanjut alasan pencopotan Rahmat.
Usai dicopot, Rahmat pun menggelar jumpa pers di kantornya.
Terkait keputusan ini, ia mengaku siap kapan saja diberhentikan. Dirinya berharap kebijakan tersebut bisa membuat Bank Sulselbar lebih baik lagi dibandingkan selama ini.
“Sebelum itu ada, saya siap kapan saja jika jabatan ini dicopot. Saya hanya ingin isu ini tidak membuat kinerja Bank Sulselbar terganggu,” kata Rahmat di kantor Bank Sulselbar, sore kemarin.
Menurutnya, pencopotan itu memang menjadi kesepahaman dalam RUPS LB. Walaupun sebenarnya dalam rapat ada yang setuju maupun tidak.
“Namun disepakati untuk memberhentikan. Memang tidak ada voting. Saya harus terima. Karena kalau saya ngotot, bisa gaduh. Bank ini harus berkembang,” ungkap Rahmat.
Dia mengaku, sebelum dirinya diberhentikan, memang pihaknya diminta keluar dari ruangan tempat berlangsungnya RUPS LB.
“Istilahnya, mengecek untuk melihat apa yang kami lakukan itu benar atau tidak,” ungkapnya. Setelah itulah Rahmat dinyatakan dicopot.
Dia mengaku, tidak ada penyampaian atau alasan pemberhentiannya sebagai dirut Bank Sulselbar. “Lazimnya harus ada pemberitahuan dulu. Saya akan dievaluasi. Setelah itu siapkan jawaban. Kita ketemu di RUPS nanti. Tapi sampai hari ini (kemarin) belum dipanggil untuk memberikan keterangan,” tandas Rahmat.
Dia mengaku sudah mengirim pesan lewat WhatsApp (WA) ke gubernur. Ia menyampaikan terima kasih karena selama ini sudah dipercaya menjadi dirut Bank Sulselbar.
Pada kesempatan itu, dia pun mengklarifikasi berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait pencopotannya.
Menurut dia, informasi yang berkembang terkait pencopotannya karena Bank Sulselbar karena beberapa persoalan. Di antaranya soal kredit macet, bantuan ambulans di kabupaten yang dinilai sebatas penyerahan kunci saja, rekrutmen pegawai yang tidak pernah dilaporkan kepada pemegang saham.
Dia menegaskan, soal rekrutmen pegawai, memamg diatur dalam anggaran dasar direksi bahwa itu menjadi kewenangannya. Soal kredit macet, itu hanya dua rekening. Itupun terjadi akibat BPJS Kesehatan yang tidak membayar klaim ke rumah sakit. Sementara yang satunya, karena ada persoalan ekspor.
“Tapi itu berusaha kita atasi. Kita sudah buat dengan cara mengubah perjanjian kredit yang lebih panjang, sehingga bulan ini kita bisa mendapatkan setoran kredit,” tandasnya.
Terkait persoalan ambulans, dia meminta pemerintah daerah memahami jika ada permohonan bantuan, ada proses yang harus dilalui.
“Minimal sebulan sebelum permohonan bantuan, bisa diajukan. Jangan mendekati momen di mana bantuan itu ingin diserahkan, baru diajukan. Setelah itu, tiba di kantor cabang di daerah, masih ada lagi proses yang harus dilaksanakan. Jadi bukan sebatas penyerahan kunci saja,” ungkap Rahmat.
Pencopotan Rahmat dilakukan di tengah kinerja bank yang cukup baik. Dari sejumlah indikator keuangan, bank pembangunan daerah ini justru mencatatkan akselarasi kinerja yang tumbuh pesat.
Dari sisi aset, BPD Sulselbar mencatat peningkatan aset hingga 24,53 persen secara year to date, menjadi sebesar Rp 25,6 triliun atau mencapai 17 persen dari total aset industri perbankan di Sulsel pada semester 1 2019. Bank Sulselbar juga sukses melalui proses menjadi bank devisa yang cukup cepat.
Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani yang dihubungi terkait pencopotan Rahmat, mengaku belum mendapat informasi resmi terkait hal itu. “Saya baru dengar kabar selentingan,” ujarnya, kemarin.
Namun, dia mengatakan, dari situasi yang berkembang, arahnya memang pada pencopotan Rahmat sebagai dirut Bank Sulselbar. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top