Headline

Pembobol Dana Nasabah Diduga Jaringan Narkoba


SIDRAP, BKM — Kasus raibnya dana nasabah dari rekening Bank Mandiri Cabang Sidrap mulai terkuak lebar. Terindikasi kuat terjadinya unsur kejahatan perbankan yang terstruktur, sistematis, dan massif.
Kasus yang mendapat atensi dari Polda Sulsel dan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini, telah membuka titik terang aliran dana puluhan nasabah Mandiri yang selama ini diduga ditilap.
Penyelidikan Polres Sidrap bersama tim khusus Fismondev (Fiskal, Moneter, dan Devisa) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel mulai mengetahui ke mana aliran dana nasabah tersebut.
Sejumlah orang disebut-sebut ikut bermain di dalamnya. Salah satunya adalah Rosni Dewi Pitasari. Wanita bertubuh tambun ini adalah kunci raibnya dana nasabah puluhan miliar tersebut.
Ia membeberkan cara memainkan uang nasabah miliaran rupiah di Bank Mandiri Sidrap.
Dalam kasus ini, Rosni berperan dan bertindak seolah-seolah adalah karyawan Bank Mandiri. Padahal, dia adalah pekerja asuransi AXA Mandiri yang diperbantukan di kantor cabang pembantu Bank Mandiri Sidrap.
Rosni mengaku bisa bertransaksi uang nasabah tanpa diketahui pemilik rekeningnya. Hal itu terbukti adanya 52 kartu automatic teller machine (ATM) yang berhasil dicetak olehnya. Sebagian lagi ada yang digandakan. Dia beralasan, hal itu dilakukannya untuk memudahkan semua transaksi uang nasabah yang berhasil ia kelabui.
Modus yang dilakoni Ronsi, bermula dari merayu korban untuk ikut program Tabungan Cerdas Mandiri. Selanjutnya memblokir sementara dana nasabah.
Korban yang masuk tipu daya Rosni ini mulai percaya, selain tergiur hadiah langsung yang dijanjikan pelaku. Ia juga memberitahukan jika dananya yang ditabung itu diblokir berjangka waktu.
Di sinilah sebenarnya aksinya dilancarkan. Ia memberi tahu terlebih dahulu ke nasabah agar pemilik rekening tidak mengecek dana tabungan yang diblokir tersebut. Padahal, Rosni melakukan semua transaksi dan perputaran uang nasabah tanpa diketahui pemilik.
Caranya sangat profesional. Karena ternyata, Rosni tidak sendirian bekerja. Ia mengaku dibantu atasannya, yakni Andi Rachmat Samaiyyo yang juga mantan kepala KC Bank Mandiri Sidrap. Mereka sudah menjalankan aksinya sejak tahun 2017 hingga sekarang.
“Saya menggerakkan dana nasabah ini, semuanya sepengetahuan Andi Rachmat saat itu. Saya juga dibantu oleh Tommy,” beber Rosni, yang dicecar pertanyaan oleh penyidik sesaat setelah diamankan tim Buser Satreskrim Polres Sidrap di daerah Luwu, perbatasan Siwa Wajo, Kamis malam (22/8).
Dalam penyidikan awal yang dipimpin langsung Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono dan AKBP Hamka Malluru selaku Kasubdit 2 Fismondev Direskrimum, Rosni terlihat terkesan santai. Tidak ada beban di raut wajahnya.
Dalam bertransaksi, Rosni Dewi membeber bahwa Tommy berprofesi sebagai wiraswasta. Ia bekerja di warung kopi (warkop). Tugasnya melakukan transfer dana nasabah pada waktu tertentu. Semua itu atas petunjuk Rosni.
Tak hanya Andi Rachmat dan Tommy. Rosni juga mencairkan tunai tabungan nasabah melalui teller Bank Mandiri bernama Alwi.
“Saya cairkan uang tunai ini atas persetujuan atasan saya (Andi Rachmat). Ada juga yang tidak diketahui. Ini semua untuk memenuhi target transaksi dan perputaran uang di tabungan nasabah,” terang Rosni.
Hanya saja, Rosni terkesan memberi keterangan yang mencurigakan. Ada yang diakui, tapi ada pula disangkali.
Seperti keterangannya terkait hubungan bisnis dengan H Agus alias Lagu Sulo dan Syukur. Kedua orang ini berurusan dengan hukum karena dicurigai terlibat TPPU (Tidan Pidana Pencucian Uang) dalam kejahatan narkoba.
“Kartu ATM itu saya pakai bertransaksi. Transfer ke rekening satu ke rekening lainnya. Kemudian saya kenal Syukur atas fasilitas rekannya H Kayyu. Namun saya tidak tahu bisnisnya. Termasuk jaringan narkoba,” jelasnya.
Mengenai adanya ATM yang dicetak dengan nilai tak terbatas transaksinya, Rosni menyebut ada 52 buah yang berada di tangannya. Nominal uangnya antara Rp200 juta hingga Rp2 miliar.
“Kartu ATM ini tidak diberikan ke nasabah agar bisa memudahkan saya melakukan transaksi. Memutar uang dari rekening satu ke rekening lainnya,” akunya.

Ditetapkan Tersangka

Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono menegaskan, untuk saat ini Rosni Dewi Puspitasari telah ditetapkah tersangka. Ia dijerat kejahatan konvensional yang bersindikat dalam perbankan.
“Untuk sementara baru Rs yang kami tetapkan tersangka. Sudah cukup alat bukti menersangkakan dia,” ujarnya, Minggu (25/8).
Tiga orang lainnya, yakni Andi Rachmat (mantan kepala KCP Bank Mandiri Sidrap, Tommy (wiraswasta), dan Alwi (teller) masih berstatus sebagai terperiksa. ”Kita masih dalami peran mereka masing-masing. Tapi dari keterangan tersangka Rs, ketiganya disebutkan peranan dan keterlibatannya,” tambah AKBP Budi.
Kapolres membeberkan, peranan Rosni sangat besar dalam jaringan ini. Dia menjadi saksi kunci semua modus keterliban orang-orang dalam lingkarannya. Termasuk dugaan lebih ke atas lagi.
“Mudah-mudahan keempat orang yang kita amankan ini bisa memberi keterangan satu sama lain,” tandas Budi.
Dalam modusnya, Rosni mengakui dirinya sengaja menerbitkan kartu ATM nasabah tanpa sepengetahuan mereka. Nasabah hanya diberikan buku tabungan dari Bank Mandiri. Di dalamnya tertera jumlah nominal uang yang ditabung oleh nasabah.
Hal inilah yang membuat nasabah percaya bahwa uang mereka aman-aman saja. Namun pada kenyataannya, Rosni mempermainkannya.
Apalagi, nasabah betul-betul mendapatkan apa yang dijanjikan Rosni. Seperti hadiah berupa televisi, gawai, maupun hadiah menarik lainnya.
“Korban ini semuanya tidak tahu bahwa ada kartu ATM mereka yang dipegang oleh Rosni. Dengan kartu inilah Rosni bermain. Lakukan transaksi transfer ATM ke rekening atas nama Syukur,” bebernya.
Kata Budi, dalam menjalankan aksinya itu, Rosni mentransfer dana satu titik rekening, yakni Syukur. “Di sinilah juga diduga kuat Rosni terlibat jaringan narkoba lingkaran Syukur. Makanya, ada juga tim khusus dari BNN provinsi mulai turun menyelidiki dan mendalami kembali jaringan H Laugu ini. Kita tunggu semua perkembangannya,” tandas Kapolres. (ady/rus/a)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top