Headline

Enam Bulan Caleg Terpilih Isap Sabu


MAKASSAR, BKM — Jadwal pelantikan anggota DPRD Kota Makassar periode 2019-2024 tinggal menghitung hari. Namun, dalam masa penantian itu, dua oknum calon legislatif terpilih kini tersandung kasus.
Mereka adalah Rahmat Taqwa dan Mario David. Rahmat berurusan dengan polisi terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Sementara Mario terbelit kasus di internal partainya. Ia diduga menyalahgunakan dana saksi parpol.
Rahmat adalah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar. Ia lolos dalam pemilu legislatif (pileg) 17 April 2019 melalui daerah pemilihah (dapil) II, meliputi Kecamatan Sangkarrang,
Tim Elang Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Makassar menciduk Rahmat pada Selasa dinihari (20/8). Ia digerebek di rumahnya Jalan Barukang karena diduga mengonsumsi sabu, serta mengisap tembakau sintensis alias tembakau gorilla.
Dari tangannya, polisi menemukan dua saset sabu dan sisa sabu habis pakai, lengkap dengan alat isapnya (bong). Ada pula tembakau sintesis.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo merilis pengungkapan kasus ini di mapolrestabes, Selasa sore (20/8). Dia menjelaskan pengakuan Rahmat ketika menjalani pemeriksaan di depan penyidik.
”Dari hasil pemeriksaan, sudah enam bulan dia mengonsumsi narkoba jenis sabu dan mengisap tembakau. Dari hasil pemeriksaan labfor, positif memakai sabu,” terang Kombes Wahyu.
Atas perbuatannya, tersangka Rahmat dijerat pasal 112 dan 114 dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun penjara.
Kasatres Narkoba Polrestabes Kompol Diari Astetika yang mendampingi Wahyu, menjelaskan penangkapn tersangka dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Juga hasil pengembangan pengedar dan pengguna narkoba yang duluan ditangkap dan telah mendekam dalam sel tahanan Satres Narkoba Polrestabes Makassar.
”Tersangka sudah ditahan. Keterangannya masih dalam pengembangan. Kita tengah mengejar pengedar dan bandarnya,” terang Diari.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Makassar Busranuddin Baso Tika (BBT), mengaku kaget dan kecewa atas penangkapan anggotanya oleh aparat Polrestabes Makassar.
Menurut BBT, narkoba itu musuh bangsa. Lebih kejam dari teroris. “PPP tegas akan memecat kader jika terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika,” ujar BBT di sekretariat DPW PPP Sulsel, Selasa (20/8).
Meski demikian, PPP masih menunggu keputusan resmi dari pihak kepolisian. “Tentu kita menyayangkan dan kecewa dengan Rahmat Taqwa,” jelas BBT yang juga anggota DPRD Makassar dua periode ini.
Menyusul kejadian ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel akan melakukan klarifikasi atau pengecekan terkait informasi ada caleg DPRD Kota Makassar yang tertangkap karena narkoba.
Ketua KPU Sulsel Misnah Attas mengatakan, begitu mendapat klarifikasi dan memang benar ada yang seperti itu, pihaknya akan mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Apakah mempersyaratkan yang bersangkutan tetap diajukan, tertahan, atau tidak.
“Jadi sejauh ini belum ada penyampaian soal caleg terpilih ditangkap narkoba. Kami segera lakukan pengecekan dan klarifikasi dulu,” ungkap Misnah usai bertemu dengan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah untuk menyerahkan nama-nama caleg terpilih, Selasa (20/8) di Rumah Jabatan Gubernur.
Dia mengaku, KPU Sulsel belum bisa mengeluarkan keputusan apakah yang bersangkutan tetap akan dilantik atau tidak.
“Nanti dilihat. Itu ada prosesnya. Kita juga tidak boleh sertamerta ada yang bermasalah kemudian langsung diganti oleh KPU. Tidak seperti itu juga. Nanti dilihat,” tandasnya.
Itu pun, tambahnya, KPU nantinya hanya sebatas pengusulan ke DPRD. Selanjutnya embaga wakil rakyat tersebut yang akan memutuskan.
Apalagi, karena terkait dengan hukum, prosesnya akan memakan waktu yang cukup panjang. Sementara, caleg terpilih sudah akan dilantik dalam waktu dekat, yakni 9 September mendatang.
“Menunggu keputusan inkrah,” jelasnya.
Lebih jauh dia mengemukakan, hingga saat ini masih ada satu caleg terpilih DPRD Sulsel yang belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) kepada KPU. Caleg bersangkutan adalah Taqwa Muller.
Namun, lanjut dia, yang bersangkutan sebenarnya telah mengirimkan soft file LHKPN ke KPU.
“Kami sudah mengecek barcodenya memang dari KPK, namun kami harus punya fisiknya. Begitu diserahkan ke KPU, langsung kami usulkan kembali namanya. Masih bisa. Setelah ada fisik, KPU akan usulkan agar namanya segera di-SK-kan,” pungkas Misnah.
Gubernur HM Nurdin Abdullah segera akan memproses usulan tersebut agar mereka bisa dilantik sesuai jadwal.
Ke depan, dia juga berharap, DPR adalah mitra kerja pemerintah. Tentu harus dibangun komunikasi lebih intens.
“Kita ingin supaya tidak ada perbedaan persepsi. Karena itu, ke depan komunikasi harus terjalin. Saya berharap kita seiring sejalan. Semua kunjungan gubernur, minimal diikuti oleh komisi yang bersangkutan. Termasuk ketua ketua DPRnya supaya ada sinergi. Seperti sekarang ini kan, kita tahu karena miskomunikasi sehingga banyak hal-hal yang menjadi ganjalan. Saya kira apapun kalau komunikasinya bagus pasti akan makin baik,” tandasnya.

Kasus Mario David

MASALAH lain menimpa anggota DPRD Makassar Mario David. Legislator Partai Nasdem yang kembali terpilih untuk periode kedua ini, terancam tidak dilantik sebagai anggota dewan lantaran ada masalah di internal partainya yang harus diselesaikan.
Mario David yang juga ketua Fraksi Nasdem DPRD Makassar ini tersandung dugaan kasus penyalahgunaan dana saksi parpol. Wakil Ketua DPD Nasdem Sulsel Dahlan Gege yang dimintai tanggapannya tidak membantah hal tersebut. Dahlan Gege mengakui jika pihak Nasdem sementara melakukan proses.
“Sementara dalam proses. Tapi untuk lebih jelasnya silakan menghubungi sekretaris Nasdem Sulsel (Syaharuddin Alrif),” ujar Dahlan Gege, Selasa (20/8).
Hanya saja, Syaharuddin Alrif yang juga wakil Ketua DPRD Sulsel belum merespons upaya konfirmasi yang dilakukan. Ia tak mengangkat gawainya ketika dihubungi. Pesan singkat yang dikirim juga belum dijawab.
Hal sama juga untuk Ketua DPD Nasdem Kota Makassar Andi Rachmatika Dewi. Politisi yang akrab disapa Cicu ini tak menjawab pesan yang dikirim. (jul-rhm-rif/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top