Headline

Rp2 Miliar Dana Nasabah Diduga Ditilep Oknum Bank


SIDRAP, BKM — Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono meminta kepada seluruh nasabah Bank Mandiri di daerah ini yang kehilangan dananya untuk segera melapor. Dengan adanya pelaporan tersebut, aparat bisa segera melakukan upaya hukum.
”Kami sudah sampaikan kepada nasabah melalui pimpinan Bank Mandiri Sidrap agar korban segera melapor, sehingga bisa dilakukan langkah hukum,” ujar AKBP Budi Wahyono, akhir pekan lalu.
Diakuinya, selain H Podda, masih ada nasabah lain menjadi korban yang dananya raib. Angkanya bervariasi. Dari sekitar Rp170 juta, Rp400 juta, hingga Rp500 juta.
Menyusul kejadian tersebut, pimpinan kantor Cabang Bank Mandiri Sidrap sudah berusaha untuk dimintai konfirmasinya. Hanya saja, ia memilih untuk menghindar. Wartawan yang datang ke kantornya guna meminta penjelasan sekitar pukul 13.30 Wita, tidak berhasil menemuinya.
Seorang satpam yang tengah bertugas, menegaskan bahwa pimpinannya sedang rapat dan tidak bisa ditemui. Ditunggu hingga satu jam lebih, pimpinan Bank Mandiri Sidrap belum juga bisa ditemui.
Pukul 15.00 Wita, wartawan kembali bermaksud menemuinya. Namun, kali ini kantor Bank Mandiri Sidrap sudah tertutup.
Sementara itu, H Podda, warga Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap dinyatakan tidak terlibat sebagai jaringan narkoba seperti dugaan sebelumnya.
Hal itu ditegaskan Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Badan Narkotika Nasional ( BNN) Brigjen Pol Bahagia Dachi, Jumat (16/8).
Dikatakannya, memang sebelumnya nomor rekening atas nama Hj Gusnani, istri H Podda ditemukan ada aliran dana masuk dan keluar sebesar Rp2 miliar pada periode Januari-Juli 2019.
“Kita sudah telusuri dengan baik. H Podda clear. Benar ia tidak tahu sama sekali ada uang masuk dan keluar di rekening istrinya itu,” ujar Brigjen Bahagia.
Bahagia menegaskan, pihaknya sudah menyita uang Rp2 miliar tersebut dari pihak Bank Mandiri. Nomor rekening istri H Podda juga sudah diblokir.
“Betul, kami yang minta rekening itu diblokir. Kalau memang masih ada uang H Podda di rekening tersebut, silakan berurusan dengan pihak Bank Mandiri. Tempuh jalur hukum. Tuntut mereka. Minta uangnya kembali,” terangnya.

Penarikan 39 Kali

Dihubungi terpisah, H Podda mengaku telah dirugikan oleh oknum Bank Mandiri Sidrap. Hal itu disampaikan H Podda didampingi pengacaranya H Makmur M Raona.
Dia mengaku, uang miliknya senilai Rp2 miliar hingga kini raib. Diduga dana tersebut hilang oleh ulah oknum Bank Mandiri, dengan modus ada promo bulanan dengan berbagai hadiah menarik.
”Kalau persoalan dana yang masuk ke rekening tanpa sepengetahuan kami, itu sudah ditangani BNN pusat dan kini sudah tidak ada masalah. Yang kukejar sekarang ini uang pribadiku yang nilainya juga Rp2 miliar. Hilang karena promo bulanan dari oknum Bank Mandiri,” cetusnya.
H Podda menceritakan bahwa dirinya sudah lama jadi nasabah prioritas dari berbagai bank, karena usahanya di bidang jasa konstruksi selama sepuluh tahun terakhir cukup maju. Dirinya mengelola keuangan dari berbagai proyek antara Rp10 miliar hingga Rp30 miliar pertahun.
Setiap tahun dirinya selalu dibujuk masuk pemblokiran dana sebagai bentuk promo dari pihak bank dengan berbagai hadiah menarik.
“Nah, kali ini saya diajak lagi masuk promo itu. Tidak lama kemudian saya cek, kenapa ada transaksi keluar dari rekeningku tanpa sepengetahuan saya. Padahal rekening saya diblokir untuk promo,” bebernya.
Dijelaskannya pula bahwa bukan hanya dirinya yang menjadi korban. Melainkan sudah ada beberapa nasabah lain yang kehilangan uang di rekeningnya.
Kini, nasabah prioritas Bank Mandiri itu pun yakin bahwa oknum pihak bank yang membujuknya menabung menyalahgunakan uangnya tersebut.
Ia kembali berencana akan menduduki Bank Mandiri cabang Sidrap yang ada di Jalan Jendral Sudirman, Pangkajene, Kecamatan Maritenggae. Seperti yang sudah ia lakukan pada Rabu (14/8).
Selain itu, pihaknya berencana menempuh jalur hukum untuk membongkar semua oknum yang menyalagunakan dananya itu ke pihak berwajib.
H Makmur M Raona selaku kuasa hukum H Podda, menceritakan bahwa sekitar satu tahun yang lalu pernah ada uang masuk di rekening H Podda sebesar Rp2 miliar. Kliennya selaku pemilik rekening tidak mengetahui asal muasal uang tersebut.
Sehingga pada saat itu pula, kata dia, BNN (Badan Narkotika Nasional) melakukan penyelidikan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap H Lagu.
Penyidik BNN menemukan adanya transfer ke rekening H Podda. Karenanya, H Podda turut dimintai keterangan.
”Namun, dari hasil lidik BNN disimpulkan bahwa dana yang ada di rekening klien kami sebagian uang milik H Lagu berdasarkan bukti transfer. Uang milik H Podda yang tergabung dengan uang H Lagu dikembalikan oleh BNN. Karena tidak terbukti ada hubungan dengan perkara H Lagu, sehingga pada bulan Juni uang H Podda yang disita dikembalikan oleh penyidik BNN ke rekening semula,” kata H Makmur.
Selanjutnya pada 11 Juli 2019, oleh karena permintaan pihak Bank Mandiri memohon kepada H Podda agar uang yang dikembalikan oleh BNN agar diblokir dulu, dengan alasan ada produk yang lagi promo.
Maka pada saat itu, H Podda menyetujui dananya diblokir. Namun yang aneh, setelah H Podda meminta print out dana yang tersimpan, justru ditemukan ada beberapa transfer yang keluar ke rekening orang lain.
”Ada slip penarikan uang sebanyak 39 kali, dan itu sama sekali tidak diketahui klien saya. Dananya ditarik tanpa sepengetahuan H Podda. Ada juga rekening istrinya Hj Gusnani Podda sebanyak Rp590 juta juga ikut dibobol. Ada slip penarikan dan transfer melalui ATM. Tapi lucunya, istri klien saya tidak ada ATMnya dari rekening itu,” cetusnya. (ady/rus/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top