Headline

Pembebas Sandera Itu Gugur di Tangan KKB


Polisi Jadi Korban Penembakan di Papua

BARRU, BKM — Brigpol Anumerta Haedar (24) kini telah terbaring abadi di peristirahatan terakhirnya. Korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua ini dimakamkan di pekuburan keluarga di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Selasa sore (14/8).
Suasana penuh duka menyelimuti rumah orangtua almarhum. Sanak keluarga dan kerabat sudah ramai sejak pagi hari. Sejumlah petinggi Polda Sulsel tampak hadir. Di antaranya Karo SDM Kombes Pol Yohanes Ragil, Dansat Brimob Kombes Pol Adeni Muhan, serta Kapolres Barru AKBP Burhaman. Termasuk unsur TNI serta Bupati Barru Suardi Saleh.
Jenazah diterbangkan dengan pesawat dari Papua menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Tiba di rumah duka sekitar pukul 16.00 Wita dengan menggunakan mobil ambulance milik kepolisian. Peti jenazah berbalut bendera merah putih dan diusung aparat kepolisian bersama keluarga almarhum.
Bersama jenazah, di dalam ambulance ada ibunda almarhum Hj Nurhaedah. Ada pula dua adiknya yang terbang bersama dari Papua.
Halaman rumah keluarga almarhum dipenuhi karangan bunga ucapan duka. Ada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, sejumlah pejabat mabes polri, kapolda Papua, kapolda Sulsel dan beberapa pejabat polri lainnya.
Kaharuddin, orang tua almarhum mengatakan kabar penyanderaan putra sulungnya di Distrik Puncak Jaya Wijaya diperoleh dari pihak Polres Serui.
“Saya diinformasikan bahwa Haedar diminta untuk mengantar gula dan kopi ke suatu tempat. Berselang dua jam kemudian, ada telepon dari Kapolres Serui yang mengatakan kalau Haedar telah meninggal dunia,” kata Kaharuddin yang tampak berusaha menahan kesedihan.
Dijelaskan Kaharuddin, hingga akhir hayatnya, almarhum belum menikah. Usianya masih muda. Lahir 17 Juli 1995.
”Sejak tamat SD sudah merantau bersama saya ke Papua hingga mendaftar polisi di sana,” kenangnya.
Menurut Kaharuddin, almarhum putranya pernah memperoleh kenaikan pangkat luar biasa karena berhasil membebaskan sandera. ”Sekarang justru anak saya yang disandera, kemudian ditembak mati oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua,” ujarnya lirih.
Penyampaian dari kapolres Serui yang menginformasikan Haedar gugur, membuat Kaharuddin sangat terpukul. Apalagi kepergian anak pertamanya itu diperoleh saat dirinya berada di Siawung, Barru.
Prosesi pemakaman almarhum berlangsung dengan upacara kedinasan kepolisian. Bertindak sebagai inspektur upcara Kepala Biro SDM Polda Sulsel Kombes Pol Yohanes Ragil. Ia menerima jenazah dari pihak keluarga untuk selanjutnya dibawa ke pemakaman.
Makam Brigpol Haedar berdekatan dengan kuburan neneknya H Cekang. ”Almarhum tiga bersaudara. Keluarga Kaharuddin ini sudah lama merantau ke Papua,” ungkap Sudirman, Kepala Desa Siawung.
Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Yohanes Ragil menyatakan, Briptu Haedar memperoleh kenaikan pangkat luar biasa dari pimpinan polri.
“Brigpol Anumerta Haedar gugur saat menjalankan tugas, sehingga layak diberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah Swt, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” pungkas Kombes Yohanes. (udi/rus/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top