Headline

Kepala SMAN 1 dan SMAN 5 Makassar Dicopot

MAKASSAR, BKM — Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo mencopot kepala SMAN 1 dan kepala SMAN 5 Makassar.
Penonaktifan keduanya berdasarkan hasil temuan koordinator Pengawasan Pendidikan Sulsel jika di dua sekolah tersebut terjadi pungutan liar (pungli).
Lelaki yang akrab disapa None itu mengemukakan, awalnya indikasi pungli di kedua sekolah tersebut diterima dari laporan masyarakat.
Seperti di SMAN 1 misalnya. Ditemukan jika belasan siswa pindahan dibebani pembayaran hingga jutaan rupiah.
None pun melakukan sidak ke sana beberapa hari lalu. Ia meminta kordinator pengawas turun melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.
Malah, Tim Saber Pungli Polda Sulsel dan Inspektorat Sulsel juga sudah turun ke sekolah tersebut dan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Sementara untuk persoalan di SMA 5, saat adik kandung mantan Gubernur Syahrul Yasin Limpo menerima sejumlah laporan. Di antaranya, siswa dibebankan pembelian sejumlah kelengkapan ruang belajar (kelas) seperti pembelian sapu, kipas angin, jam dinding, replika banser merah putih, hingga foto Presiden RI Joko Widodo.
Sudah dua hari ini, None melakukan inspeksi mendadak di sejumlah sekolah. Di hari pertama ia menyasar SMA 5 dan SMA 1 Makassar.
Sedangkan di hari kedua, sidak di SMA 12, SMA 14, SMA 8, dan SMA 3 Makassar.
“Ini sebagai bentuk komitmen dalam mencegah tindak pungutan liar, dan aktivitas yang tak disiplin di sekolah. Makanya kami melakukan sidak ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, tambah None, juga menanggapi pernyataan gubernur Sulsel terkait ketegasan untuk copot kepala sekolah yang banyak dikeluhkan para siswa.
Gubernur HM Nurdin Abdullah secara tegas mengatakan, pungutan liar untuk pendidikan sangat tidak dibenarkan. “Pokoknya siapa pun, bukan cuma SMA 1 (Makassar) saja. Siapa pun sekolah yang melakukan pemungutan saya akan copot,” kata Nurdin.
Ia mengaku, dalam waktu dekat mengumpulkan semua kepala sekolah. Mereka akan discreening (saring) karena selama ini selalu membuat aturan tersendiri di sekolah bersama komite.
“Masak bikin aturan sendiri. Harusnya kepala sekolah punya hati. Masa’ mau terima rapor harus bayar. Mau ambil ijazah harus bayar, gila nggak? Kepala sekolah yang seperti ini tidak baik. Siapa yang bisa audit itu? Kalau masih ada yang mungut-mungut, itu saya langsung cabut,” tegasnya.
Dia juga cukup berang ketika dikonfirmasi mengenai adanya beban para pelajar di SMA 5 Makassar membeli foto Jokowi. Dia pun menginstruksikan kadisdik untuk langsung mencopot kepseknya.
“Tidak usah minta petunjuk gubernur. Langsung copot saja,” tandasnya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top