Headline

Prediksi Ahli Kebatinan Bawakaraeng Terbukti


MAKASSAR, BKM — PSM Makassar menjadi kampiun Piala Indonesia 2019. Ayam Jantan dari Timur berhasil mengalahkan Persija Jakarta 2-0 (agregat 2-1) pada laga final leg kedua yang berlangsung di Stadion Mattoanging, Selasa (6/8).
Kemenangan ini membuktikan prediksi ahli kebatinan dari Bawakaraeng Syekh Sayed Abdullah. Dalam berita yang dimuat di Harian Berita Kota Makassar, kemarin, Sayed Abdullah menyebut PSM memiliki peluang yang sangat besar memenangkan pertandingan. Skor 2-0 untuk PSM ia sebutkan.
Dari empat hal yang disampaikan Sayed Abdullah, poin kedua juga terbukti. Yakni, memperkuat basis penyerang sayap kiri dan kanan. Sebabnya ialah, bola akan bermain ketat pada kedua sisi tersebut untuk meloloskan bola sundulan ke gawang lawan. Fakta di lapangan kemarin, dua gol kemenangan PSM dihasilkan dari kepala.
Final Piala Indonesia berlangsung dua leg. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 21 Juli, Persija unggul 1-0 atas PSM lewat gol Ryuji Utomo.
Dalam laga pamungkas, PSM yang bertanding di depan suporter fanatiknya langsung mencetak gol cepat. Aaron Evans menceploskan bola ke gawang lawan di menit ketiga melalui sundulan.
Evans yang menerima umpan dari sisi kiri lapangan, dengan mudah menyundulnya dan tak mampu dihalau oleh penjaga gawan Persija Andritany Ardhiyasa.
Sementara gol penentu kemenangan dicetak Zulham Zamrun, juga lewat sundulan di menit 50.
Pertandingan yang dipimpin wasit Fariq Hitaba ini berlangsung dengan tensi tinggi. Pada babak pertama, sembilan kartu kuning dikeluarkan oleh sang pengadil lapangan.
Dua di antaranya ditujukan untuk pemain Persija Sandi Sute. Masing-masing di menit 19 dan 31. Dengan akumulasi kartu kuning, Sandi akhirnya diganjar kartu merah. Dia pun harus meninggalkan lapangan sebelum laga babak pertama usai.
Spontan, Persija hanya diperkuat 10 pemain. Malapetaka ini terjadi ketika Sandi melakukan tackling keras terhadap salah satu pemain PSM Wiljan Pluim.
Pemain lainnya yang mendapat kartu kuning, masing-masing Ryuji Utomo di menit 7, Arfan di menit 11, Rahmat menit 22′, Asnawi menit 26, Abdurrahman menit 28, Aaron Evans menit 43, dan Beny di menit 44.
Sementara di babak kedua, wasit kembali mengeluarkan tiga kartu kuning. Masing-masing untuk Maman di menit 74, Rivky di menit 91, serta Zulham Zamrun di menit 94.
Dengan kemenangan yang diraihnya ini, PSM kembali akan ikut dalam ajang AFC Cup 2020. Ini menjadi keikutsertaan kedua Juku Eja dalam ajang tersebut secara berturut-turut.
Dua pemain PSM mendapatkan penghargaan individu di ajang Piala Indonesia. Masing-masing Asnawi Bahar sebagai Best Young Player. Sementara Zulham Zamrun mengoleksi dua penghargaan sekaligus. Masing-masing sebagai best player dan top skorer dengan 10 gol. Sementara tim fairplay direbut Madura United.

Penjagaan Berlapis

Penjagaan berlapis yang dilakukan aparat keamanan berhasil mengawal jalannya pertandingan hingga selesai. Tak ada keributan ataupun insiden yang terjadi.
Sejak siang sekitar pukul 13.00 Wita, para suporter mulai memadati Stadion Andi Mattalatta, kendati pertandingan baru dimulai pukul 16.30 Wita. Setidaknya ada tiga kali pemeriksaan sampai para penonton bisa duduk di tribun.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah para penonton dan suporter membawa benda yang dianggap bisa memicu kericuhan. Seperti botol minuman, korek api, flare, hingga benda tajam. Jika ada yang ditemukan, langsung diamankan di area pemeriksaan.
Salah satu suporter PSM, Emba bahkan harus membungkus minumannya yang sebelumnya menggunakan botol dengan plastik bening. ”Iya, air putihji ini. Dilarangki bawa botol, jadi ditumpahki di plastik. Kayaknya supaya tidak ada pelemparan botol,” ujarnya.
Setidaknya ada ribuan personel keamanan yang dilibatkan. Mulai dari unsur TNI, aparat kepolisian, hingga Satpol PP. Terlihat juga beberapa anjing pelacak di dalam area stadion.
Para aparat keamanan ini hingga siang hari terlihat telah berjaga di sekeliling stadio. Baik di luar maupun di dalam stadion Andi Mattalatta.

Ratu Tisha Diteriaki

Sebelum pertandingan dimulai, berbagai yel-yel dan nyanyian untuk PSM terus menggema demi menyemangati tim Juku Eja. Terkadang terdengar pula nyanyian ejekan untuk Persija dari para fans PSM Makassar.
Bahkan saat Sekjen PSSI, Ratu Tisha hadir di lapangan, para suporter PSM tampak menyambutnya dengan tidak ramah. Dengan teriakan penuh emosional, para suporter menyuruh Ratu untuk pulang.
”Pulang… pulang… pulang… mafia… mafia… mafia…,” teriak para suporter. Namun Ratu tampak tenang menghadapi. Ia tetap menonton pertandingan hingga usai.
Sebanyak 14.997 penonton yang memadati Stadion Andi Mattalatta yang sebagian besar berseragam merah, terus bernyanyi dan melompat-lompat. Suasana ini dimulai saat sebelum pertandingan hingga laga usai. (nug/rus/a)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top