Headline

SELAMAT JALAN PUNGGAWA……

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN. Sulsel kehilangan seorang putra terbaiknya. Bupati Gowa dua periode (2005-2015), Dr Ichsan Yasin Limpo menghadap kehadirat Sang Maha Pencipta. Ia mengembuskan nafas terakhirnya, Selasa (30/7) pukul 07.30 waktu Tokyo, Jepang.
IYL, demikian ia akrab disapa. Kepergiannya untuk selama-lamanya menyisakan duka mendalam bagi mereka yang mengenalnya. Juga masyarakat Sulsel secara umum.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel itu berpulang, di tengah perjuangannya melawan penyakit kanker paraparu stadium empat yang dideritanya. Didampingi keluarga dekatnya, ia meninggal di Juntendo University Hospital Tokyo, Jepang.
Sejak awal tahun 2019, pria kelahiran Makassar, 9 Maret 1961 ini
telah mendapatkan perawatan intensif untuk mengobati penyakit yang diidapnya. Bahkan sempat menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Mounth Elizabeth, Singapura.
Dari Singapura, dengan harapan mendapat kesembuhan, pihak keluarga kemudian memutuskan untuk membawanya ke Tokyo, Jepang. Namun Tuhan berkehendak lain. Beberapa hari dirawat di Negeri Matahari Terbit, Ichsan meninggal dunia.
Melalui akun Facebook miliknya, Adnan Purichta Ichsan memohon agar ayahnya dimaafkan apabila ada salah kata dan perbuatan almarhum semasa hidupnya.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan Papa tersayang, sekarang Papa sdh tidak merasakan sakit lagi.. Allah SWT punya rencana yg terbaik untuk Papa, Insya Allah sakit Papa adalah penggugur dosa-dosa bagaikan daun yang jatuh dari pepohonan..,” tulis Adnan, putra IYL dari Tokyo, Jepang, kemarin.
“Sy dgn kerendahan hati memohon doa yang tulus untuk Ayahanda, Insya Allah almarhum husnul Khotimah, serta mohon dimaafkan apabila ada salah kata dan perbuatan almarhum,” tambah Bupati Gowa itu.
Adnan dan ibundanya Novita Madonza Amu memang dengan setia terus mendampingi Ichsan menjelang akhir hayatnya. Termasuk keluarga inti IYL, seperti menantu dan kedua cucunya. Mereka terus bersama jenazah almarhum sejak di rumah sakit, hingga dilakukan proses administrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, kemarin.
Dari agenda yang diperoleh dari pihak keluarga, jenazah almarhum dan rombongan keluarga akan meninggalkan Tokyo menuju Jakarta, Rabu (31/7) pukul 09.30 waktu setempat. Diestimasi tiba di Jakarta pukul 17.00 WIB.
Menurut Devo Khadafi, ponakan IYL yang juga Kepala Biro Humas Provinsi Sulsel, jenazah pamannya akan tiba di Makassar pada hari Kamis dini hari (1/8) pukul 01.00 Wita.
Selanjutnya jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Haji Bau, kediaman orangtua almarhum, Hj Nurhayati Yasin Limpo. Saat disemayamkan ini, kata Devo, akan dibuka sesi pelayatan bagi masyarakat, kerabat dan kolega pada Kamis pagi pukul 07.00-10.30 Wita.
Pukul 10.30 Wita persiapan salat jenazah di rumah duka. Kemudian jenazah akan dilepas dengan upacara pada pukul 11.00 Wita. Hadir para pejabat Pemkab Gowa, camat, lurah, dan praja.
“Pukul 12.00 Wita jenazah tiba di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa untuk disalatkan. Selanjutnya dilepas oleh masyarakat Gowa menuju pemakaman umum di Panaikang, Makassar pada pukul 13.00 Wita sampai selesai,” jelas Devo, kemarin.

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya IYL. ”Dengan penuh rasa duka mendalam kami sampaikan telah berpulangnya ke rahmatullah sahabat saya Bapak Ichsan Yasin Limpo,” ujarnya.
Gubernur mendoakan almarhum keadaan husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Sebelumnya, Nurdin sempat menjenguk IYL saat menjalani perawatan di RS Mount Elizabeth Hospital Singapura, Senin (1/7) lalu. Ia sempat berbincang dengan keluarga IYL terkait kondisinya ketika itu.
Saat itu, NA kemudian meminta kepada warga agar mendoakan Ichsan kembali sehat. “Semangatki’ punggawa! Syafakallah,” ujar Nurdin Abdullah.
Nurdin Abdullah menuturkan, setelah kunjungan dirinya tersebut, ia meminta pelibatan tim medis dari Jepang untuk melakukan pemeriksaan.
Lebih jauh dia mengatakan, dirinya memiliki kenangan tersendiri terhadap IYL sebelum meninggal dunia. Saat menjenguk IYL, mantan bupati Gowa tersebut sempat menyampaikan keinginannya kepada Nurdin Abdullah.
“Waktu saya jenguk, almarhum katakan, harum sekali Bapak Gubernur. Pak Gub, saya mau minta tolong. Pasti Pak Gub bisa tolong saya ini. Pokoknya bilang aja, apa yang mau dikasih tahu,” kenang Nurdin.
Kemudian dia mengatakan, “Ichsan cuman minta tolong. Saya pengen ke kamar mandi sendiri, dan buang air sendiri (bermakna ingin segera sembuh).”
Almarhum kemudian melanjutkan kata-katanya.” Pak Ichsan bilang begini; saya sudah tenang. Tinggal satu yang saya agak sedih. Mungkin saya tidak lihat lagi dua anak saya itu menikah.”
Percakapan tersebut menjadi kenangan terakhir Nurdin Abdullah terhadap IYL. Atas meninggalnya ketua PMI Sulsel itu, NA mengakui jika Sulsel telah kehilangan putra terbaiknya. Sosok yang sangat tegas, tidak pernah lelah membangun daerah.
“Pak Ichsan tokoh yang luar biasa. Keluarga besar, termasuk almarhum begitu kuat mau sembuh. Semua alternatif dilakukan. Termasuk beliau dalam kondisi lemah masih bisa terbang ke Jepang,” tuturnya saat ditemui di Kantor Gubernur.
Di Jepang, lanjut Nurdin Abdullah, telah dilakukan upaya maksimal. Yang menangani juga adalah dokter terbaik. Ahli kanker terbaik.
“Tetapi itulah, kita hanya dapat berusaha. Semua sudah ditentukan oleh Allah Swt,” ujarnya.

Ucapan Duka

Ucapan duka turut berbelasungkawa mengalir dari berbagai kalangan. Masyarakat umum hingga pejabat, dan tokoh mengirimkan doa untuk almarhum IYL.
Berita soal meninggalkan mantan Bupati Gowa dua periode tersebut langsung tersebar dengan cepat. Timeline medsos seperti Facebook dan Instagram dipenuhi ucapan berduka atas berpulangnya ke rahmatullah ketua PMI Sulsel tersebut.
Sejumlah persiapan dilakukan sejak pagi di rumah Nurhayati Yasin Limpo, sang ibunda almarhum. Tenda putih besar dipasang menutupi seluruh halaman rumah. Kursi-kursi diatur rapi untuk para tamu yang akan datang melayat.
Karangan bunga ucapan belasungkawa sejak pagi tak berhenti berdatangan. Termasuk dari Gubernur Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Di depan rumah, sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga dan mengatur lalu lintas. Sementara dalam rumah, lantai dipasangi karpet. Di salah satu ruangan, foto Ichsan semasa hidup dipajang.
Usai dhuhur, pelayat mulai berdatangan satu persatu. Sejumlah tokoh penting daerah juga terlihat.
Mereka diterima oleh dua saudara almarhum, yakni mantan gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo, dan Dirut PDAM Makassar Haris Yasin Limpo.
Sementara Hj Nurhayati, ibunda almarhum, tak banyak yang dilakukannya. Dia lebih banyak duduk dan berdiam diri dalam rumah.
Sedangkan Irman Yasin Limpo atau None berada di Jakarta menantikan jenazah almarhum, untuk selanjutnya bersama-sama keluarga Ichsan yang ada di Jepang menuju Makassar hari ini.
Beberapa tokoh penting yang hadir kemarin, di antaranya mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan istri Aliyah Mustika Ilham. Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni, dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa H Muchlis. Tampak mantan Wakil Bupati Soppeng yang juga anggota DPR RI terpilih Supriansa.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Prof Hamdan Juhanis menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ichsan. ”Pak Ikhsan, Bapak akan selalu ‘hidup’ di benak kami,” begitu judul sebuah naskah yang ia tulis.
Menurutnya, sebuah kehilangan yang sangat berarti dengan berpulangnya IYL. Kehilangan tentang sosok tegar, pribadi berkarakter, dan figur panutan. Sulsel kehilangan sosok yang memiliki pemikiran dan aksi yang mengedepankan visi yang jauh ke depan. Sosok yang tidak pernah kering dengan ide-ide pengembangan bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan.
”Sampai menjelang sakit, Pak Ichsan masih begitu aktif mengumpulkan para akademisi untuk mencari bentuk terbaik bagi pendirian Universitas Syekh Yusuf. Beliau sadar akan nilai keadaban dan kesejarahan tentang mimpi hadirnya universitas ini di tanah Gowa. Selamat jalan Pak Ichsan. Obsesi mulia bapak akan selamanya membayangi kami semua,” tulis Hamdan.
Rasa kehilangan juga dirasakan Ketua DPRD Maros AS Chaidir Syam. Baginya, IYL adalah sosok pemimpin yang sangat bijak, tegas dan menjadi contoh bagi banyak orang.
“Kami sangat kehilangan. Beliau adalah sosok pemimpin yang menjadi panutan,” ujar Chaidir.
IYL selaku ketua PMI Sulsel, menurut Chaidir, telah memberikan dedikasi yang sangat luar biasa bagi kemanusiaan atau kepalangmerahan.
“Terkhusus kami di keluarga PMI Sulsel, di mana saya sebagai ketua PMI Maros, sering mendapatkan support dan semangat dari beliau untuk berjuang demi kemanusiaan. Beliau juga ketua yang sangat perhatian. Membaur serta akrab ke kami semua. Beliau menunjukkan sikap kepemimpinan yang patut diteladani,” sambungnya.
Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa menyampaikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya IYL. ”Sebagai kepala daerah dan pribadi, mewakili masyarakat Sinjai dan keluarga kami turut berduka cita. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan di tempat terbaik di surga,” ujarnya.
Kata dia, masyarakat Sulsel kehilangan salah satu tokoh yang dihormati, disegani, dan diteladani. Selama menjadi bupati Gowa, almarhum sudah membawa masyarakatnya ke arah yang lebih baik. ”Sebagai tokoh senior politik di Sulsel, beliau memperlakukan junior-juniornya dengan baik. Tidak salah jika almarhum menjadi panutan, contoh, sekaligus guru politik yang baik. Karena beliau dengan ringan hati berbagi ilmu dan berbagi pengalaman,” kata Seto.
Di lingkup Unhas, almarhum IYL dikenal sebagai penggagas KKN Unhas internasional ke Afrika Selatan. KKN ini menelusuri jejak Syekh Yusuf asal Gowa yang menjadi pahlawan nasional di dua negara, Indonesia dan Afrika Selatan.
Agenda yang memberangkatkan mahasiswa dan supervisor KKN dari Unhas ini sudah dua kali dilaksanakan. Program tersebut dilanjutkan oleh Bupati Gowa sekarang Adnan Purichta Ichsan.
”Mahasiswa sebagai anak bangsa harus tahu jejak sejarah pahlawannya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik. Tidak harus mahasiswa asal Gowa. Saya melihat Unhas sevisi dengan kami di Gowa. Karena itu, Kabupaten Gowa siap memfasilitasinya,” ujar Ichsan di kala itu.

Disegani

IYL adalah tokoh yang disegani di Sulsel. Ia merupakan saudara kandung mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL). Ichsan sempat bertarung di pilgub Sulsel tahun 2018 lalu berpasangan Andi Mudzakkar. Kala itu dikenal dengan nama Punggawa. Namun kalah dengan raihan 73.096 suara.
Karir Ichsan memang lebih banyak berkutat di bidang politik. Sebelum maju di Gowa, dia sempat duduk di DPRD Provinsi Sulsel dari 1999 hingga 2005. Pada 2015, dia digantikan anaknya Adnan Purichta yang duduk menjadi Bupati Gowa.
Darah politik Ichsan mengalir dari ayahnya Kolonel HM Yasin Limpo. Ia meninggal pada 4 Agustus 2009. Yasin Limpo juga salah satu tokoh Sulsel. Ia adalah penjabat sementara gubernur. Sebelumnya, ia menjabat bupati di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan.
Ichsan meninggalkan empat orang. Masing-masing Sadli Nurjaffia Ichsan, Adnan Purichta Ichsan, Muhammad Hauzan Nabhan Ichsan, dan Roidah Halilah Falih Ichsan. Serta dua orang cucu.
Selamat jalan Punggawa…… (rhm-sar-din-ari/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top