Sulselbar

BKKBN Sulbar Komitmen Cegah Pernikahan Diusia Dini


FOTO BERSAMA -- Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Sulbar, Andi Rita bersama para mantan petinggi dan personel BKKBN Perwakilan Provinsi Sulbar.

MAMUJU, BKM — Berbagai kegiatan digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulbar dalam rangka menyemarakkan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Kegiatan yang digelar di antaranya kerjasama antara semua stakeholder yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar. Juga peran pada masing-masing kabupaten se-Sulbar. Sehingga pelaksanaan kegiatan di BKKBN wilayah Sulbar telah terlaksanana dengan baik.
Kepala BKKBN Perwakilan Sulbar, Andi Rita menjelaskan, selain menggelar kegiatan di lingkup Sulbar, BKKBN Sulbar juga mengikuti kegiatan bertaraf nasional. ”Seperti kegiatan Hari Keluarga Nasional yang digelar di Kalimantan Selatan, kami menampilkan produk-produk P2K, kegiatan PKK dan juga pada bidang KB serta mengikuti seminar,” kata Rita.
Selain itu, tambah Rita, selama inI BKKBN Sulbar telah merebut beberapa gelar tingkat nasional. Di antaranya juara lomba Posyandu yang diserahkan ibu Tjahjo Kumolo. Begitu pula dengan BKKBN Kabupaten Majene yang meraih penghargaan Manggala Karya Kencana yang diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani.
”Dengan meningkatkan interaksi kepada keluarga dalam mendekatkan pada keluarga kita, dilakukan komunikasi yang baik pada keluarga kita dalam meningkatkan interaksi antar keluarga. Pesan cinta keluarga dan cinta terencana, maka setiap program dalam menuangkan pada keluarga itu dapat di rencanakan dengan baik dan memberikan kemudahan. Kalau terencana maka semua akan tercapai,” pesannya.
Rita mengatakan, pihaknya juga berencana membuat pilar keluarga berkumpul. Dengan program ini, tentu akan lebih memudahkan dalam pendekatan, menciptakan interaksi keluarga, serta memberdayakan keluarga yang memiliki ketrampilan, sehingga bisa bekerja. Juga, program saling berbagi. Dimana, keluarga yang berlebih dapat berbagi dengan keluarga yang kekurangan.
Disampaikan, BKKBN Sulbar tetap berupaya melakukan pengembangan kompetensi kepada personelnya. Salah satunya dengan mengikuti jambore dan seminar hari pendidikan nasional yang dilakukan Doktor Hari Sudibyo dari BKKBN pusat,
”Kami juga saat ini sedang menggiatkan sosialisasi stunting atau pernikahan diusia dini. Ada empat kabupaten di Sulbar yang memiliki permasalahan stunting, yakni Kabupaten Mamuju, Majene, Polman, serta Kabupaten Mamasa. Dan tertinggi angka stuntingnya adalah Kabupaten Polman. Kondisi ini yang sedang kami carikan solusi terbaiknya. Sehingga angka stunting di Sulbar ini dapat kita tekan,” tegas Rita. (alaluddin)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top